Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 06 Oktober 2015

Saya orang gagal, saya tidak bisa melakukan apa-apa

by Joielechong sipayung  |  in Personal Building at  Selasa, Oktober 06, 2015

Kecelakaan Kereta Api di Montparnasse, Prancis (1895).

"Saya orang gagal"
"Saya tidak bisa melakukan apa-apa"

Kebanyakan dari kita sudah tidak asing lagi dengan kedua kalimat di atas. Dan sepertinya kalimat tersebut sudah menjadi gambaran hidup kita dimana kegagalan terus menerus datang dan merenggut kebahagiaan yang seharusnya kita dapatkan. Hidup tidak adil karena telah menetapkan jalan hidup yang terlalu berat dan menekan bagi diri kita. Tuhan tidak adil!

Saya tahu betapa beratnya menjadi orang gagal, saya tahu perasaan orang yang sepanjang waktunya selalu dihinggapi perasaan tidak berharga. Saya pernah berada di posisi tersebut dan bahkan saat ini saya sedang berjuang untuk mengurangi pengaruh buruk dari perasaan tidak berharga ini. Saya cukup beruntung tidak memilih cara singkat seperti bunuh diri yang telah dipilih oleh orang yang tidak beruntung. Saya juga cukup beruntung karena tidak senantiasa gagal dimana ada orang yang sepertinya memiliki bakat untuk gagal. Kegagalan itu sangat menyakitkan dan sering sekali merenggut hidup dan waktu kita yang berharga. Kegagalan itu menyedihkan.

Setiap orang setidaknya pernah gagal dalam hidupnya. Namun setiap orang memiliki tanggapan yang berbeda dalam menghadapi kegagalannya. Ada yang merasa kegagalan itu mutlak merusak kehidupan, tetapi ada juga yang merasa kegagalan itu merupakan bagian dari hidup. Dan ada juga orang yang merasa bahwa kegagalan adalah hidup itu sendiri.

Gagal Adalah Cara Pandang
Gagal itu bukan berarti akhir dari hidup ini, tetapi gagal akan menjadi awal dari kematian jika kita memilih untuk mengakhiri hidup karena kegagalan tersebut. Gagal itu memang tidak indah malah cenderung membuat kita merasa berharga, membuat kita kehilangan kepercayaan dan bahkan kehilangan harapan. Kegagalan sering membuat kita berhenti untuk berusaha melakukan sesuatu yang sebenarnya bisa kita lakukan.

Apakah sebenarnya gagal itu? Gagal itu bukan sebuah pribadi, bukanlah sebuah benda atau materi yang bisa kita pegang. Gagal sebenarnya merupakan persepsi kita terhadap sesuatu hal yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Kegagalan adalah hasil pemikiran kita sendiri. Kita menilai, merasa, menimbang, dan menentukan sesuatu itu gagal dengan perasaan. Apakah kita bisa tahu gagal itu apa tanpa merasakannya? tentu tidak bukan?.

Kita memilih untuk merasa gagal.

Jadi, Mengapa Saya Merasa Gagal?
Kita tidak dilahirkan untuk gagal. Kita semua dilahirkan untuk sebuah tujuan dan gagal bukanlah tujuannya. Tetapi sayangnya, tujuan hidup kita menjadi semakin kabur dan semakin kabur seiring bertambah dewasanya umur. Acap kali keluarga menjadi faktor terbesar yang membuat kita merasa kegagalan itu nyata. Saat kita masih kecil, sering sekali yang kita dengan adalah kata-kata penolakan; tidak boleh nakal, tidak boleh berisik, tidak boleh ini dan tidak boleh itu, kamu tidak bisa keluar rumah, kamu tidak bisa melakukannya, kamu tidak bisa seperti kakak atau adikmu, kamu tidak bisa jadi orang besar, dan sebagainya. Kata-kata penolakan ini, yang hampir setiap hari diberikan pada kita sewaktu kecil, semakin tertanam seiring perkembangan tubuh dan kejiwaan kita. Dan secara tidak sadar, otak dan alam bawah sadar kita menerima hal tersebut sebagai kenyataan karena terus menerus diberikan.

Penanaman pemikiran seperti inilah yang membuat kita merasa gagal. Perasaan gagal ini semakin hari akan semakin besar, dan dengan semakina besarnya perasaan ini maka perasaan tidak berharga pun akan semakin besar. Makanya banyak orang yang merasa gagal akan merasa hidupnya tidak berguna.

Solusinya?
Kegagalan itu adalah produk pikiran. Banyak hal yang mungkin kita rasa sebagai kegagalan, tetapi kegagalan tersebut tidak permanen. Berhentilah berpikir gagal. Berhentilah percaya bahwa dirimu itu bukan apa-apa. Mulailah berpikir bahwa kegagalan itu hanya sebagai keberhasilan yang tertentu, bahwa kegagalan itu hanya merupakan solusi yang tidak tepat sasaran, bahwa kegagalan hanyalah sebuah kesalahan semata. Berpikirlah bahwa untuk setiap masalah selalu ada solusi. Kegagalan hanyalah sementara. Kegagalan bukan berarti hidupmu tidak berharga. Tetapi gagal merupakan sarana untuk kita berkembang lebih jauh.


0 comments:

Silahkan tinggalkan komentar anda: