Software Manajemen dan Calibre

Software Manajemen dan Converter E-book

Aplikasi Toko

Program Aplikasi Toko Sederhana Dengan VB 2008 dan Mysql

Biji Terkecil dan Terbesar di Dunia

Biji Terkecil Di Dunia : Biji Anggrek Epifit

When I See You Smile

When I See You Smile, John Waite atau Yoda, Sebuah Opini

Kompres Foto dengan Caesium

Kompres Ukuran Foto yang Besar dengan Caesium

10 Kebiasaan Pembatas Karir

Apakah Anda Memilikinya? Ingin Mengatasinya?

Selasa, 30 September 2014

Patch your Slackware bash from Shellshock vulnerability



Shellshock, also known as Bashdoor, is a security bug in the widely used Unix Bash shell which was disclosed on 24 September 2014. Many Internet daemons, such as web servers, use Bash to process certain commands, allowing an attacker to cause vulnerable versions of Bash to execute arbitrary commands. This can allow an attacker to gain unauthorized access to a computer system. Patch your slackware from this vulnerability now. Update your bash package with compatible package from http://www.slackware.com/security/viewer.php?l=slackware-security&y=2014&m=slackware-security.559646

 Here are the details from the Slackware 14.1 ChangeLog:  
 +--------------------------+  
 patches/packages/bash-4.2.050-i486-1_slack14.1.txz: Upgraded.  
  Another bash update. Here's some information included with the patch:  
   "This patch changes the encoding bash uses for exported functions to avoid  
   clashes with shell variables and to avoid depending only on an environment  
   variable's contents to determine whether or not to interpret it as a shell  
   function."  
  After this update, an environment variable will not go through the parser  
  unless it follows this naming structure: BASH_FUNC_*%%  
  Most scripts never expected to import functions from environment variables,  
  so this change (although not backwards compatible) is not likely to break  
  many existing scripts. It will, however, close off access to the parser as  
  an attack surface in the vast majority of cases. There's already another  
  vulnerability similar to CVE-2014-6271 for which there is not yet a fix,  
  but this hardening patch prevents it (and likely many more similar ones).  
  Thanks to Florian Weimer and Chet Ramey.  
  (* Security fix *)  
 +--------------------------+  

Minggu, 28 September 2014

Tidur di hotel bersama dengan Operational Manager dan Chief Accounting



Habis bangun pagi maunya langsung makan cuma makan pagi saya cukup berbeda hari ini, yakni beberapa baris kode pemrograman Java, beberapa tab artikel di Google Chrome, dan sebuah lagu rohani berformat mp3 yang dinyanyikan oleh Sari Simorangkir yang berjudul "Dengan Sayapmu". Menu yang cukup kurang lengkap bagi kesehatan fisik :D. Kejadian hari ini patut untuk dikenang. Kejadian dimana saya tidur di Hotel milik kantor, satu ruangan dengan Operational Manager (OM) Hotel, Chief Accounting. Tetapi sayangnya ruangannya bukan kamar hotel tetapi kamar General Manager (GM) Hotel, hebat bukan?. Ada keuntungan yang saya dapatkan dari berbagi ruangan tersebut. Saya mendapatkan cerita pengalaman dari Operational Manager (OM) tentang hidupnya. Jatuhnya dia dari bisnis jual beli yang dikerjakan bersamaan dengan keponakannya, hingga pengalamannya pulang pergi Singapura - Indonesia sebanyak 8 kali dalam sehari, sampai dia bekerja di Hotel tempat kami bekerja. Ada pembelajaran berharga yang saya temukan. Pembelajaran bahwa hidup tidak sesulit yang dibayangkan kalau kita berani berjuang dan berusaha seperti yang dilakukan oleh OM. Selalu ada jalan untuk memperbaiki taraf hidup jika kita berani melihat ke sekeliling bukan hanya ke depan. Pembelajaran pertama yang saya dapat darinya, berbicaralah dan mendengarlah seolah kita berada di pihak yang sama dengan karyawan yang sedang mengeluarkan kekesalannya terhadap kantor dan pekerjaannya. Bukan berarti kita mencoba membohongi karyawan tersebut, tetapi tujuannya adalah mendapatkan kepercayaannya. Mungkin hal ini terlihat seperti memanipulasi orang lain. Namun yang perlu diingat bahwa, orang yang kesal tidak pernah ingin kekesalannya dilawan. Ia ingin kata-katanya didengar dan diterima. Dengan bersikap memihak saat itu, kita membangun kepercayaannya, membuat jarak antara kita dan karyawan menjadi tidak ada. Orang selalu ingin dimengerti, orang ingin selalu didengar, maka kita harus menjadi pendengar yang baik baginya. Setelah ia selesai mengungkapan kekesalannya, berbicara lembut dengannya karena ampir semua orang suka mendengar seseorang yang berbicara dengan lembut. Jika kita telah mendapatkan hatinya, kemudian menyampaikan keterangan dengan lembut, maka dapat dipastikan orang tersebut akan mengerti. Pembelajaran kedua, cerdiklah dan pahami serta pelajari keadaan saat melakukan sesuatu. Pencuri selalu lebih pintar dari yang dicuri, saya pikir ini anekdot yang hampir selalu benar di dalam kehidupan ini. Orang yang cerdik (bukan berarti saya bilang pencuri itu cerdik, pencuri lebih tepatnya dikatakan licik) selalu mempelajari lingkungannya sebelum bertindak. Pencuri yang pernah tertangkap, jika belum bertobat biasanya akan memperbaharui gaya mencurinya agar tidak tertangkap lagi. Ia berusah mempelajari lingkungannya sebelum bertindak. Jadi, jika disaat mengejar pencapaian yang tertinggi anda gagal, anda harus tetap berjuang dengan terlebih dahulu mempelajari apa kesalahan dan kekurangan yang harus dibenahi dan kemudian perbaiki cara anda mengejar pencapaian tersebut. Jika pencuri saja bisa berkembang, mengapa kita tidak?. Pembelajaran ketiga, makanlah kalau lapar. Saatnya saya kembali memulai aktivitas lain, tetapi saat ini aktivitas terpenting adalah mencari makanan dan minimun terlebih dahulu. Lapar banget nich.. :D.

Mengatasi The Panel key is locked Sony 3LCD Projector



Hari ini saya menjumpai kasus yang belum pernah saya jumpai sebelumnya (Red. Maaf, sengaja berbelit-belit katanya, hehehe). Sewaktu saya sedang mempersiapkan keperluan untuk pelatihan Hotel System di kantor, saya diperhadapkan pada masalah LCD Projector yang tidak mau menyala sama sekali. Hanya lampu indikator yang berwarna oranye yang cuma menyala sedangkan kalau normalnya lampu indikator akan berwarna kuning. LCD Projector yang saya pakai adalah LCD merek Sony dengan tipe Sony VPL-ES3 3LCD.

Awalnya saya berpikir mungkin masalah ada di lampu LCD yang harus diganti. Namun rasa penasaran saya berbicara lain. Dengan logika saya berpikir (logika sama dengan pikiran yah?), kenapa indikator berwarna oranye terus? seharusnya kalau memang lampunya rusak, indikator setidaknya berwarna kuning juga kan?. Berbekal pengalaman saya memperbaiki printer (mungkin teman-teman berpikir apa hubungannya printer sama LCD, kan beda barangnya?. Tidak teman, pikiran saya ini benar karena biasanya manufaktur membuat standar troubleshooting yang hampir mirip untuk berbagai produk elektronik) saya berasumsi mungkin dengan menekan dan menahan tombol ON/Standby beberapa lama maka akan terjadi sesuatu. Ternyata benar, setelah saya melakukannya, proyektornya mulai menyala... Hurray... :D.

Tetapi cerita gembiranya ternyata harus berhenti sampai disini. Setelah proyektor dinyalakan muncul masalah yang lain. Saya tidak bisa menekan tombol menu dan tombol inputnya sama sekali. Selalu keluar pemberitahuan "The panel keys is locked". Saya berusaha menekan-nekan tombol menu dan tombol input bersamaan (pengaruh dari keberhasilan pertama jadi berpikir solusinya mungkin sama juga), tetapi tidak memberikan hasil apapun, tetap mengeluarkan pesan "The panel keys is locked". Aihhhhh..

Dengan bantuan Google, saya mencoba mencari solusinya. Pesan "The panel keys is locked" rupanya berguna untuk mengunci proyektor agar hanya dapat digunakan dengan remote controlnya. Ehhh, remote controlnya tidak ada. Remote controlnya, yang dinamakan remote commander di situsnya, rupanya dijual terpisah. Dijual terpisah tombol remote, baterai, casing, dan sebagainya (Bercanda, hehehe). "Masakan harus beli remote sih?", dalam hati saya berbicara sendiri. Setelah beberapa lama mencari-cari pakai Google, akhirnya saya menemukan solusinya. Solusinya sangat gampang sekali. Dengan menekan sambil menahan tombol menu minimal selama 10 detik maka "The panel keys is locked" akan terbuka. Voila.. Hurray...:D. Cara lain untuk tipe proyektor berbeda dapat dilakukan dengan menekan sambil menahan tombol menu minimal selama 10 detik tetapi terlebih dahulu proyektor dibuat stand by. Untuk membuat stand by dapat dilakukan dengan menekan dan tahan tombol ON/Standby di bagian tengah. Untuk manual Sony VPL-ES3 3LCD dapat didownload di sini.

Jumat, 26 September 2014

Select distinct value from one column in SQL



As I am developing an Android application called BukuEnde (Still in alpha testing, contact me if you want to test it then I will send the link via your google account), I'm facing a problem of showing every unique category of songs from SQLite table. Here is the format of my table (SongCategory table) :
Table 1. SongCategory
 Category                                   SubCategory  
 --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------  
 Ende di Hasasaor ni Tondi Parbadia       
 Ende di Trinitatis       
 Ende taringot tu harajaon ni Debata       Manopoti haporseaon  
 Ende taringot tu harajaon ni Debata       Ulaon na badia  
 Ende taringot tu harajaon ni Debata       Pasahathon tohonan Pandita  
 Ende taringot tu harajaon ni Debata       Laho marabagas  
 Ende taringot tu hasesaan ni dosa       
 Ende taringot tu haporseaon       
 Ende taringot tu parungkilon       
 Ende pangapulon       
As we see from the Table 1, the Category column is filled with non unique data because there are same data like 'Ende taringot tu harajaon ni Debata'. The problem here, I want to show only unique category data ignoring subCategory column data. I want to get the data like Table 2 below:
Table 2. Result I want
    Category                                   SubCategory   
  -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------  
  Ende di Hasasaor ni Tondi Parbadia      
  Ende di Trinitatis      
  Ende taringot tu harajaon ni Debata        Manopoti haporseaon  
  Ende taringot tu hasesaan ni dosa      
  Ende taringot tu haporseaon      
  Ende taringot tu parungkilon      
  Ende pangapulon    
We can achive the result by simple query below:
 select * from SongCategory group by Category;  
This query working perfectly but for the moment when I using the query, I'm not seeing the exact result as I want. After some precious time, I realize that the query did not return like the Table 2 because it did not order it by its row id. we can achieve the solution like the Table 2 by adding order by clause. Here the most perfect code (Sorry for using exaggerating word :P) :
 select * from SongCategory group by Category order by Id;  
Now I can move forward doing another improvement.. :D


Reference : http://stackoverflow.com/questions/17277152/sqlite-select-distinct-of-one-column-and-get-the-others

Selasa, 23 September 2014

Trying to learn blender



* Photorealistic rendering in Blender
Just call me genius, because I always try the hardest and the most difficult way to solving a problem. Frankly, this is won't be called a genius way though. It is just because I don't want to doing something with an ordinary way. I rarely do something in humble way, usually choose the grande way one.

For the moment, I trying to create a hotel presentation movie slide show with Blender. There is an easy way that is by using Adobe After Effect. Unfortunately, my computer is only run a Linux Slackware system with no Windows partition at all. Blender is the only solution right here now.

The deadline for the slide show is 1 days more. But my ability to use Blender is just as shallow as a finger dip. Nonetheless I always believe in my ability, eventhough almost of my believe is wrong...hahahaha... :D.

Whatever the circumstances, I'll go forward with Blendering my slide show. :D


* image taken from http://www.blender.org/features/