free counters
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Biology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biology. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 November 2012

Hewan yang terpanjang umurnya, Ocean Quahog

by Unknown  |  in Biology at  Kamis, November 08, 2012
Hewan terpanjang umurnya adalah spesies kerang yang bernama ocean quahog (Arctica islandica), dimana  spesies kerang ini dimanfaatkan secara komersial. Para peneliti telah menafsirkan cincin atau gelang konsentris gelap di cangkangnya sebagai tanda tahunan, seperti lingkar tahun pada Pohon. Dari beeberapa spesimen yang dikumpulkan terhitung rata-rata memiliki umur lebih dari 400 tahun.

Rabu, 31 Oktober 2012

Bakteri bernafas dengan klorofom

by Unknown  |  in Science at  Rabu, Oktober 31, 2012

Telah ditemukan bakteri yang bernafas dengan menghirup klorofom bukan oksigen seperti yang dilakukan manusia. Penemuan ini diberitakan pada terbitan terbaru Environmental Microbiology berdasarkan laporan peneliti australia.

Dr Matthew Lee dari Universitas New South Wales berkata: "Ini adalah kali pertama dimana mikroorganisme ditemukan menggunakan klorofom dalam proses metabolismenya. Bakteri ini menggunakan klorofom seperti kita menggunakan oksigen."

Dr Lee menemukan bakteri dari sedimen bawah permukaan Port Botany, Sidney, Australia berespirasi dengan klorofom bukan dengan oksigen.
Bakteri tersebut menghirup klorofom dan mengeluarkan asetat, hidrogen dan karbon dioksida sebagai hasil respirasinya.
Bakteri ini dapat membantu mengatasi masalah pembersihan tempat-tempat yang tercemar oleh klorofom dengan lebih mudah dan lebih murah dibandingkan dengan membersihkan tempat tersebut secara manual.

Dr Lee berkata bahwa penelitian lebih lanjut dapat menolong menentukan kondisi yang paling baik bagi bakteri sehingga bakteri akan memberikan hasil terbaik saat bakteri tersebut digunakan untuk membersihkan tempat-tempat yang tercemar oleh klorofom.



sumber: http://www.abc.net.au/science/articles/2012/10/30/3607002.htm

Kamis, 18 Oktober 2012

Mengapa Ayam Jantan Berkokok Malam Hari

by Unknown  |  in Opini at  Kamis, Oktober 18, 2012
Dari beberapa artikel yang saya baca, banyak yang mengaitkan berkokoknya ayam jantan pada malam hari dengan agama. Dan semua artikel terkait itu berasal dari artikel tulisan orang Indonesia. Inilah kelemahan kita sebagai orang Indonesia, kebanyakan berpikir dari sudut pandang agama, apa-apa harus ditinjau dari agama.....hmmmm....

Mari berlogika :D

Mengutip dari buku When Do Fish Sleep?oleh David Feldman:
"Sebagian besar berkokok berlangsung di pagi hari, seperti halnya kebanyakan menyanyi, karena pada saat itulah burung-burung yang paling aktif, dan sebagian besar iklan teritorial terjadi kemudian. Banyak vokalisasi lain yang terdengar sepanjang hari adalah untuk jenis komunikasi lainnya, termasuk panggilan berkelompok, yang berfungsi untuk menjaga anggota dari kawanan untuk tetap bersama-sama dan berhubungan jika mereka keluar dari pandangan satu sama lain." 
Sebenarnya ayam jantan dapat berkokok kapan saja ia mau, beberapa ayam jantan berkokok secara konstan, beberapa lagi hanya berkokok sesekali dalam satu hari. Hal ini tergantung dari jenis dan kepribadian sang ayam. Pada beberapa jenis, ada yang tidak berkokok pada malah hari.

Jadi mengapa ayam jantan kelihatannya terkadang berkokok di malam hari? Ini dikarenakan pada malam hari merupakan jam istirahat bagi manusia, sehingga kokokan ayam sangatlah jelas terdengar, yang menganggu waktu istirahat  manusia.




Semoga gambar ini menyejukkan sedikit pembahasan kita
http://thefunnypicspage.com/9053/rooster-cat/

























Have a nice day... :D ;)




referensi:




Rabu, 17 Oktober 2012

benarkah Combantrin bisa menyembuhkan sakit gigi?

by Unknown  |  in Opini at  Rabu, Oktober 17, 2012


Pembahasan sederhana ini ada kaitannya dengan postingan saya sebelumnya tentang "Mitos gigi berlubang disebabkan cacing gigi".

Obat Combantrin yang tergolong pyrantel pamote (di bawah US Pharmacopoeia) atau pyrantel Embonate (di bawah Eropa Pharmacopoeia) ini, merupakan obat pembasmi cacing dalam pengobatan cacing tambang (semua jenis) dan cacing gelang (Ascaris lumbricoides, alias ascarids pada manusia) pada hewan peliharaan seperti kuda, sapi , domba, babi, kucing, anjing, dan banyak spesies lain. Obat ini adalah kombinasi dari pyrantel dan asam pamoat. Beberapa perusahaan obat memasangkan pyrantel pamoate dengan praziquantel untuk cacing pita, dan kadang-kadang febantel untuk whipworms dalam rangka untuk memberikan perawatan yang lebih lengkap untuk parasit usus dalam satu dosis. Jadi obat ini sejatinya merupakan obat cacing. Namun ada pemahaman pada beberapa orang bahwa obat Combantrin ini dapat menyembuhkan sakit gigi karena dalam anggapan mereka obat ini akan membunuh cacing yang terdapat pada gigi.
Saya sudah menjelaskan bahwa argumen cacing gigi tidaklah valid, tidak ada cacing gigi. Jadi kemungkinan ada hal lain dari penggunaan obat ini yang memberikan efek samping 'penyembuhan' sakit gigi.

Ada dua praduga saya tentang 'efek penyembuhan' ini :

  1. Efek samping penggunaan obat
  2. Placebo

Praduga pertama, efek samping penggunaan obat.
Efek yang mungkin terjadi karena mengkonsumsi pyrantel pamote: Mual, muntah, diare, perut / perut kram, sakit kepala, mengantuk, pusing, sulit tidur, atau kehilangan nafsu makan
Dari daftar efek samping ini, saya tidak dapat menemukan satupun yang bisa memberikan 'efek penyembuhan'. Jadi saya menduga bahwa ada efek samping yang belum diketahui dari obat ini yang memberikan 'efek penyembuhan' sakit gigi.

Praduga kedua, Placebo.
Saya lebih menominasikan praduga kedua ini sebagai penyebab 'efek penyembuhan' sakit gigi. Pengguna obat ini, yang percaya bahwa ada cacing gigi yang menyebabkan sakit pada gigi mereka, secara tidak langsung akan menciptakan kepercayaan dalam pikirannya bahwa obat ini akan menyembuhkan mereka, dimana kepercayaan ini semakin diperkuat oleh tingginya tingkat kesembuhan penyakit cacing perut pada pengguna lain setelah pemakaian obat tersebut.

Kesimpulan saya saat ini, Combantrin (pyrantel pamote) sama sekali tidak menyembuhkan sakit gigi.


Sekadar informasi tambahan, Pyrantel pamote ini ternyata dikategorikan sebagai substansi berbahaya berdasarkan OSHA 29 CFG 1910.1200.


Ditunggu saran dan perbaikan dari pembaca...:).



Have a nice day...:D ;)



sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Pyrantel_pamoate
Datasheet Pyrantel Pamoate (Santa Cruz Biotechnology, Inc)
http://www.healthlinkbc.ca/kb/content/drugdetail/hw49694.html
http://www.webmd.com/a-to-z-guides/pyrantel-pamoate-for-the-treatment-of-pinworms
http://www.drugs.com/sfx/pyrantel-pamoate-side-effects.html

Rabu, 10 Oktober 2012

Fungsi Lapisan Piliferous

by Unknown  |  in Biology at  Rabu, Oktober 10, 2012
Ada traffic ke blog ini yang menggunakan kata kunci fungsi lapisan piliferous... Jadi muncul rasa ingin tahu ini...
Tambah ilmu nih...:D


Lapisan piliferous atau Zona Rambut Akar merupakan bagian dari epidermis akar yang menopang rambut akar dan juga merupakan bagian penyerapan bagian epidermis akar. Dari lapisan inilah dihasilkan rambut akar. Bagian ini terletak sekitar 4-10 mm dari ujung akar (di luar zona perpanjangan). Pada tanaman muda, daerah ini bertanggung jawab untuk sebagian besar dari penyerapan air bagi tanaman tersebut. Namun pada tanaman yang lebih tua dan besar dan dalam kondisi cekaman air, proporsi air yang lebih besar bergerak diseluruh wilayah tersuberisasi pada akar jauh di belakang dari ujung akar.
Lapisan piliferous hanya terdapat dibagian muda dari akar, kira-kira 2 atau 3 mm dibelakang puncak akar.


Bagian melintang dari akar dikotil muda. Pericycle antara endodermis dan jaringan pembuluh terdiri dari sel-sel parenkim yang lebih tua menjadi akar mengalami lignifikasi. Bagian tengah akar dalam jaringan pembuluh terdiri dari sel-sel paranchyma di root muda tapi segera menjadi diubah menjadi xilem



Referensi:

  1. http://www.talktalk.co.uk/reference/encyclopaedia/hutchinson/m0030840.html
  2. http://www.encyclopedia.com/doc/1O6-piliferouslayer.html
  3. http://botanydictionary.org/piliferous-layer.html
  4. Biology: A Functional Approach Halaman 183