Category

free counters
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Kata-kata Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kata-kata Motivasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Agustus 2016

Pak Supir, Karyawan, dan Pengusaha

by Unknown  |  in Motivasi at  Senin, Agustus 15, 2016
Ada kata-kata bijak yang mengatakan:
 "Kita dapat belajar dari siapapun, siapa pun dapat menjadi guru kita"
dan kata-kata ini tepat adanya.

Pengalaman saya kemarin malam mengajarkan betapa tepatnya kata-kata tersebut.

Saat itu saya sedang dalam perjalanan pulang ke kost di daerah sekitar padang bulan menggunakan angkot pada kisaran pukul 21:30. Dan saat itu penumpang hanya berjumlah 3 orang. Setelah hampir setengah perjalanan, tinggalah saya sendiri dan pak sopirnya. Dan terjadilah sebuah percakapan:

Pak Supir: Mau kemana bang?
Saya: Simpang pos Pak. (Pembaca yang tinggal di medan kemungkinan besar tahu dimana simpang pos)
Pak Supir: Abang yang kemarin naik yah?
Saya: Gak Pak, gak ada naik angkot kemarin Pak.
Pak Supir: Ohh, ada yang mirip sama abang kemarin.
Saya: (Dalam hati berpikir: Kayaknya awak gak ada naik angkot kemarin lah. Jadi saya berpikir, ternyata laku keras wajah awak di medan ini -- red. awak = saya, bahasa pasarnya medan.)
Pak Supir: Dari mana tadi bang?
Saya: Ngantar pacar Pak. (Inilah uniknya orang medan, yang ditanya dari mana tapi yang dijawab apa yang dilakukan)
Pak Supir: Setia juga yah. (Nah ini lebih hebat lagi. Walaupun dijawab lain dari pertanyaan, tapi tetap bisa dimengerti lawan bicaranya. Orang medan memang mantap)
Saya: Namanya juga pacaran Pak. (Dalam hati berkata: Awak memang setia, bawaan lahir)

...

Saya: Gak ada penumpang yah Pak.
Pak Supir: Iya, tadi aku tolak penumpang di lubuk pakam (Kalau saya artikan ini, saat itu penumpangnya penuh makanya gak diangkut)
Saya: Ohh..
Pak Supir: Nanti bulan 9 baru banyak penumpang.
Saya: ???. Kenapa bulan 9 Pak?
Pak Supir: Disitu mahasiswa masuk, jadi banyak penumpang.
Saya: Ohhhh...
Saya: Biasanya gak ramai hari minggu malam gini Pak?. Kan pulang dari kampung semua.
Pak Supir: Enggak bang, seperti hari biasa penumpangnya.
Saya: Ohh..
Pak Supir: Marga apa bang?
Saya: Sipayung Pak, simalungun.
Pak Supir: Ohh, Sipayung simalungun yah?
Saya: Ada yang simalungun ada yang toba Pak.
Pak Supir: Sama kayak Purba yah, ada simalungun ada juga toba.
Saya: Ada juga Purba Karo Pak.
Pak Supir: (Berbicara, tapi tidak jelas saya dengar karena berisiknya jalanan)
Saya: Bapak orang apa Pak?
Pak Supir: Aku orang jawa, tapi lahir di siantar.
Saya: Ohh..

... (pembicaraan diam beberapa detik)

Pak Supir: Dimana kampung bang?
Saya: Di Langkat, besitang Pak.
Pak Supir: Di medan tinggal di rumah atau kost?
Saya: Kost Pak.
Pak Supir: (Mengiyakan sambil fokus cari penumpang)

...

Pak Supir: Kuliah atau kerja bang?
Saya: Kerja Pak.
Pak Supir: Di mana?
Saya: Center Point Pak.
Pak Supir: Udah lama kerja di situ?
Saya: Baru beberapa bulan sih Pak.
Pak Supir: Berapa gajinya?
Saya: censored (tabu bicara gaji, hahahaha)

...

Saya: Masih jauh perjalanan Bapak yah. Ke pancur batu lagi yah.
Pak Supir: Iya, nanti sampai langsung cuci mobil lalu pulang bang.
Saya: Ohh.. (Mengangguk dan mengiyakan dalam hati)
Saya: Ini mobil Bapak sendiri?
Pak Supir: Iya.
Saya: Enak lah Pak yah, gak perlu lagi bayar setoran.
Pak Supir: Iya bang, kalau pagi sampai sore orang yang bawa. Maghrib saya yang mulai bawa.
Saya: Enaklah Bapak, sudah menerima uang setoran gak menyetor lagi.
Pak Supir: Yah gitu bang. Tapi sampai rumah gak enak juga bang.
Saya: (Bertanya dalam hati, apa yang gak enaknya)
Pak Supir: Sampai rumah gak bisa tidur cepat, paling cepat tidur jam tiga pagi. Menggambar.
Saya: Gambar apa Pak?
Pak Supir: Menggambar untuk proyek bangunan dari kantor.
Saya: Wahhh, hebat Bapak ini yah.
Pak Supir: Kalau hebat masih banyak yang lebih hebat di luar sana bang.
Saya: Setidaknya Bapak lebih hebat daripada saya yang masih menerima gaji dari orang. Bapak udah bisa menggaji orang.
...
...
Akhirnya saya sampai di tujuan, dan terpaksa menghentikan obrolan kami.

Kita lebih sering menutup mata dan berhenti untuk belajar berdekatan dengan orang lain hanya dikarenakan perbedaan pekerjaan. Dan karena itu kita menjadi buta akan kualitas yang dimiliki orang lain hanya karena pekerjaan kita kelihatan lebih berkelas daripada pekerjaan orang lain.

Setiap orang punya sisi positif yang dapat memberikan nilai tambah dalam kehidupan kita. Bahkan dari sisi negatifnya kita pun bisa belajar bahwa setiap orang punya kelemahan. Dan betapa besarnya kelemahan itu, tidak akan pernah menutupi potensi dari diri kita.

Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa kita tidak serta merta dapat menentukan apa kemampuan dari orang lain. Kita tidak dapat mengetahui mutiara yang tersembunyi dari orang lain tanpa kita berusaha untuk mengenal mereka lebih dalam. Dengan mengenal, kita mengetahui bahwa kita ternyata perlu banyak belajar dari orang lain. Ada banyak hal yang tidak bisa kita lakukan namun ternyata orang lain telah melakukannya. Setiap orang bisa menjadi yang ia inginkan. Setiap orang bisa menjadi guru yang baik bagi hidup kita. Setiap orang memiliki bumbu kehidupan yang bisa memberi makna dalam kehidupan kita.

Mari buka mata dan hati. Mari merendahkan diri untuk berusaha mengenal orang lain.


Minggu, 06 Maret 2016

Harga diri atau kebahagiaan

by Unknown  |  in Opini at  Minggu, Maret 06, 2016

Harga diri merupakan hal yang terkadang menjadi bumerang bagi kebanyakan orang. Ini dikarenakan sifatnya yang dualisme; yang satu meningkatkan penilaian yang baik pada diri seseorang, dan yang satu lagi meningkatkan penilaian bahwa seseorang itu memiliki martabat yang lebih tinggi dari orang lain. Memang orang yang memiliki harga diri yang tinggi cenderung memiliki kepercayaan diri yang tinggi juga. Dan tentu saja hal tersebut memberi pengaruh positif yang sangat besar bagi perkembangan kepribadian seseorang. Tetapi saat harga diri bergeser menjadi semata-mata bermakna martabat diri yang lebih tinggi dari orang lain, maka sering terjadi pergesekan-pergesekan kepentingan yang malah merugikan.

Memang harga diri itu penting bagi semua orang. Harga diri yang tinggi membantu kita bertumbuh dan membantu perkembangan karakter individu ke arah yang positif. Orang-orang pemenang selalu memiliki harga diri yang tinggi.

Saya termasuk orang yang memiliki harga diri yang tinggi. Saya memiliki harapan yang tinggi dalam kehidupan pribadi. Saya memiliki kepercayaan yang tinggi bahwa saya pasti meraih kesuksesan yang saya mau. Saya memiliki intelegensi dan kemampuan belajar yang tinggi semua berkat harga diri yang tinggi. Sisi buruknya adalah, saya lebih sering keras kepala dan sering terlalu percaya diri akan kemampuan saya. Menganggap pendapat orang lain itu biasa dan tidak berpengaruh merupakan salah satu sifat buruk yang saya miliki. Untung sifat ini sudah berkurang dan sudah mampu untuk saya kuasai.

Dulu saya biasa untuk beradu argumentasi dengan orang lain. Menjadi benar dan menang dalam argumentasi merupakan sebuah keberhasilan bagi saya. Dan yang saya hasilkan kebanyakan hanya kepuasaan sesaat. Menang dalam argumentasi hanya membuat hubungan kita dengan orang lain jadi jauh lebih buruk dari sebelumnya. Saya menang dengan membawa pulang ketidakbahagiaan.

I'd far rather be happy than right any day. Douglas Adams
Kebahagiaan jauh lebih penting daripada sekadar harga diri. Seandainya saya bisa kembali dan memperbaiki hidup saya sebelumnya, maka saya akan selalu berusaha untuk merendahkan diri saya sendiri untuk mendapatkan kebahagiaan. Apakah artinya kita hidup jika kita tidak bahagia?

Sulit untuk memilih antara harga diri atau kebahagiaan ketika keduanya saling bertolak belakang. Keputusan kembali kepada kita, apakah kita sudah cukup dewasa untuk memilih apa yang bermanfaat untuk waktu yang berkepanjangan atau mengikuti keinginan sesaat saja. Saya memilih untuk bahagia.



sumber gambar: Human value & a look at self-worth

Rabu, 02 Maret 2016

Jadilah diri sendiri, orang lain sudah ada yang memilikinya.

by Unknown  |  in Opini at  Rabu, Maret 02, 2016

Sewaktu saya mencoba mempelajari konsep-konsep yang dipakai orang lain tentang bagaimana pengembangan aplikasi Android yang baik, saya teringat sebuah kalimat yang membuka pikiran saya, yang saya pernah baca dari sebuah buku:
Kami tidak mempunyai waktu untuk memikirkan saingan kami, kami melakukan dan memberikan apa yang terbaik pada pelanggan kami. Memikirkan pesaing kami hanya akan menghabiskan waktu kami untuk memperbaiki kualitas pelayanan kami.

Sedangkan saya saat ini malah menghabiskan waktu untuk mempelajari konsep yang dipakai orang lain. Waktu saya kebanyakan dipergunakan untuk mempelajari dan menjadi pesaing yang ulet dan tekun. Saya belajar menjadi seperti orang lain dan berhenti menjadi diri sendiri. Menjadi seseorang yang sama dengan kebanyakan orang lain dan berhenti menjadi otentik.

Hal yang saya lakukan tersebut malah menjadi penghalang saya untuk berkembang. Saya jadi hanya belajar untuk lebih baik sedikit dari orang lain, mendapatkan posisi di depan orang lain yang menjadi saingan saya saat ini.

Menjadi terdepan dengan bersaing hanya akan membuat saya lebih baik sedikit dari orang lain. Orang-orang yang berhubungan dengan saya hanya akan melihat saya sebagai orang yang memiliki kemampuan yang sama dengan pesaing saya, dengan hanya sedikit memiliki kemampuan di depan. Namun hal ini tidak akan bertahan lama, dan dalam kurun waktu yang panjang keadaan ini malah akan membuat saya tertekan karena selalu harus memperhatikan pesaing saya.

Menjadi otentik dan menjadi diri sendiri merupakan jalan yang terbaik yang bisa saya pilih. Karena setiap pribadi memiliki hal-hal yang istimewa yang tidak dapat ditemukan pada orang lain. Keistimewaan ini yang membuat kita tetap bertahan dan tetap terlihat menawan di hadapan orang lain.

Jadilah diri sendiri, orang lain sudah ada yang memilikinya.

Kamis, 21 Januari 2016

Tidak ada kesuksesan yang instan

by Unknown  |  in Pengembangan Diri at  Kamis, Januari 21, 2016

Sama seperti keahlian yang perlu diasah terus, demikian juga sukses perlu latihan terus. Salah satu latihannya adalah berulang kali gagal. Mencoba dan gagal adalah hal lumrah untuk sukses. Namun kita umumnya tidak suka merasakan gagal, walaupun itu penting. Kita lebih suka sukses yang instan.

Kalau kita mau jujur dengan kenyataan dan belajar dari lingkungan, sukses selalu harus diraih dengan melakukan banyak kegagalan. Perhatikan orang-orang yang ahli dalam bermain alat musik seperti gitar, piano, saxophone, dan sebagainya. Apakah mereka bisa langsung ahli dalam menguasai alat musik tersebut? tentu tidak kan?. Atau lihat orang yang ahli dalam mengukir patung, apakah dia bisa mengukir jadi sebuah patung dalam satu hari tanpa perlu belajar terus menerus? Tentu tidak kan?. Jadi gagal itu perlu, gagal itu sebuah kewajiban untuk menjadi sukses.

Tidak ada kesuksesan yang instan. Yang ada cuma mie instan, kopi instan, dan makanan serta minuman instan lainnya. Hal yang instan membuat kita malas. Makanan dan minuman yang instan memang memudahkan dan mengefisienkan waktu kita, tapi efeknya untuk tubuh sangat besar. Hal-hal tersebut merusak tubuh kita.

Kesuksesan perlu proses, dan di dalam prosesnya tersebut kita semakin dipersiapkan untuk menerima hasilnya.




sumber gambar: Instant Pasta

Kamis, 14 Januari 2016

Banyak masalah? Berhentilah memikirkannya

by Unknown  |  in Opini at  Kamis, Januari 14, 2016

Terlalu banyak berpikir itu melelahkan, apalagi kalau lagi banyak masalah. Tubuh menjadi sangat lelah dan emosi pun menjadi tidak terkontrol. Lalu muncullah penyakit psikosomatik, yakni penyakit yang disebabkan oleh pikiran.

Contoh paling dari penyakit psikosomatik ini sering terjadi pada orang yang lagi berpacaran. Tepatnya, pada orang yang diputuskan pacarnya. Kemungkinan anda juga pernah merasakannya kan? setelah diputuskan biasanya (menurut pengalaman dan pengetahuan saya) "korban" mendapat sakit yang mendadak seperti demam, tidak nafsu makan, kurang bersemangat, berat badan turun, dan gagal fokus. Saya sering merasakannya karena saya sering menjadi "korban" dari pemutusan hubungan ke-pacaran, alias di-PHK.

Cara mengatasinya? sangat mudah. Cukup berhenti memikirkannya. Walaupun kemudahannya hanya berdasarkan teori saja, hahaha. Saya sudah terlalu berpengalaman dengan hal PHK ini, dan sepertinya karena telah terbiasa di-PHK maka saya pun sudah merasa hal ini lumrah dan bisa menerima dengan legowo. Sesuailah dengan pepatah "Ala bisa karena biasa"... :D

Banyaknya masalah pun sering membuat pikiran semakin mumet. Seperti tidak ada jalan keluar yang bisa menyelamatkan. Masalah kelihatan lebih besar dari hidup kita, padahal masalahnya sering cuma sekitaran uang. Silahkan pilih apa yang lebih penting, hidupmu atau masalahmu? Tentu saja hidup bukan? Trus kenapa masih terlalu memikirkan masalahmu?. Jangan pernah biarkan masalah menjadi lebih besar dari diri kita.

Adakah orang yang karena besarnya pikiran akan masalahnya bisa menambah sehari saja umurnya? Malah menurut ilmu kedokteran, terlalu banyak memikirkan masalah justru mengganggu kesehatan dan memperpendek kehidupan.

Siapakah di antara kita yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?. Hidup terlalu singkat untuk dihabiskan oleh kekuatiran kita.

Life still goes on whether you realize it or not.



1. Miliki Kepercayaan Pada Diri Anda
2. Kesadaran Bahwa Saya Memiliki Potensi Berhasil
3. mengapa saya terus-terusan gagal
4. Cintailah Dirimu Sendiri
5. Mengakui kelemahan diri
6. Saya orang gagal, saya tidak bisa melakukan apa-apa
7. Bayi tidak pernah merasa gagal




sumber gambar: Anxiety in Teens

Jumat, 08 Januari 2016

Lingkungan dan kata hati

by Unknown  |  in Opini at  Jumat, Januari 08, 2016

Sering kita lupa akan hal penting yang perlu kita lakukan, malah memprioritaskan hal yang menyenangkan untuk dikerjakan terlebih dahulu. Akibatnya, hal yang penting tersebut gagal diselesaikan dengan baik.

Sadar atau tidak sadar, kita sering diingatkan akan hal penting yang perlu kita selesaikan. Lingkungan sekitar kita sepertinya punya cara untuk mengingatkan kita sebagai penghuninya untuk melakukan apa yang penting bagi hidup kita. Namun sering sekali kita tidak memperdulikannya.

Kata hati kita pun sering menjadi salah satu pengingat yang paling sering dan getol untuk mengingatkan kita akan prioritas yang harus dilakukan di dalam hidup. Tetapi tetap saja, karena kekerasan hati kita atau mungkin karena kebiasaan untuk meniadakan kata hati, kita sering mengabaikan petunjuk yang diberikan oleh kata hati.

Mungkin kita seperti dilupakan dan diabaikan di dunia ini, tetapi sesungguhnya masih banyak yang peduli dan memperhatikan kita. Mungkin kita merasa sendirian dan kesepian, tetapi sebenarnya bukan kesepianlah yang sebenarnya terjadi karena yang terjadi adalah kita meniadakan diri kita sendiri, meniadakan hati kita sendiri, meniadakan petunjuk yang biasanya kita terima untuk mengarahkan kita menuju hal yang berharga dan bermanfaat bagi hidup.

Manusia dan hewan sama-sama dibekali oleh insting alami yang berguna dalam bertahan hidup. Hewan senantiasa mendengarkan insting, kata hatinya, tetapi kita manusia malah mengabaikannya. Kita cukup sombong untuk hidup tanpa bantuan kata hati.

Marilah kita memulai untuk rendah hati dan kembali mendengarkan kata hati yang telah lama kita abaikan.




Sumber gambar: Sebagai Wirausaha, Apakah Anda Sudah Menggunakan Insting?

Kamis, 07 Januari 2016

Koma atau titik, Hal yang sepelekah?

by Unknown  |  in pemrograman at  Kamis, Januari 07, 2016

Sebagai programmer saya beberapa kali berhadapan dengan error yang disebabkan karena salah memasukkan tanda baca, seharusnya titik (.) malah terketik koma (,). Sepele kelihatannya tapi terlalu besar efeknya. Kesalahan tersebut pernah menyebabkan saya kehilangan waktu selama 2 hari untuk mencari penyebab mengapa kode yang saya buat tidak bekerja.

Sama halnya dengan kehidupan sehari-hari, kita sering mengabaikan hal-hal yang sepele dalam hidup. Padahal hal-hal yang sepelelah yang sering menjadi biang kerok akan sulitnya hidup. Kita merasa sepele dengan tindakan-tindakan kecil yang kita lakukan sehari-hari. Tindakan kecil ini kita abaikan. Hari demi hari berlalu, bulan demi bulan berlalu tindakan kecil tersebut kemudian menjadi bagian hidup kita dan menjadi kebiasaan kita. Seperti sebuah perkataan bijak yang pernah saya baca, "Tindakan membentuk kebiasaan, kebiasaan membentuk sifat, sifat membentuk karakter, karakter membentuk hidup kita". Kita harus lebih perhatian terhadap hal-hal yang kecil dan yang kelihatan seperti sepele.

Selesaikan hal sepele dengan baik. Jangan pernah merasa bahwa hal-hal kecil tidak berguna. Tetapi berprinsiplah bahwa segala hal itu penting bagi perkembangan hidup kita.





Sumber gambar: How to stop being scared of full stops

Jumat, 01 Januari 2016

Komunikasi, Berikan pujian yang tulus

by Unknown  |  in Pengembangan Diri at  Jumat, Januari 01, 2016
Ada satu hal yang sering kita lupakan sebagai cara berkomunikasi, pujian yang tulus untuk orang lain. Kita sering lupa untuk memberikan pujian yang tulus pada orang lain, sebaliknya selalu ingin dipuji orang lain. Ini merupakan sifat alami yang dimiliki manusia, keinginan untuk dipuji. Sayangnya tidak semua orang suka memuji, bahkan kalau bisa dibilang sangatlah sulit untuk menemukan orang yang memuji orang lain dengan tulus.

Kalau kita berusaha untuk jujur, kebanyakan dari kita sesungguhnya cukup egois. Kita sering mengharapkan pujian dari orang lain tanpa pernah berusaha untuk memuji orang lain. Karenanya, banyak komunikasi yang baik tidak terjalin hanya karena tidak adanya pujian yang tulus.

Setiap orang senang untuk dipuji. Hampir setiap orang senang dengan orang yang suka memuji. Oleh karena itu, jika kita ingin berkomunikasi dan dekat dengan orang lain maka pujian merupakan sesuatu yang wajib kita lakukan. Karena orang yang dipuji merasa dia berharga, Ia mendapatkan energi positif dari pujian orang lain.

Pujian yang tulus itu sangat berharga. Tetapi pujian yang mengada-gada merusak. Orang senang dengan pujian yang jujur dan tulus bukan dengan kebohongan.

Minggu, 01 November 2015

Waktu Untuk Menunggu

by Unknown  |  in Opinion at  Minggu, November 01, 2015
Pernahkah kita sadar bahwa banyak waktu yang telah terbuang saat kita menunggu? Pernahkah terpikir mempergunakan waktu tersebut untuk sesuatu yang lebih bernilai bagi hidup kita?

Bisa dikatakan tiada hari bagi kita tanpa menunggu. Baik kita sadari atau tidak sadari, menunggu sudah menjadi bagian dari hidup. Saat kita menunggu acara telivisi kesenangan, menunggu waktu pulang dari tempat kerja, menunggu keluarnya gaji, saat menunggu jawaban teman dari media sosial melalui aplikasi seperti BBM, Whatsapp, Line, dan sebagainya, menunggu menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan saat akan berangkat kerja, dan menunggu-menunggu yang lainnya. Bahkan saya sendiri saat akan menulis tulisan ini harus menunggu proses loading dari blogger yang memakan waktu lebih dari 5 menit dikarenakan jaringan internet yang tidak stabil.

Bayangkan jika setiap kita menunggu diperlukan waktu minimal 5 menit. Maka jika dalam satu hari tersebut kita menunggu beberapa hal (ini hanya imajinasi saya tentang orang kebanyakan) seperti: menunggu makanan untuk sarapan pagi, menunggu angkot untuk berangkat kerja, menunggu angkot sampai ke tempat kerja, menunggu jam makan siang, menunggu kerjaan selesai, menunggu jam pulang kerja, menunggu makan malam. Dari 7 penungguan ini, maka kita telah menghabiskan 5 x 7 menit, 35 menit waktu kita dalam satu hari. Coba tambahkan daftar penungguan Anda yang lain, maka Anda akan menemukan bahwa banyak sekali waktu yang dihabiskan untuk sekadar menunggu.

Waktu yang tidak terpakai ini bisa kita manfaatkan untuk hal-hal lain seperti membuat daftar rencana hidup, membaca buku, atau bisa juga mengisi pikiran kita dengan berpikir yang positif dan bermanfaat bagi hidup.

Jumat, 04 September 2015

by Unknown  |  in Motivation at  Jumat, September 04, 2015
Don't let anything stop you on fullfilling your dream. Period.

Rabu, 01 Juli 2015

Sadar akan kesalahan

by Unknown  |  in Opini at  Rabu, Juli 01, 2015
"Sebuah kesalahan dapat diperbaiki jika kita sudah mengakui kesalahan tersebut.", kalimat ini telah memberikan saya sebuah wawasan baru atau dalam istilah filsafatnya telah memberikan pencerahan pada hidup saya. Banyak hal yang selama ini tidak mengalami perubahan hanya dikarenakan saya tidak mengakui bahwa hal-hal itu merupakan kesalahan yang senantiasa saya perbuat. Saya tidak mencapai apa yang saya inginkan karena saya telah salah melakukannya.

Perlu saya akui memang faktor keras kepala dan menganggap diri benar merupakan alasan mengapa saya tetap bersikukuh melakukan kesalahan terus-menerus. Dan terkadang harga diri juga turut berperan di dalamnya. Sesuai dengan sifat alamiah manusia untuk mempertahankan hidup saat dalam bahaya, saya mencoba bertahan untuk tetap dalam kesalahan untuk mempertahankan posisi saya dari serangan yang menelanjangi semua kesalahan yang ada pada diri ini.

Namun sayangnya, ternyata arti harga diri ini tidak sebanding dengan harga yang harus saya terima dalam hidup. Semua memang telah terjadi dan saya harus tetap hidup meskipun harus hidup oleh akibat kekerasan kepala sendiri. Untungnya saat ini saya telah tahu sebagian besar apa yang salah dan keputusan apa yang salah yang harus saya akui dan benahi. Saya memiliki pasangan yang mampu memberikan sinar hidup yang menghidupkan saya, dan saya memiliki Tuhan saya yang senantiasa setia walau hambaNya ini senantiasa jatuh dalam dosa dan kesalahan. Saya tahu saya bisa berhasil dalam hidup ini.

Karena tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya.

Rabu, 24 Juni 2015

Masa paling gagal di dunia

by Unknown  |  in Opini at  Rabu, Juni 24, 2015

Ada masa dimana kita merasa menjadi orang yang paling gagal di dunia. Hidup kita seperti tidak berharga dan tidak mempunyai fungsi yang bisa dipakai lagi. Saat-saat ini menjadi momen yang sepertinya membuat kita jatuh dan tidak bangkit lagi. Kita merasa tidak punya harapan. Kekuatan yang kita miliki serasa hilang dan setiap bagian dari tubuh menjadi lunglai tidak bertenaga. Kita menjadi putus asa dan kehilangan arah. Dan disaat ini juga apa yang kita miliki tidak ada harganya, orang-orang yang kita cintai juga sepertinya ikut menghancurkan hidup kita yang sudah tidak berguna lagi.

Saya juga pernah mengalaminya dan bahkan saat ini juga mengalaminya.

Momen seperti ini tidak mudah untuk dilewati. Kalau ada seseorang yang mengatakan dan menganjurkan supaya semangat dan berkata "Semangatlah!", maka saya pikir dia tidak tahu dan tidak pernah mengalami momen menyedihkan ini. Tidak mungkin orang yang putus asa dapat memunculkan semangat dari hatinya yang sudah patah arang. Tidak mungkin orang yang merasa dirinya tidak berharga dengan seketika bisa memunculkan keriangan di dalam hidupnya. Orang yang mengatakan "bersemangatlah!" kepada orang yang tidak punya harapan sama seperti mengatakan kepada orang buta "Melihatlah!".

Momen ini hanya bisa dilewati dengan kepasrahan diri. Dengan berserah diri sepenuhnya pada Tuhan. Menyerahkan segenap hati dan masalah pada Sang mahakuasa. Tetapi apakah harapan bagi orang Ateis? kemanakah mereka menyerahkan harapannya?

Di momen seperti ini kita butuh orang yang peduli pada masalah yang kita hadapi. Kita butuh orang yang pernah merasakan hal yang sama dan mampu berempati atas kegagalan dan kelemahan kita. Kepedulian orang lain memberikan angin sejuk bagi hati kita yang perih.



Baca juga:
1. Miliki Kepercayaan Pada Diri Anda
2. Kesadaran Bahwa Saya Memiliki Potensi Berhasil
3. mengapa saya terus-terusan gagal
4. Cintailah Dirimu Sendiri
5. Mengakui kelemahan diri
6. Saya orang gagal, saya tidak bisa melakukan apa-apa
7. Catat kegagalanmu

Jumat, 08 Mei 2015

Disiplin, lagi.

by Unknown  |  in Personal Building at  Jumat, Mei 08, 2015
Berubah dari orang yang berantakan menjadi disiplin itu susah, gak ngampang. Kalau ada yang bilang itu gampang, berarti dia belum pernah jadi orang berantakan sebelumnya. Menjadi disiplin itu butuh kerja keras. Secara teori sangat mudah, tentukan dan atur setiap waktumu dan kemudian ikuti dengan sepenuh hati, tetapi aplikasinya butuh kemauan yang keras. Tetapi ada hal yang sangat menguntungkan ketika kita disiplin. Akan muncul sebuah kesadaran baru bahwa banyak waktu kita yang sebenarnya tersia-siakan sebelumnya. Dan kemudian secara totalitas kehidupan kita akan berubah. Dengan disiplin kita mengubah pola dasar hidup yang lama dengan pola yang baru. Pola ini secara sistematis akan mempengaruhi tindakan kita yang lainnya, mulai dari bertumbuhnya pemikiran untuk merencanakan penggunaan waktu, perubahan pola makan, bahkan sampai pada pola pikir kita. Disiplin adalah kunci perubahan hidup. Jika ingin sukses, maka kita harus memulai untuk hidup disiplin mulai dari sekarang. Semangat...:D ;)

Minggu, 26 April 2015

Cara mudah mengatasi masalah

by Unknown  |  in Personal Building at  Minggu, April 26, 2015
Masalah memang selalu ada dan setiap hari kita hampir selalu bersentuhan dengan masalah, baik itu kecil maupun besar. Setiap masalah memiliki jalan keluarnya sendiri. Pastinya selalu ada jalan keluar untuk sebuah masalah. Dan terkadang solusinya hanya dengan berdiam diri atau berhenti memikirkan masalah itu.

Ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah. Kesederhanaannya sering menjadi hal yang terabaikan oleh kita karena secara natural kita memikirkan sebuah solusi untuk masalah tidak pernah sederhana. Hal-hal sederhana itu adalah sebagai berikut:

1. Menganggap Masalah Itu Sebagai Umpan Balik.
Masalah adalah umpan balik dari keadaan yang kita butuhkan untuk berkembang. Memiliki masalah berarti kita memiliki potensi untuk berkembang. Umpan balik akan membuka pikiran bahwa ada hal yang perlu diperbaiki dalam hidup ini.

2. Berhenti Memikirkannya.
Masalah tidak pernah menjadi masalah kalau kita tidak menganggapnya sebagai masalah. Pemikiran kita yang menentukan hal tersebut. Orang-orang yang sukses tidak menganggap masalah sebagai hal yang menggangu tetapi menganggap masalah sebagai lecutan untuk lebih hidup dan lebih bersemangat lagi. Masalah tergantung oleh bagaimana kita memikirkannya.

3. Hidup Anda Berharga Karena Anda Masih Diberi Kesempatan Mengecap Masalah.
Tentu saja! Jelas sekali hidup anda sangat berharga karena ternyata anda diberi kesempatan untuk merasakan masalah. Anda layak untuk mengembangkan potensi anda lebih lanjut karena anda telah diberi kesempatan untuk memperbaiki diri dengan menghadapi masalah. Sama halnya seperti seorang anak didik dalam sebuah sekolah yang senantiasa diberi soal untuk mengembangkan kemampuannya, anda diberi masalah untuk mengembangkan potensi anda dalam hidup ini. Tanpa ada masalah kita tidak mungkin berkembang. Lihat saja seorang yang dianggap bijaksana, mengapa dia dianggap bijaksana? karena dia mampu memecahkan masalah yang dia hadapi. Bagaimana dia memecahkan masalah kalau dia sendiri tidak pernah mengecap masalah? Bahkan orang menjadi bijak karena pernah menghadapi banyak masalah.


Berhentilah tenggelam dalam masalahmu. Percaya bahwa selalu ada solusi dari setiap masalah. Percaya bahwa Penciptamu pasti memberikan yang terbaik bagi anak-anakNya, bahkan saat kamu diberikan ujian, masalah, dan pencobaan.

Sabtu, 25 April 2015

Mengapa Bunuh Diri ?

by Unknown  |  in Personal Building at  Sabtu, April 25, 2015
Saya mulai mengerti sekarang mengapa kebanyakan orang yang nekat ingin mengakhiri hidupnya karena tekanan hidup. Setelah mengalami beratnya tekanan hidup, aku mengalami sendiri bagaimana keinginan untuk bunuh diri itu muncul.

Bunuh diri memang bukan merupakan jalan yang benar, kalau tidak bisa dikatakan jalan yang benar-benar salah, untuk keluar dan lepas dari masalah hidup. Tetapi bunuh diri merupakan cara instan yang paling populer untuk lepas dari keadaan yang mendesak. Berdasarkan statistik angka bunuh diri di www.suicide.org, lebih dari 1 juta orang meninggal akibat bunuh diri dan tiap 40 detik ada 1 orang yang meninggal akibat bunuh diri di suatu tempat di dunia ini. Jadi bunuh diri memang sangat-sangat populer.

Dari penilaian orang normal, bunuh diri merupakan solusi yang aneh untuk mengatasi masalah. Tidak masuk akal untuk melakukan bunuh diri. Tetapi jika orang normal tersebut pernah menjadi orang yang tidak normal (mungkin sedikit kasar jika mengatakan abnormal); pernah merasakan bagaimana sulitnya saat putus asa, depresi, cemas, kehilangan arah hidup, atau kehilangan pegangan hidup, atau bahkan kesulitan ekonomi, mungkin orang normal tersebut akan mengerti mengapa bunuh diri menjadi satu-satunya jalan yang paling mudah.

Keinginan dasar manusia adalah keinginan bertahan hidup. Namun saat penunjang keinginan ini hilang, maka hilanglah alasan manusia untuk bertahap hidup. Manusia ingin bertahan hidup bukan hanya untuk memenuhi keinginan untuk bertahan hidup itu sendiri. Ia ingin bertahan hidup untuk menunjukkan betapa berharganya dirinya baik untuk dirinya sendiri dan untuk orang lain di sekitarnya, terutama keluarga dan pasangan hidupnya. Saat ia kehilangan harga diri, saat ia merasa tidak memiliki lagi harga diri, tak memiliki lagi makna dirinya bagi dirinya dan orang lain, maka ia akan menganggap dirinya tidak berguna. Dan kita tahu sama-sama sesuatu yang tidak berguna pasti dibuang. Maka dia akan membuang hidupnya yang dia pikir tidak berguna.

Orang-orang cenderung untuk bunuh diri saat ia kehilangan pegangan hidupnya; kehilangan kepedulian dari keluarga, disisihkan masyarakat, dan kehilangan kasih sayang dari orang lain. Tanpa ada pegangan hidup, tubuh menjadi tidak berarti lagi. Apakah gunanya hidup jika tidak ada manfaatnya?. Bukankah lebih baik diakhiri saja?. Inilah yang biasanya dipikirkan tiap orang yang ingin mencabut nyawanya sendiri.

Tiap masalah yang dipikirkan oleh pribadi yang ingin bunuh diri merupakan sebuah fakta. Keadaan ekonomi, harga diri, status sosial di masyarakat kesemuanya merupakan fakta hidup. Masalah hidup itu nyata adanya. Setiap orang memiliki masalah-masalah pribadi. Tiap orang pasti mengalami masalah.

Masalah yang dihadapi orang yang ingin bunuh diri biasanya telah lama menggerogoti pikirannya. Masalah itu menjadi semakin besar setiap saat bukan saja karena masalahnya besar tetapi juga dikarenakan fokus pada kegagalan terus-menerus yang dialami orang tersebut. Untuk itu, perlu mengubah perspektif terhadap masalah yang dihadapi. Ubah fokus dari masalah ke manfaat dari masalah tersebut. Fokus pada masalah hanya akan memperbesar masalah bukan memperbaiki atau pun menyelesaikannya.

Bagaimana mengatasi keinginan untuk bunuh diri? Ingat bahwa sebenarnya hidup kita ini berharga. Meskipun orang lain menganggap kita sampah masyarakat tetapi kita adalah berharga. Kita benar-benar berharga. Walaupun keluarga kita menganggap kita sudah mati, walaupun orang terdekat, teman, dan pasangan hidup menganggap kita tidak berharga, kita tetaplah berharga. Kamu jauh lebih berharga dari yang kamu kira, jauh lebih berharga dari yang orang lain nilai. Dan satu yang pasti, kamu berharga di mata Penciptamu. Jika orang lain menganggap engkau sampah, Tuhan menilai kamu berharga di matanya.

Berhenti berpikir untuk mengakhiri hidupmu. Hiduplah untuk Penciptamu.





Jumat, 24 April 2015

Mendisiplinkan diri

by Unknown  |  in Personal Building at  Jumat, April 24, 2015
* Discipline
Disiplin itu gak gampang. Benar-benar susah. Apalagi kalau kehidupan kita senantiasa penuh dengan ketidak teraturan. Walaupun ternyata ketidakteraturan yang ada pada diri kita ternyata suatu keteraturan juga, keteraturan yang sebenarnya tidak kita sadari.

Untuk mendisiplinkan diri butuh kerja keras dan usaha yang sungguh-sungguh. Tidak cukup dengan sekadar semangat yang bergejolak dan membara. Disiplin butuh lebih dari sekadar semangat. Bayangkan jika disiplin yang ingin kita capai cuma didasari semangat. Kalau semangatnya hilang bagaimana?, kalau ternyata masalah menghancurkan semangat kita bagaimana? apa yang kita bisa lakukan kalau hanya bermodalkan semangat? apa yang dapat kita lakukan saat semangat itu hilang? Berarti disiplinnya juga ikut hilang beserta semangat kita yang sudah padam.

Mencapai sebuah kedisiplinan diri memang membutuhkan modal semangat. Tetapi disamping semangat kita membutuhkan modal lain sebagai penopang kedisiplinan itu. Kita butuh sebuah tujuan untuk disiplin. Tetapi menjadi sedikit absurd di saat kita ingin mencapai tujuan melalui disiplin ternyata kita memerlukan tujuan untuk disiplin. Hal ini seperti kasus Telur dan Ayam, kita bingung untuk menentukan yang mana sebagai pendahuluannya.

Meminjam istilah yang ada di buku Anthony Robbins, Awaken the Giant Within, kedisiplinan dapat dicapai dengan memahami Pain and Pleasure, Rasa Sakit dan Rasa Nikmat, dari tujuan dan manfaat kedisiplinan yang hendak dilakukan. Apa rasa sakit yang intens, yang dalam, yang akan kita rasakan jika tidak sampai kepada disiplin. Apa rasa nikmat yang intens, yang harus kita dapat, dari pemenuhan pada kedisiplinan ini. Rasa sakit dan nikmat akan menjadi penopang dari kedisiplinan yang ingin kita raih.

Untuk itu, temukan rasa sakit yang paling dalam yang akan terjadi pada diri kita jika kita tidak sampai pada pendisiplinan diri. Temukan hal yang sangat menyedihkan yang akan kita raih jika kita tidak mampu mendisiplinkan diri kita; Apakah kita akan jatuh miskin? apakah kita akan hidup melarat dan dijauhi orang lain? apakah hidup kita menjadi tidak berguna karenanya?. Temukan hal yang sangat nikmat untuk hidup kita jika kita mampu sampai kepada pendisiplinan diri; Pencapaian sukses tertinggi?, pemenuhan keinginan dan cita-cita sejak kecil? pemenuhan rasa bahagia bagi keluarga? atau kepuasaan batiniah yang tidak terkira?.

Bagaimanapun, kita harus disiplin. Karena tanpa disiplin tidak akan ada hasil maksimal yang dapat kita capai dalam hidup.

Mari kita sama-sama belajar mendisiplinkan diri...;)


Baca Juga:
1. Miliki Kepercayaan Pada Diri Anda.
2. Mengapa Saya Terus-Terusan Gagal.
3. Organisasi Waktu dan Kerja.




* sumber gambar: Discipline

Selasa, 21 April 2015

Mengapa saya terus-terusan gagal?

by Unknown  |  in Opini at  Selasa, April 21, 2015
*Failed
Mengapa saya terus-terusan gagal? Ini merupakan pertanyaan yang beberapa kali muncul dalam benak saya. Pertanyaan yang sama yang muncul saat saya berada dalam kondisi depresi dan kehilangan harapan. Mengapa saya senantiasa gagal?

Saya tahu mengapa saya gagal, saya tahu mengapa saya tidak berhasil sampai ke tujuan yang sudah saya harapkan dari dulu. Masalah utamanya adalah tidak adanya disiplin dan fokus. Itu saja. Namun disiplin dan fokus yang saya ketahui dahulu ternyata berbeda dengan yang saya ketahui sekarang. Tekanan hidup, masalah, dan depresi yang berat memberikan saya sedikit pengertian akan makna disiplin dan fokus yang sebenarnya. Bukan makna palsu yang selama ini saya ketahui.

Banyak orang mengerti bahwa kesuksesan diraih dengan kerja keras yang disertai disiplin dan fokus yang tinggi. Tetapi seperti halnya saya yang masih "muda" dalam pengalaman, banyak orang jatuh ke dalam pengetahuan dasar mengenai disiplin dan fokus tetapi kemudian menganggap pengetahuan ini merupakan pengetahuan lengkap dari hal-hal tersebut. Izinkan saya berbagi sedikit pengetahuan yang saya dapat dengan Anda. Sehingga dengan pengetahuan ini kita dapat sama-sama berkembang dan mencapai kesuksesan yang ingin kita raih.

Mari kita telaah pengetahuan tersebut. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, Disiplin berarti:
n 1 tata tertib (di sekolah, kemiliteran, dsb); 2 ketaatan (kepatuhan) kpd peraturan (tata tertib dsb); 3 bidang studi yg memiliki objek, sistem, dan metode tertentu;
Dan berdasarkan kamus bahasa inggris Merriam-Webster, Disiplin Discipline berarti:
:control that is gained by requiring that rules or orders be obeyed and punishing bad behavior
:a way of behaving that shows a willingness to obey rules or orders
: behavior that is judged by how well it follows a set of rules or orders
...
4: training that corrects, molds, or perfects the mental faculties or moral character
5
a : control gained by enforcing obedience or order
b : orderly or prescribed conduct or pattern of behavior
c : self-control
Perlu kita garis bawahi, kata terpenting dari makna disiplin adalah tata tertib dan ketaatan, dan sikap (behavior dalam bahasa inggrisnya). Hal yang terpenting di dalam disiplin bukan bagaimana kita tahu bagaimana itu disiplin atau bagaimana untuk disiplin. Tetapi adalah bagaimana kita taat pada aturan yang ada. Tindakanlah yang menentukan disiplin atau tidaknya seseorang, bukan pengetahuan atau aturan yang sekadar diketahui. Saya ulangi sekali lagi, disiplin berarti tindakan. Bertindak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Aturan apa? Aturan yang dimaksud adalah aturan yang kita terapkan pada diri sendiri yang bertujuan untuk memperbaiki sikap, kebiasaan, kemudian kepribadian. Tanpa adanya aturan yang kita tetapkan pada diri kita sendiri, tentu tidak mungkin kita melakukan atau bertindak untuk disiplin bukan?. Jadi untuk menjadi disiplin, pertama tentukan dahulu aturan yang harus kita ikuti; kedua, bertindak sesuai dengan aturan yang kita buat tersebut. Saya pikir cukup untuk membahas makna disiplin di sini. Mari kita melanjutkan ke Fokus.

Cara yang paling mudah menggambarkan apa itu fokus adalah dengan memahami kamera. Hampir semua kita tahu apa itu kamera. Kamera biasanya kita gunakan untuk mengabadikan foto-foto hal-hal yang kita inginkan. Hampir semua kamera memiliki fitur untuk fokus ke objek tertentu. Saat kita memfokuskan kamera pada seseorang di tengah keramaian, tentu hal yang menjadi penting yang kita tangkap adalah orang tersebut dan bukan keramaiannya. Juga saat kita memfokuskan kamera pada sebatang pohon di tengah hutan hal yang terpenting yang kita tangkap adalah pohon tersebut. Apa yang kita fokuskan itu menjadi hal yang terpenting.

Sama halnya dengan kamera, apa yang kita fokuskan menjadi hal yang penting dalam hidup kita. Namun sayangnya seperti fokus kamera pada pohon di tengah hutan, kita senantiasa fokus pada hal yang kecil bukan hal yang lebih besar dari kenyataannya. Demikian juga saat kita memfokuskan diri pada masalah, hal yang terpenting saat itu adalah masalah. Bukankah kita seharusnya mencari penyelesaian masalah? Mengapa kita malah berfokus pada masalah? Bukankah seharusnya kita fokus pada solusi?.

Kita sering sekali salah fokus. Apa yang sebenarnya tidak penting menjadi penting karena fokus yang salah. Apa yang berharga menjadi tidak berharga saat kita fokus pada hal yang tidak berharga sama sekali. Banyak fokus yang harus kita perbaiki di dalam kehidupan sehari-hari. Di dalam hubungan dengan pasangan, kita sering berfokus pada hal yang bukan utama dan tidak penting; Saat pasangan kita marah, apa yang kita pikirkan? "Mengapa ia senantiasa marah?", atau "Dia benci diriku.", atau "Mengapa dia tidak bisa menahan emosinya?". Bukankah kita sebaiknya memikirkan cara untuk memahaminya lebih dalam? Bukankah kita sebaiknya mencari apa alasan dia marah? Bukankah kita sebaiknya berdiam diri dan menerima bahwa kemarahannya karena rasa kasihnya pada diri kita?. Fokus yang salah akan merusak hubungan baik yang telah lama dibina.

Fokus yang benar adalah fokus pada solusi, bukan pada masalah. Fokus yang benar adalah fokus pada perbaikan diri senantiasa hari demi hari.

 hmmm, saya pikir ini cukup memberikan kita pengetahuan tentang disiplin dan fokus yang benar.


Baca Juga:
1. Miliki Kepercayaan Pada Diri Anda.
2. Saya Orang Gagal, Saya Tidak Bisa Melakukan Apa-Apa.
3. Mendisiplinkan Diri.




*sumber gambar:Failed

Jumat, 03 Oktober 2014

Orang jujur itu mahal

by Unknown  |  in Opini at  Jumat, Oktober 03, 2014
Sampai saat ini, saya pikir masih kejujuran lah yang merupakan nilai jual untuk tiap individu. Kepintaran, kemampuan, dan profesionalitas dapat dikembangkan oleh tiap individu secara berkala tetapi kejujuran lebih kepada prinsip hidup yang sangat sulit dikembangkan. Kejujuran merupakan aset yang sangat mahal karena untuk membentuk pribadi yang jujur diperlukan waktu yang tidak sebentar, bahkan kalau bisa dikatakan merupakan aset yang dibentuk mulai dari usia dini. Setiap orang bisa pintar, bisa memiliki kemampuan, bisa menjadi profesional seiring dengan waktu. Sedangkan kejujuran bukan berkembang seiring dengan waktu. Orang yang jujur berarti ia memiliki pribadi yang jujur. Maksud saya, kejujuran merupakan kepribadiannya yang tidak bisa dipisahkan.

Setiap orang berpotensi untuk menjadi orang jujur, tetapi sayangnya orang lebih memiliki untuk bersikap tidak jujur. Hal ini disebabkan karena dalam jangka pendek orang-orang jujur sering diperalat orang lain, sehingga orang-orang yang berusaha hidup jujur banyak yang tidak bertahan. Namun dalam jangka panjang orang-orang jujur yang akan berada di posisi terdepan kalau mereka berani mengambil visi yang besar.

Orang yang jujur pasti berani menentang sistem yang salah meskipun hal tersebut berlawanan dengan sikap profesional di lingkungan hidupnya. Orang yang jujur pasti berani melawan penyimpangan yang terjadi di lingkungannya.

Dalam pandangan saya, orang jujur yang paling memiliki banyak teman. Kenapa? karena orang tersebut bisa dipercaya. Tanpa kejujuran, kita hanya akan mendapatkan teman yang superficial, teman yang hanya sebatas teman di saat mereka memerlukan kita. Orang jujur pasti akan memiliki banyak teman yang dapat dipercaya.

Kepercayaan akan sangat mudah didapatkan jika anda jujur. Maka jujurlah dari sekarang. :)

Selasa, 16 September 2014

Cara mudah untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain

by Unknown  |  in Opini at  Selasa, September 16, 2014
Di dalam kehidupan yang namanya kepercayaan adalah modal dasar untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Tetapi banyak orang yang tidak mendapatkan kepercayaan dari orang lain.

Ada cara mudah untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain, dan saya pikir merupakan satu-satunya cara yang paling efektif dalam mendapatkan kepercayaan. Caranya adalah:

Bersikap dan Hidup Jujur


Kalau kita sudah melakukan seperti yang di atas, maka kepercayaan bakal dengan mudah didapat. Bahkan tanpa ada usaha sama sekali. Nah, sayangnya banyak orang yang tidak bisa bersikap jujur. Orang jujur itu susah dicari pada masa ini, ibarat mencari jarum di tengah laut. Bukan ibarat mencari jarum ditengah jerami. Karena kalau jarumnya amat sangat penting, maka kita tinggal membakar jeraminya... hehehehehe :D.

Dengan bersikap dan hidup jujur maka kita akan menjadi harta yang tak ternilai yang senantiasa dicari banyak orang. Maka mulai sekarang, bersikaplah jujur, hiduplah dengan jujur.


Salam Damai, PEACE... :D ;)

Senin, 08 September 2014

Mengapa sering gagal mencapai tujuan?

by Unknown  |  in Opini at  Senin, September 08, 2014

Kita sebagian besar pasti pernah gagal mencapai tujuan yang kita inginkan. Tetapi pernahkah kita menyadari mengapa kita gagal mencapai tujuan yang besar?. Dalam pemikiran saya yang masih sempit ini, kegagalan yang kita lakukan sering diakibatkan oleh keputusan setengah-setengah untuk mencapai tujuan. Kita terlalu takut untuk mengambil risiko dalam mengejar tujuan. Kita tidak benar-benar memutuskan untuk serius mengejar tujuan. Dalam pikiran kita, tujuan tersebut tidak akan tercapai jadi kita membuat tujuan cadangan yang lebih kecil dari tujuan awal. Namun dengan membuat dua tujuan yang berbeda, maka secara tidak langsung kita membagi pemikiran kita menjadi dua. Kita berpikir bahwa tujuan awal tidak bisa dicapai, maka kita tidak berusaha dengan sepenuh hati mengejar tujuan tersebut. Kita tidak berani mengorbankan banyak hal untuk mencapai tujuan awal tersebut.

"Decide to pursue the goal" atau memutuskan mengejar tujuan berarti memutuskan segala hal yang membuat tujuan tidak bisa tercapai dan fokus ke tujuan tersebut. Ini sesuai dengan asal kata "decide" yang berarti 'decidere, literally, to cut off, from de- + caedere to cut'. Jadi, untuk mengejar tujuan kita harus berani mengambil segala risiko gagal dan tetap fokus pada tujuan walau pun sepertinya sangat sulit.

Tujuan yang besar memiliki risiko yang besar. Apakah kita berani mengambil risiko tersebut dan memutuskan untuk tetap fokus pada tujuan?.

Rubuhkan semua jembatan yang telah dilewati agar tidak ada jalan kembali. Jadi kita terpaksa maju terus ke depan karena tidak ada jalan untuk pulang. Ambil risiko, percaya pada Pencipta, percaya pada kemampuan, maka niscaya tujuan kita akan tercapai.