Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 22 Juli 2016

Mempercepat Kualitas Kebasian Nasi

by Joielechong sipayung  |  in Opini at  Jumat, Juli 22, 2016
Saya mengalami pengalaman yang unik baru-baru ini, yang saya rasa tidak semua orang pernah mengalaminya dan hanya orang-orang terpilih saja yang dapat paham, merasakan, dan menghayati pengalaman ini 8:).

Suatu ketika saya sedang kelaparan. Kebetulan ada nasi yang sebelumnya sudah ditanak di Rice Cooker dengan pemanas (Istilah kerennya: MagicJar). Rupanya setelah saya hendak memakannya, nasi tersebut saya temukan sudah mulai berair dan sedikit berbau. Tetapi masih layak untuk dimakan.

Karena memiliki pengetahuan yang cukup mendalam tentang proses fermentasi pada makanan, timbul ide untuk memanaskannya kembali, tetapi dengan memilih mode masak. Otak saya yang jenius ini berpikir pasti bakteri yang memfermentasikan nasi itu mati kepanasan. Kalau bakterinya mati, berarti nasinya bisa saya makan seperti biasanya.

Setelah menunggu beberapa menit suara "Klik" yang menandakan sudah masak berbunyi. Saya berguman dalam hati "Wah, sudah masak. Waktunya makan". Namun apa daya, setelah saya periksa nasinya ternyata malah jadi basi. Teori jenius saya ternyata salah total. Dan akhirnya saya terpaksa makan nasi basi karena sangat dan terlalu kelaparan.

Satu pertanyaan yang akhirnya muncul di benak,
Apakah hasil pengalaman saya bisa dijadikan basis untuk menerima Nobel Kimia?. Mungkin saja.


Moral Of The Story:

  1. Jangan terlambat makan. 
  2. Jangan suka menunda-nunda. 
  3. Sesuatu yang instan didapatkan cenderung tidak baik. 
  4. Hati-hati kena maag.
  5. Jangan malas.

Selasa, 14 Juni 2016

Memasukkan karakter unicode ke teks di Linux

by Joielechong sipayung  |  in Pengetahuan dasar at  Selasa, Juni 14, 2016

Rupanya untuk memasukkan karakter unicode tertentu ke sebuah teks di sistem operasi Linux sangatlah gampang. Kita tinggal mencari kode karakter unicode yang kita perlukan, kemudian memasukkannya dengan menekan tombol keyboard Ctrl + Shift + U  lalu tekan tombol kodenya.

Langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Tekan Ctrl + Shift + U dan tahan semuanya.
2. Lepaskan tombol U, tetapi tetap tahan tombol Ctrl + Shift
3. Masukkan kode karakter unicode
4. Lepas tombol Ctrl + Shift

Contohnya, jika saya ingin memasukkan karakter enter (kode karakternya U+23CE) maka saya akan menekan Ctrl + Shift + U, lalu lepas tombol U dan kemudian mengetikkan 23CE, lalu lepaskan semuanya.

Ini hasilnya: ⏎



sumber: Unicode input

Minggu, 12 Juni 2016

Mass convert OpenDocument like odf and ods to excel

by Joielechong sipayung  |  in Script at  Minggu, Juni 12, 2016
It turns out that we can use LibreOffice to mass convert OpenDocument, such as odf, ods, or etc, to other format. What I need is to mass convert ods files to xls. We just need a single line to convert a file.
 For example, when we want to convert file.ods to file.xls on current folder, we use the following line in bash:
 soffice --headless --convert-to xls file.ods  
To mass convert all file in current folder, use the following code:
 for i in *.ods;   
  do soffice --headless --convert-to xls "$i" ;   
 done  
Sample code can be found in https://github.com/joielechong/collection_of_script under bash folder.

Kamis, 24 Maret 2016

Sakit hati, kekecewaan, penderitaan, masalah, beban, dan kesulitan hidup

by Joielechong sipayung  |  in Opini at  Kamis, Maret 24, 2016

Sakit hati, kekecewaan, penderitaan, masalah, beban, dan kesulitan hidup sebenarnya adalah faktor yang sangat penting bagi kehidupan kita. Memang sulit untuk dihadapi tapi perlu dilewati.

Semakin sering kita mengalami hal-hal tersebut, dan berhasil melewatinya, semakin dewasa pula kita. Memang itu semuanya benar-benar menyakitkan, tetapi ironisnya tanpa hal tersebut kita sulit untuk mengerti hal-hal yang bermanfaat bagi hidup kita sendiri.

Seperti halnya rasa sakit, kalau kita pikir sekilas rasa sakit mungkin kelihatan bermanfaat. Apa gunanya rasa sakit? Bukankah perasaan yang menyenangkan itu yang penting?. Contoh sederhana ini mungkin akan membuka pikiran kita:
Coba pikirkan kalau kamu tidak bisa merasakan sakit. Awalnya kelihatan hebat karena kamu tidak perlu lagi kuatir akan sulit dan kerasnya kehidupan. Sekarang bayangkan saat tanganmu kamu arahkan ke api dari sebuah lilin yang menyala. Dengan kondisi tanpa rasa sakit, kamu akan terus meletakkan tanganmu karena tidak ada rasa sakit karena terbakar. Dan jika kamu tidak menjauhkan tanganmu dari api tersebut, maka tanganmu akan terbakar dan bisa jadi cacat permanen. Rasa sakitlah yang menyebabkan kamu menjauhkan tanganmu dari api lilin tersebut. Rasa sakitlah yang menyelamatkan tanganmu.

Ada pepatah yang mengatakan "Pengalaman adalah guru yang terbaik", hal ini hampir sepenuhnya benar. Karena dari pengalamanlah kita belajar untuk menjadi lebih dewasa. Rasa sakit, kekecewaan, penderitaan, merupakan bagian dari pengalaman yang sangat berarti.

Kita bisa mengerti orang lain jika kita pernah mengalami hal yang sama dengan yang orang tersebut rasakan. Rasa sakit mengajarkan kita untuk lebih memahami hidup dan menjaga hidup kita. Rasa sakit menunjukkan kepada kita bahwa sebenarnya kita adalah makhluk yang tidak sempurna yang masih perlu banyak belajar untuk mengerti arti kehidupan yang sesungguhnya.




sumber gambar: https://www.coursera.org/course/chronicpain

Minggu, 06 Maret 2016

Harga diri atau kebahagiaan

by Joielechong sipayung  |  in Opini at  Minggu, Maret 06, 2016

Harga diri merupakan hal yang terkadang menjadi bumerang bagi kebanyakan orang. Ini dikarenakan sifatnya yang dualisme; yang satu meningkatkan penilaian yang baik pada diri seseorang, dan yang satu lagi meningkatkan penilaian bahwa seseorang itu memiliki martabat yang lebih tinggi dari orang lain. Memang orang yang memiliki harga diri yang tinggi cenderung memiliki kepercayaan diri yang tinggi juga. Dan tentu saja hal tersebut memberi pengaruh positif yang sangat besar bagi perkembangan kepribadian seseorang. Tetapi saat harga diri bergeser menjadi semata-mata bermakna martabat diri yang lebih tinggi dari orang lain, maka sering terjadi pergesekan-pergesekan kepentingan yang malah merugikan.

Memang harga diri itu penting bagi semua orang. Harga diri yang tinggi membantu kita bertumbuh dan membantu perkembangan karakter individu ke arah yang positif. Orang-orang pemenang selalu memiliki harga diri yang tinggi.

Saya termasuk orang yang memiliki harga diri yang tinggi. Saya memiliki harapan yang tinggi dalam kehidupan pribadi. Saya memiliki kepercayaan yang tinggi bahwa saya pasti meraih kesuksesan yang saya mau. Saya memiliki intelegensi dan kemampuan belajar yang tinggi semua berkat harga diri yang tinggi. Sisi buruknya adalah, saya lebih sering keras kepala dan sering terlalu percaya diri akan kemampuan saya. Menganggap pendapat orang lain itu biasa dan tidak berpengaruh merupakan salah satu sifat buruk yang saya miliki. Untung sifat ini sudah berkurang dan sudah mampu untuk saya kuasai.

Dulu saya biasa untuk beradu argumentasi dengan orang lain. Menjadi benar dan menang dalam argumentasi merupakan sebuah keberhasilan bagi saya. Dan yang saya hasilkan kebanyakan hanya kepuasaan sesaat. Menang dalam argumentasi hanya membuat hubungan kita dengan orang lain jadi jauh lebih buruk dari sebelumnya. Saya menang dengan membawa pulang ketidakbahagiaan.

I'd far rather be happy than right any day. Douglas Adams
Kebahagiaan jauh lebih penting daripada sekadar harga diri. Seandainya saya bisa kembali dan memperbaiki hidup saya sebelumnya, maka saya akan selalu berusaha untuk merendahkan diri saya sendiri untuk mendapatkan kebahagiaan. Apakah artinya kita hidup jika kita tidak bahagia?

Sulit untuk memilih antara harga diri atau kebahagiaan ketika keduanya saling bertolak belakang. Keputusan kembali kepada kita, apakah kita sudah cukup dewasa untuk memilih apa yang bermanfaat untuk waktu yang berkepanjangan atau mengikuti keinginan sesaat saja. Saya memilih untuk bahagia.



sumber gambar: Human value & a look at self-worth