free counters
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Januari 2016

Bersihkan noda/kotoran di layar komputer atau laptop Anda?

by Unknown  |  in Saran at  Jumat, Januari 08, 2016

Saat lagi membaca sebuah buku elektronik karangan Napoleon Hill - How to overcome failure and achieve success, saya lihat ada noda/kotoran berupa titik hitam. Ada beberapa buah titik terdapat di layar laptop yang saya pakai. Ini gara-gara malas membersihkan juga sih, hahahahaha.

Yang mau saya sampaikan di sini sebenarnya ada hubungan dengan artikel saya yang kemarin - Koma Atau Titik, Hal Yang Sepelekah?, hubungannya adalah masalah titik. Itu doang. Hehehe, bercanda.

Maksud saya, penting sekali untuk menjaga kebersihan layar komputer atau laptop Anda. Karena saya pernah mengalami hal yang cukup unik saat sedang mengetik di word processor (yang kebanyakan orang pakai Micro$oft Words, tapi saya beda karena saya pakai LibreOffice :P). Kejadian uniknya berupa tanda titik yang ada di dokumen yang lagi saya kerjakan. Awalnya saya heran kapan saya buat tanda titik di sebuah kalimat yang sebelumnya saya ketik ini. Padahal kalimatnya seharusnya tidak terpisah oleh tanda titik. Ternyata tanda titik tersebut merupakan noda di layar karena cukup rutinnya saya tidak membersihkan layar, wkwkwkw.

Jadi sebagai orang yang pernah mengalami hal ini, saya menyarankan agar pembaca rajin dan semangat dalam membersihkan layar komputer atau laptopnya. Agar segala kesulitan yang pernah saya alami tidak perlu dirasakan lagi oleh pembaca.

Karena saya tahu sakitnya itu, Di sini.



P.S: Artikel ini murni membantu dan sekaligus menyegarkan pikiran kita.





Sumber gambar: My IBM nightmare with the eBay seller

Rabu, 17 Oktober 2012

Mitos Gigi berlubang disebabkan cacing gigi

by Unknown  |  in Mitos at  Rabu, Oktober 17, 2012

Wah...wah... dapat lagi mitos terbaru hari ini... Memanglah kalau berada di antara Ibu-Ibu selalu ada aja cerita-cerita baru yang muncul dari antah berantah.

Mitos kali ini: Gigi yang berlubang disebabkan oleh cacing gigi.

Mitos ini sudah berumur lanjut, data yang tertua terdapat pada sebuah teks Sumeria dari tahun 5000 SM yang menyatakan bahwa penyebab karies gigi adalah "cacing gigi" yang mengisap darah di gigi.  Teks mengenai kepercayaan ini ditemukan pada beberapa tablet tanah liat yang terkubur di dekat Niffer, Ur dan beberapa kota sekitar lembah mesopotamia. Bukti kepercayaan akan mitos ini juga terdapat di India, Mesir, Jepang, dan China. Di china, terdapat Relik yang berasal dari dinasti Shang berumur 1000 SM yang menjelaskan bahwa cacing masuk ke rongga mulut yang kemudian menyebabkan lubang pada gigi. Suku Aztek yang mendiami daerah Mexico City, juga percaya bahwa cacinglah penyebab karies gigi.

di Zaman pencerahan Eropa, kepercayaan akan cacing gigi sudah tidak lagi diterima. Pierre fauchard, yang dikenal sebagai bapak kedokteran gigi modern, adalah salah satu orang pertama yang menolak kepercayaan ini.

pada tahun 1890, berdasarkan penelitian oleh WD Miller, disimpulkan bahwa bakteri yang hidup di rongga mulut lah yang menyebabkan kerusakan gigi dimana bakteri ini akan menghasilkan asam yang melarutkan struktur gigi saat bakteri ini berada di lingkungan gigi yang terdapat fermentasi karbohidrat.


Jadi, secara ilmiah telah dibuktikan bahwa bukan cacing gigi yang menyebabkan gigi berlubang tetapi bakteri.

Kesimpulan: Cacing gigi invalid.


Have a nice day...:D ;)



sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Dental_caries
http://kosmo.hubpages.com/hub/What-Can-I-Do-about-My-Bad-Teeth
http://health.wikinut.com/LOVE-YOUR-TEETH-NOW/3pklobpb/

Selasa, 16 Oktober 2012

Mitos ayam berkokok saat maghrib ada wanita hamil pra-nikah

by Unknown  |  in Kesehatan at  Selasa, Oktober 16, 2012

Ada mitos yang saya dengar bahwa kalau ada ayam berkokok pada saat maghrib berarti ada wanita yang dihamili di luar nikah pada saat itu. Hmmmm.....

mari kita telaah secara logika,

Pada tahun 2011 Menko Kesra mengatakan "Tiap Hari 10 Ribu Bayi Lahir di Indonesia". Dengan perhitungan kasar rata-rata dari  kisaran 2,3 juta wanita indonesia terdapat 30 persen remaja dimana ditemukan 37.000 kasus kelahiran yang tidak diharapkan, 27 persen dari kasus ini merupakan kelahiran diluar nikah.
Anggap bahwa 2.3 juta wanita melahirkan 10 ribu bayi per hari:
x = 10.000 / 2.3 juta
x = 0.0043
remaja sejumlah 30% dari 2.3 juta wanita
   30 % x 2.3 juta = 690.000 wanita
Berarti jumlah kelahiran untuk wanita remaja:
690.000 * x = 690.000 * 0.0043 = 2967 kelahiran per hari
27% dari kelahiran ini merupakan kelahiran di luar nikah:
 27% * 2967 = 801 kelahiran
Dalam satu hari terdapat 24 jam, dengan menganggap bahwa waktu maghrib itu mulai jam 18:00 sampai 17:00, maka kita dapatkan 23 pembagian waktu (18:00-17:00 dianggap satu waktu).
Dengan menganggap bahwa waktu kelahiran merata, maka terdapat:
801 / 23 = 34.82 kelahiran = 35 kelahiran per waktunya.

Dengan demikian, saya bisa mengatakan bahwa mitos tersebut tidak benar. (Meskipun banyak sekali asumsi dalam logika saya, hehehehe)
Saya sangat mengharapkan koreksi dari teman-teman yang membaca...:D ;)



Have a nice day...;)






referensi:

  1. http://www.tempo.co/read/news/2012/09/27/060432249/97-Persen-Kelahiran-di-Indonesia-Tidak-Diinginkan
  2. http://www.adnkronos.com/AKI/English/Security/?id=3.0.3020447372
  3. http://www.poskotanews.com/2012/05/27/209-persen-abg-hamil-di-luar-nikah/
  4. http://nasional.news.viva.co.id/news/read/344307-studi--20--remaja-jakarta-hamil-di-luar-nikah




Sabtu, 16 Juni 2012

Kesehatan Mata Anak, Fakta dan Mitos

by Unknown  |  in Kesehatan at  Sabtu, Juni 16, 2012

Banyak orang tua tumbuh dengan pandangan medis atau saran yang telah terbukti oleh para ilmuwan tidak benar atau ketinggalan jaman. Berikut ini adalah tinjauan dari lima mitos umum tentang kesehatan mata anak-anak dan realitas medis di belakang mereka, yang disiapkan oleh dokter di The Vision Center Rumah Sakit Anak Los Angeles.

1. Duduk terlalu dekat dengan TV akan merusak mata anak Anda.
Mitos. "Duduk di depan TV atau layar komputer selama empat jam dapat menghalangi perkembangan intelektual anak Anda tetapi tidak akan merusak mata mereka," menurut Dr Mark Borchert, kepala divisi dari  The Vision Center di Rumah Sakit Anak Los Angeles.
Dr Borchert mengatakan bahwa anak-anak dapat menderita penglihatan kabur, sakit kepala dan masalah lainnya ketika berfokus terlalu lama pada satu objek, seperti layar komputer. Video lama sesi permainan mungkin memiliki konsekuensi yang merugikan seperti interaksi sosial berkurang atau lebih sedikit waktu melakukan pekerjaan rumah, namun mereka tidak akan secara permanen merusak mata anak.
"Jika seorang anak duduk terlalu dekat ke layar TV atau komputer, mungkin karena dia perlu kacamata untuk melihat dengan baik. Duduk sangat dekat dengan layar tidak akan membuat mereka perlu kacamata, "kata Dr Borchert.

2. Banyak makan wortel akan meningkatkan penglihatan anak.
Mitos. Wortel memang mengandung vitamin A, yang merupakan bahan utama dalam keseluruhan nutrisi yang baik, bagaimanapun, makan banyak wortel tidak akan meningkatkanpenglihatan Anda. Temuan penelitian terbaru menemukan bahwa mengonsumsi makanan kaya Lutein, nutrisi tanaman, dapat membantu mencegah berkaitan dengan usia degenerasi makula, salah satu penyebab paling umum kebutaan pada orang dewasa yang lebih tua. Lutein merupakan karotenoid, pigmen alami, ditemukan dalam sayuran berdaun hijau seperti bayam dan di berbagai buah-buahan dan jagung.
"Penelitian ini sangat awal, tetapi menunjukkan bahwa Lutein dapat membantu melindungi orang dewasa dari degenerasi makula. Makan diet seimbang dengan banyak sayuran hijau sudah cukup untuk kebanyakan keluarga, "kata Dr Borchert.
Reputasi wortel sebagai peningkat penglihatan ini sebagian disebabkan oleh kenyataan bahwa sumber Vitamin A sangat membantu dalam mengobati rabun senja, juga disebut buta ayam, yang dapat disebabkan oleh kekurangan Vitamin A.

3. Hanya orang dewasa bisa memakai lensa kontak dengan aman.
Mitos. Anak-anak dari segala usia, bahkan bayi, bisa memakai lensa kontak dengan aman jika prosedur yang benar diikuti. Di bawah usia 10, orang dewasa harus memasukkan, menghapus dan membersihkan lensa. Banyak anak lebih dari usia 10 tahun dapat menangani lensa kontak (memakai dan membersihkan) sendiri.
Menurut Dr Borchert, dokter mata anak dapat meresepkan lensa kontak untuk bayi dan anak yang sangat muda untuk meningkatkan pengembangan visi saat mata memerlukan resep yang sangat berbeda setelah operasi katarak, jaringan parut kornea atau penyakit seperti Retinopati dari Prematuritas.
Dr Borchert mengatakan bahwa bukan ide yang baik untuk anak-anak sekolah dasar untuk memakai lensa kontak hanya untuk alasan kosmetik. Juga, semua lensa kontak harus diperoleh melalui dokter, baik ophthalmologist atau dokter optometri.

4. Berlari dengan memegang gunting adalah penyebab utama dari cedera mata pada anak.
Mitos. Sebuah survei nasional terbaru di Amerika Serikat menemukan bahwa sekitar 59% dari cedera mata pediatrik terjadi selama acara olahraga dan rekreasi. National Eye Institute (Amerika Serikat) juga menyatakan bahwa baseball adalah olahraga yang bertanggung jawab untuk jumlah terbesar dari cedera mata pada anak usia 14 dan lebih muda. Namun, basket adalah penyebab utama dari cedera mata pada mereka yang berusia 15 sampai 24.
Menurut Prevent Blindness America, 72 persen dari semua cedera mata karena olahraga terjadi pada orang yang berusia 25 dan lebih muda. Namun, hanya 15 persen anak-anak memakai pelindung mata. Anak-anak harus didorong untuk memakai kacamata keselamatan yang tepat, seperti kacamata atau masker wajah, untuk setiap olahraga di mana mereka berpartisipasi.

5. Tidak mungkin membuat anak-anak muda memakai kacamata hitam (anti sinar matahari).
Mitos. "Sangat penting bahwa anak-anak muda mengenakan kacamata hitam dan produk baru dengan tali-pada frame sehingga mempermudah kacamata untuk dikenakan," kata Dr Borchert.
Lensa mata seorang anak memungkinkan sinar UV 70% lebih banyak untuk mencapai retina dibandingkan orang dewasa. Kebanyakan orang tua menyadari kebutuhan penting untuk melindungi kulit anak-anak mereka dari paparan sinar UV dengan blok matahari, namun hanya beberapa yang menyuruh anak-anaknya memakai kacamata hitam.
"Jika di luar ruangan cukup terang bagi Anda untuk memakai kacamata hitam, anak Anda juga harus memakai kacamata hitam," kata Dr Borchert.



referensi: http://www.chla.org/site/c.ipINKTOAJsG/b.6064403/k.AE93/Eye_Health_Myths_and_Facts__Kids_Eye_Health__The_Vision_Center.htm