Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 21 April 2015

Mengapa saya terus-terusan gagal?

by Joielechong sipayung  |  in Opini at  Selasa, April 21, 2015

*Failed
Mengapa saya terus-terusan gagal? Ini merupakan pertanyaan yang beberapa kali muncul dalam benak saya. Pertanyaan yang sama yang muncul saat saya berada dalam kondisi depresi dan kehilangan harapan. Mengapa saya senantiasa gagal?

Saya tahu mengapa saya gagal, saya tahu mengapa saya tidak berhasil sampai ke tujuan yang sudah saya harapkan dari dulu. Masalah utamanya adalah tidak adanya disiplin dan fokus. Itu saja. Namun disiplin dan fokus yang saya ketahui dahulu ternyata berbeda dengan yang saya ketahui sekarang. Tekanan hidup, masalah, dan depresi yang berat memberikan saya sedikit pengertian akan makna disiplin dan fokus yang sebenarnya. Bukan makna palsu yang selama ini saya ketahui.

Banyak orang mengerti bahwa kesuksesan diraih dengan kerja keras yang disertai disiplin dan fokus yang tinggi. Tetapi seperti halnya saya yang masih "muda" dalam pengalaman, banyak orang jatuh ke dalam pengetahuan dasar mengenai disiplin dan fokus tetapi kemudian menganggap pengetahuan ini merupakan pengetahuan lengkap dari hal-hal tersebut. Izinkan saya berbagi sedikit pengetahuan yang saya dapat dengan Anda. Sehingga dengan pengetahuan ini kita dapat sama-sama berkembang dan mencapai kesuksesan yang ingin kita raih.

Mari kita telaah pengetahuan tersebut. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, Disiplin berarti:
n 1 tata tertib (di sekolah, kemiliteran, dsb); 2 ketaatan (kepatuhan) kpd peraturan (tata tertib dsb); 3 bidang studi yg memiliki objek, sistem, dan metode tertentu;
Dan berdasarkan kamus bahasa inggris Merriam-Webster, Disiplin Discipline berarti:
:control that is gained by requiring that rules or orders be obeyed and punishing bad behavior
:a way of behaving that shows a willingness to obey rules or orders
: behavior that is judged by how well it follows a set of rules or orders
...
4: training that corrects, molds, or perfects the mental faculties or moral character
5
a : control gained by enforcing obedience or order
b : orderly or prescribed conduct or pattern of behavior
c : self-control
Perlu kita garis bawahi, kata terpenting dari makna disiplin adalah tata tertib dan ketaatan, dan sikap (behavior dalam bahasa inggrisnya). Hal yang terpenting di dalam disiplin bukan bagaimana kita tahu bagaimana itu disiplin atau bagaimana untuk disiplin. Tetapi adalah bagaimana kita taat pada aturan yang ada. Tindakanlah yang menentukan disiplin atau tidaknya seseorang, bukan pengetahuan atau aturan yang sekadar diketahui. Saya ulangi sekali lagi, disiplin berarti tindakan. Bertindak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Aturan apa? Aturan yang dimaksud adalah aturan yang kita terapkan pada diri sendiri yang bertujuan untuk memperbaiki sikap, kebiasaan, kemudian kepribadian. Tanpa adanya aturan yang kita tetapkan pada diri kita sendiri, tentu tidak mungkin kita melakukan atau bertindak untuk disiplin bukan?. Jadi untuk menjadi disiplin, pertama tentukan dahulu aturan yang harus kita ikuti; kedua, bertindak sesuai dengan aturan yang kita buat tersebut. Saya pikir cukup untuk membahas makna disiplin di sini. Mari kita melanjutkan ke Fokus.

Cara yang paling mudah menggambarkan apa itu fokus adalah dengan memahami kamera. Hampir semua kita tahu apa itu kamera. Kamera biasanya kita gunakan untuk mengabadikan foto-foto hal-hal yang kita inginkan. Hampir semua kamera memiliki fitur untuk fokus ke objek tertentu. Saat kita memfokuskan kamera pada seseorang di tengah keramaian, tentu hal yang menjadi penting yang kita tangkap adalah orang tersebut dan bukan keramaiannya. Juga saat kita memfokuskan kamera pada sebatang pohon di tengah hutan hal yang terpenting yang kita tangkap adalah pohon tersebut. Apa yang kita fokuskan itu menjadi hal yang terpenting.

Sama halnya dengan kamera, apa yang kita fokuskan menjadi hal yang penting dalam hidup kita. Namun sayangnya seperti fokus kamera pada pohon di tengah hutan, kita senantiasa fokus pada hal yang kecil bukan hal yang lebih besar dari kenyataannya. Demikian juga saat kita memfokuskan diri pada masalah, hal yang terpenting saat itu adalah masalah. Bukankah kita seharusnya mencari penyelesaian masalah? Mengapa kita malah berfokus pada masalah? Bukankah seharusnya kita fokus pada solusi?.

Kita sering sekali salah fokus. Apa yang sebenarnya tidak penting menjadi penting karena fokus yang salah. Apa yang berharga menjadi tidak berharga saat kita fokus pada hal yang tidak berharga sama sekali. Banyak fokus yang harus kita perbaiki di dalam kehidupan sehari-hari. Di dalam hubungan dengan pasangan, kita sering berfokus pada hal yang bukan utama dan tidak penting; Saat pasangan kita marah, apa yang kita pikirkan? "Mengapa ia senantiasa marah?", atau "Dia benci diriku.", atau "Mengapa dia tidak bisa menahan emosinya?". Bukankah kita sebaiknya memikirkan cara untuk memahaminya lebih dalam? Bukankah kita sebaiknya mencari apa alasan dia marah? Bukankah kita sebaiknya berdiam diri dan menerima bahwa kemarahannya karena rasa kasihnya pada diri kita?. Fokus yang salah akan merusak hubungan baik yang telah lama dibina.

Fokus yang benar adalah fokus pada solusi, bukan pada masalah. Fokus yang benar adalah fokus pada perbaikan diri senantiasa hari demi hari.

 hmmm, saya pikir ini cukup memberikan kita pengetahuan tentang disiplin dan fokus yang benar.


Baca Juga:
1. Miliki Kepercayaan Pada Diri Anda.
2. Saya Orang Gagal, Saya Tidak Bisa Melakukan Apa-Apa.
3. Mendisiplinkan Diri.




*sumber gambar:Failed

0 comments:

Silahkan tinggalkan komentar anda: