Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 21 Maret 2014

Sulitnya mencari orang jujur

by Joielechong sipayung  |  in Opini at  Jumat, Maret 21, 2014

Kejujuran*

Mencari orangnya jujur saat ini sepertinya lebih susah daripada mencari jarum di dalam tumpukan jerami. Lihat saja, begitu banyaknya terjadi tindakan-tindakan tidak jujur yang ada di sekitar lingkungan kita. Mulai dari anak-anak sma dan para mahasiswa yang membohongi orang tuanya dengan me-markup jumlah uang untuk kebutuhan pendidikannya, seperti meminta uang buku yang dua kali lebih besar dari yang seharusnya. Atau pegawai yang menambahkan uang rokok dan uang minyak saat diserahkan tugas mengantar barang ke suatu daerah. Bahkan di tingkat pejabat tinggi yang memanfaatkan kedudukannya untuk mencari keuntungan pribadi. Atau barangkali anda juga pernah rasakan saat anda dibohongi pasangan anda dalam hal yang sepele seperti janjinya yang tidak ditepati.

Mengapa terjadi ketidakjujuran?
Perkembangan kepribadian seseorang sangat besar dipengaruhi oleh lingkungannya, khususnya oleh keluarga. Keluarga yang berantakan tentunya akan menghasilkan anggota keluarga yang memiliki pribadi yang berantakan, kecuali anggota keluarga tersebut keluar dan membangun pribadinya menjadi yang lebih baik.

Anak-anak selalu belajar dari keluarganya. Keluarga yang memberikan contoh-contoh ketidakjujuran pasti sedikit banyaknya akan menanamkan konsep pemikiran yang tidak jujur dalam hati anak-anaknya. Karena paparan sifat tidak jujur yang terus menerus dirasakan oleh anak, maka pada masa ia lepas dari keluarga konsep tidak jujur akan menjadi hal yang biasa saja di dalam hidupnya. Ketidakjujuran menjadi hal yang lumrah baginya.

Dalam lingkungan pekerjaan, karyawan yang terus menerus mendapat paparan ketidakjujuran dari rekan sejawatnya kemungkinan besar akan ikut dalam sifat ini. Dan kemungkinan besar juga ia akan menambahkan sifat tidak jujur ini di dalam hidupnya. Tentu saja tidak semua karyawan yang berada dalam lingkungan tidak jujur akan menjadi tidak jujur juga, tentu ada beberapa yang mampu bertahan untuk tetap jujur. Sayangnya, untuk menjadi jujur butuh kepribadian yang benar-benar matang. Butuh kepribadian yang benar-benar bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Butuh pribadi yang mampu untuk bertahan agar tidak iri akan keuntungan orang-orang yang tidak jujur. Hal yang sangat sulit dilakukan bagi kebanyakan orang.

Bagaimana menjadi jujur?
Ada peribahasa yang mengatakan "Banyak jalan menuju roma", namun ini tidak berlaku di dalam proses menjadi jujur. Tidak banyak jalan untuk menjadi jujur, hanya bertindak menjadi jujur yang bisa dilakukan. Untuk menjadi jujur, kita harus menggantikan sifat ketidakjujuran dengan sifat jujur. Berhentilah melakukan ketidakjujuran, dan jika bisa (sebaiknya), usahakan untuk mengakui ketidakjujuran yang pernah anda lakukan pada orang lain. Mengaku salahlah pada orang yang pernah dirugikan oleh ketidakjujuran anda.
Kita bisa menjadi jujur jika mulai mengakui pada diri sendiri bahwa kita bukan orang jujur. Mulailah jujur pada diri sendiri. Terimalah kenyataan bahwa anda bukan orang jujur. Kemudian, berusahalah untuk hidup jujur dari sekarang. Bertindak jujur dari sekarang. Berpikir jujur dari sekarang. Mulailah untuk selalu berpikir bahwa kejujuran adalah permulaan anda bertindak.

Memang untuk menjadi jujur sangat sulit. Tetapi saya percaya anda bisa melakukannya. Percayalah bahwa anda mampu melakukannya. Percayalah bahwa Tuhan akan memberikan langkah yang tepat untuk anda berlaku jujur.


God Bless Us :) ;)


* Gambar diambil dari www.pajak.go.id

0 comments:

Silahkan tinggalkan komentar anda: