Software Manajemen dan Calibre

Software Manajemen dan Converter E-book

Aplikasi Toko

Program Aplikasi Toko Sederhana Dengan VB 2008 dan Mysql

Biji Terkecil dan Terbesar di Dunia

Biji Terkecil Di Dunia : Biji Anggrek Epifit

When I See You Smile

When I See You Smile, John Waite atau Yoda, Sebuah Opini

Kompres Foto dengan Caesium

Kompres Ukuran Foto yang Besar dengan Caesium

10 Kebiasaan Pembatas Karir

Apakah Anda Memilikinya? Ingin Mengatasinya?

Jumat, 08 Mei 2015

Disiplin, lagi.



Berubah dari orang yang berantakan menjadi disiplin itu susah, gak ngampang. Kalau ada yang bilang itu gampang, berarti dia belum pernah jadi orang berantakan sebelumnya. Menjadi disiplin itu butuh kerja keras. Secara teori sangat mudah, tentukan dan atur setiap waktumu dan kemudian ikuti dengan sepenuh hati, tetapi aplikasinya butuh kemauan yang keras. Tetapi ada hal yang sangat menguntungkan ketika kita disiplin. Akan muncul sebuah kesadaran baru bahwa banyak waktu kita yang sebenarnya tersia-siakan sebelumnya. Dan kemudian secara totalitas kehidupan kita akan berubah. Dengan disiplin kita mengubah pola dasar hidup yang lama dengan pola yang baru. Pola ini secara sistematis akan mempengaruhi tindakan kita yang lainnya, mulai dari bertumbuhnya pemikiran untuk merencanakan penggunaan waktu, perubahan pola makan, bahkan sampai pada pola pikir kita. Disiplin adalah kunci perubahan hidup. Jika ingin sukses, maka kita harus memulai untuk hidup disiplin mulai dari sekarang. Semangat...:D ;)

Selasa, 28 April 2015

Tips memasak mie instant yang sehat, Hah??



Mie Instant*

Ada sebuah artikel yang saya baca yang berjudul "Tips Memasak Mie Instant Yang Sehat" yang benar-benar di luar jangkauan nalar saya yang biasa aja ini. Mungkin artikel ini dibuat dikarenakan ketidaktahuan penulis atau sengaja dibuat karena traffic untuk judul tersebut tinggi, tapi saya tidak tahu pastinya. Namun sangat disesalkan jika hanya demi traffic penulis rela membodohi orang lain.

Mie instant mengandung zat aditif, seperti Natrium Polifosfat, Monosium Glutamat (MSG), zat pewarna seperti Tartazine, dan zat pengatur keasamaan seperti Natarium Karbonat dan Kalium Karbonat. Kesemuanya zat ini akan memberikan efek buruk pada tubuh pada jangka panjang. Sebagian besar dari zat ini bersifat karsinogenik, yaitu berpotensi menimbulkan kanker. MSG memiliki banyak efek buruk bagi tubuh anda, meskipun banyak yang berkata MSG tidak berbahaya tetapi MSG sangat berbahaya bagi diri Anda (silahkan baca tentang MSG di link ini, bahasa inggris).

Sesuatu yang tidak sehat untuk dikonsumsi bisa dimasak dengan sehat, mungkinkah hal tersebut?. Pasti tidak mungkin.

 Sebaiknya hindari konsumsi mie instant dalam hidup anda, apalagi jika anda memiliki keuangan yang cukup. Untuk apa beli mie instant, lebih baik anda sewa koki untuk membuat mie bagi anda..hehehe. Tetapi ada satu pengecualian. Bagi kalangan anak kost, mungkin mie instant lebih dekat di hati dikarenakan harganya yang murah dan sekaligus penunjang kehidupan di saat-saat genting seperti akhir bulan. Intinya, berhenti konsumsi mie instant dan mulailah hidup sehat. Karena hidup anda jauh lebih berharga daripada kenikmatan mie instant yang datang dan pergi sesuka hatinya.


* Gambar diambil dari http://www.resepmenumasak.com/mie/mie-instan-pedas-has-indonesia.html

Minggu, 26 April 2015

Cara mudah mengatasi masalah



Masalah memang selalu ada dan setiap hari kita hampir selalu bersentuhan dengan masalah, baik itu kecil maupun besar. Setiap masalah memiliki jalan keluarnya sendiri. Pastinya selalu ada jalan keluar untuk sebuah masalah. Dan terkadang solusinya hanya dengan berdiam diri atau berhenti memikirkan masalah itu.

Ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah. Kesederhanaannya sering menjadi hal yang terabaikan oleh kita karena secara natural kita memikirkan sebuah solusi untuk masalah tidak pernah sederhana. Hal-hal sederhana itu adalah sebagai berikut:

1. Menganggap Masalah Itu Sebagai Umpan Balik.
Masalah adalah umpan balik dari keadaan yang kita butuhkan untuk berkembang. Memiliki masalah berarti kita memiliki potensi untuk berkembang. Umpan balik akan membuka pikiran bahwa ada hal yang perlu diperbaiki dalam hidup ini.

2. Berhenti Memikirkannya.
Masalah tidak pernah menjadi masalah kalau kita tidak menganggapnya sebagai masalah. Pemikiran kita yang menentukan hal tersebut. Orang-orang yang sukses tidak menganggap masalah sebagai hal yang menggangu tetapi menganggap masalah sebagai lecutan untuk lebih hidup dan lebih bersemangat lagi. Masalah tergantung oleh bagaimana kita memikirkannya.

3. Hidup Anda Berharga Karena Anda Masih Diberi Kesempatan Mengecap Masalah.
Tentu saja! Jelas sekali hidup anda sangat berharga karena ternyata anda diberi kesempatan untuk merasakan masalah. Anda layak untuk mengembangkan potensi anda lebih lanjut karena anda telah diberi kesempatan untuk memperbaiki diri dengan menghadapi masalah. Sama halnya seperti seorang anak didik dalam sebuah sekolah yang senantiasa diberi soal untuk mengembangkan kemampuannya, anda diberi masalah untuk mengembangkan potensi anda dalam hidup ini. Tanpa ada masalah kita tidak mungkin berkembang. Lihat saja seorang yang dianggap bijaksana, mengapa dia dianggap bijaksana? karena dia mampu memecahkan masalah yang dia hadapi. Bagaimana dia memecahkan masalah kalau dia sendiri tidak pernah mengecap masalah? Bahkan orang menjadi bijak karena pernah menghadapi banyak masalah.


Berhentilah tenggelam dalam masalahmu. Percaya bahwa selalu ada solusi dari setiap masalah. Percaya bahwa Penciptamu pasti memberikan yang terbaik bagi anak-anakNya, bahkan saat kamu diberikan ujian, masalah, dan pencobaan.

Sabtu, 25 April 2015

Mengapa Bunuh Diri ?



Saya mulai mengerti sekarang mengapa kebanyakan orang yang nekat ingin mengakhiri hidupnya karena tekanan hidup. Setelah mengalami beratnya tekanan hidup, aku mengalami sendiri bagaimana keinginan untuk bunuh diri itu muncul.

Bunuh diri memang bukan merupakan jalan yang benar, kalau tidak bisa dikatakan jalan yang benar-benar salah, untuk keluar dan lepas dari masalah hidup. Tetapi bunuh diri merupakan cara instan yang paling populer untuk lepas dari keadaan yang mendesak. Berdasarkan statistik angka bunuh diri di www.suicide.org, lebih dari 1 juta orang meninggal akibat bunuh diri dan tiap 40 detik ada 1 orang yang meninggal akibat bunuh diri di suatu tempat di dunia ini. Jadi bunuh diri memang sangat-sangat populer.

Dari penilaian orang normal, bunuh diri merupakan solusi yang aneh untuk mengatasi masalah. Tidak masuk akal untuk melakukan bunuh diri. Tetapi jika orang normal tersebut pernah menjadi orang yang tidak normal (mungkin sedikit kasar jika mengatakan abnormal); pernah merasakan bagaimana sulitnya saat putus asa, depresi, cemas, kehilangan arah hidup, atau kehilangan pegangan hidup, atau bahkan kesulitan ekonomi, mungkin orang normal tersebut akan mengerti mengapa bunuh diri menjadi satu-satunya jalan yang paling mudah.

Keinginan dasar manusia adalah keinginan bertahan hidup. Namun saat penunjang keinginan ini hilang, maka hilanglah alasan manusia untuk bertahap hidup. Manusia ingin bertahan hidup bukan hanya untuk memenuhi keinginan untuk bertahan hidup itu sendiri. Ia ingin bertahan hidup untuk menunjukkan betapa berharganya dirinya baik untuk dirinya sendiri dan untuk orang lain di sekitarnya, terutama keluarga dan pasangan hidupnya. Saat ia kehilangan harga diri, saat ia merasa tidak memiliki lagi harga diri, tak memiliki lagi makna dirinya bagi dirinya dan orang lain, maka ia akan menganggap dirinya tidak berguna. Dan kita tahu sama-sama sesuatu yang tidak berguna pasti dibuang. Maka dia akan membuang hidupnya yang dia pikir tidak berguna.

Orang-orang cenderung untuk bunuh diri saat ia kehilangan pegangan hidupnya; kehilangan kepedulian dari keluarga, disisihkan masyarakat, dan kehilangan kasih sayang dari orang lain. Tanpa ada pegangan hidup, tubuh menjadi tidak berarti lagi. Apakah gunanya hidup jika tidak ada manfaatnya?. Bukankah lebih baik diakhiri saja?. Inilah yang biasanya dipikirkan tiap orang yang ingin mencabut nyawanya sendiri.

Tiap masalah yang dipikirkan oleh pribadi yang ingin bunuh diri merupakan sebuah fakta. Keadaan ekonomi, harga diri, status sosial di masyarakat kesemuanya merupakan fakta hidup. Masalah hidup itu nyata adanya. Setiap orang memiliki masalah-masalah pribadi. Tiap orang pasti mengalami masalah.

Masalah yang dihadapi orang yang ingin bunuh diri biasanya telah lama menggerogoti pikirannya. Masalah itu menjadi semakin besar setiap saat bukan saja karena masalahnya besar tetapi juga dikarenakan fokus pada kegagalan terus-menerus yang dialami orang tersebut. Untuk itu, perlu mengubah perspektif terhadap masalah yang dihadapi. Ubah fokus dari masalah ke manfaat dari masalah tersebut. Fokus pada masalah hanya akan memperbesar masalah bukan memperbaiki atau pun menyelesaikannya.

Bagaimana mengatasi keinginan untuk bunuh diri? Ingat bahwa sebenarnya hidup kita ini berharga. Meskipun orang lain menganggap kita sampah masyarakat tetapi kita adalah berharga. Kita benar-benar berharga. Walaupun keluarga kita menganggap kita sudah mati, walaupun orang terdekat, teman, dan pasangan hidup menganggap kita tidak berharga, kita tetaplah berharga. Kamu jauh lebih berharga dari yang kamu kira, jauh lebih berharga dari yang orang lain nilai. Dan satu yang pasti, kamu berharga di mata Penciptamu. Jika orang lain menganggap engkau sampah, Tuhan menilai kamu berharga di matanya.

Berhenti berpikir untuk mengakhiri hidupmu. Hiduplah untuk Penciptamu.





Bertahan saat putus asa



Sulit untuk tetap bertahan pada prinsip dan visi yang ingin kita capai saat orang-orang terdekat tidak mendukung. Dan tidak jarang orang-orang terdekat kita juga yang sering menjatuhkan mental yang sedang kita bangun. Sulit untuk mencapai apa yang kita tuju jika dukungan yang kita harapkan dari orang terdekat ternyata berbalik menjadi pematah semangat.

Tetapi ini tetaplah sebuah alasan yang sering kita pakai untuk membenarkan ketidakberanian kita untuk tetap bertahan dan maju. Hal yang ingin kita capai itu yang seharusnya menjadi hal yang terpenting daripada sekadar alasan untuk berhenti. Jika memang visi yang ingin dicapai patut diperjuangkan, maka alasan-alasan tersebut harus dibuang jauh-jauh.

Menjadi sebuah dilema tersendiri jika ternyata yang menjadi alasan kita untuk sulit bertahan adalah pasangan yang hidup yang tidak sepikiran dengan kita. Hal ini menjadi semakin rumit jika visi yang ingin dicapai merupakan visi yang menyertakan pasangan hidup sebagai bagian dari visi tersebut. Apa yang dapat kita lakukan jika ini terjadi?

Tatkala pasangan hidup menjatuhkan mental, hidup serasa tidak memiliki makna lagi. Visi yang ingin diraih seperti menjadi hal yang mustahil dilakukan. Dilema muncul karena tidak bisa memisahkan antara pentingnya visi dan pentingnya teman pasangan hidup. Sulit untuk memisahkannya karena hampir tidak ada batasan yang jelas di antaranya.

Apa yang bisa kita perbuat untuk mengatasi hal ini?. Sampai sekarang saya belum menemukan solusi yang tepat untuk ini. Dan saya harus jujur dengan kenyataan yang terjadi pada hidup saya, semangat saya patah karena ternyata hampir tidak ada dukungan dari keluarga, bahkan pasangan saya, yang dapat menguatkan hati saya kembali.

Namun dibalik semuanya itu, saya masih memiliki keyakinan pada Pencipta hidup saya ini. Bahwa Tuhan memiliki rancangan yang indah untuk setiap anak-anakNya. Bahwa Tuhan memberikan sebuah tujuan hidup bagi setiap anak-anakNya. Dan Ia memampukan kita untuk tetap bertahan di dalam kondisi apa pun, di dalam masalah apa pun, di setiap waktu. Ia memberikan kita ujian-ujian kehidupan agar kita siap menerima rancanganNya yang indah bagi masing-masing kita.

Tetap kerjakan visimu dan berserah pada Tuhanmu. Percayalah bahwa setiap masalah selalu ada jalan keluar. Tetap maju dan bertahan walaupun kamu tidak tahu apa yang akan terjadi di depan. Kerjakan rancangan hidupmu dan hiduplah dengan selalu berpegang pada anugerah Sang Pencipta.