Software Manajemen dan Calibre

Software Manajemen dan Converter E-book

Aplikasi Toko

Program Aplikasi Toko Sederhana Dengan VB 2008 dan Mysql

Biji Terkecil dan Terbesar di Dunia

Biji Terkecil Di Dunia : Biji Anggrek Epifit

When I See You Smile

When I See You Smile, John Waite atau Yoda, Sebuah Opini

Kompres Foto dengan Caesium

Kompres Ukuran Foto yang Besar dengan Caesium

10 Kebiasaan Pembatas Karir

Apakah Anda Memilikinya? Ingin Mengatasinya?

Rabu, 27 Agustus 2014

Eclipse or Android Studio



Looks like there are more and more Android Library created with Gradle build system. As I routinely go to Android Arsenal, almost all of library listed on it is created with Gradle. Gradle is supported natively in Android Studio, where in Eclipse we must add Gradle as a plugin. So, using Eclipse IDE is no-no solution.

Unfortunately, as I'm currently develop Android application with Eclipse, I can't go to import all my current application to Android Studio to avoid any problems on developing. Maybe after I finish my current application, I will trying to use the Android Studio and its Gradle. But for now, I'll stick with Eclipse.

For every beginner Android developer I suggest you to use Android Studio instead of Eclipse, because the future for Android development IDE is in Android Studio.

Rabu, 20 Agustus 2014

Rencana baca banyak buku tetapi...



Di awal tahun 2014, di bulan februari, saya mulai aktif dengan Goodreads. Bagi yang suka baca mungkin akan tahu bahwa Goodreads merupakan situs yang populer di kalangan kutu buku. Goodreads ini merupakan situs sosial bagi kalangan peminat buku; kutu buku, penulis buku, penerbit buku, dan *** (isi sesuai kemauan) buku lainnya... :D.

Di dalam proses keaktifan ini, saya membuat resolusi untuk membaca 110 buah buku dalam setahun. Awalnya sih memang berjalan sesuai dengan jadwal dan harapan. Tetapi seiring berjalannya sang waktu dan diakibatkan oleh banyaknya aktivitas (alasan klasik), kecepatan baca saya menurun drastis. 

Mengapa saya makin lama makin menurun tingkat membacanya?. Kita atau tepatnya saya, sering berapi-api saat memulai sesuatu yang sangat diinginkan. Semangat untuk melakukannya sangat hebat. Kalau semangat diibaratkan dengan api yang lagi menyala, karena saking panasnya api tersebut bisa membakar apapun yang berada di sekitarnya. Namun seiring berjalannya waktu, bahan bakar untuk api pun habis. Mengapa? Karena tidak ada cukup bahan bakar yang tersedia. 

Semangat tidak bisa dijadikan sebagai satu-satunya dasar untuk mengerjakan apa yang kita inginkan. Butuh organisasi dan manajemen waktu untuk kehidupan. Setiap detail dari tindakan yang akan kita lakukan, harus kita catat dan diorganisasi secara berkala. Harus ditentukan waktu kapan yang kita inginkan mesti tercapai. Harus ada tujuan yang jelas.

Saya memiliki semangat dan tujuan yang jelas, tetapi saya tidak memiliki organisasi dan manajemen yang detail untuk langkah-langkah dari hal yang saya inginkan. Jadi wajar saja saya tidak berhasil mencapai resolusi ini. Saya harus mengorganisasi dan memanajemen hidup agar bisa mencapai apa yang saya inginkan.

Semoga apa yang saya dapatkan menjadi pembelajaran bagi kita semua.

Tetap percaya pada diri anda. 

Tidak ada yang mustahil selama kita percaya... ;)


Selasa, 19 Agustus 2014

Mengatasi Error 5B00 canon MP237



Gambar 1. Error 5B00
Jika printer MP237 mengalami error 5B00 seperti Gambar 1 di atas berarti penampung sisa tinta dari proses cetak di komputer sudah terisi penuh sehingga harus dibersihkan. Tetapi jika kita tidak ingin membersihkannya dan langsung ingin meneruskan proses cetak seperti biasa, kita dapat melakukan langkah langkah berikut (Pada komputer dengan Sistem Operasi Windows):
1. Matikan printer.
2. Tekan dan tahan tombol Stop/Reset
3. Tekan dan tahan tombol ON (Power), kemudian lepaskan tombol Stop/Reset. Posisi tombol ON harus tetap ditahan.
4. Tekan tombol Stop/Reset sebanyak 5 kali, kemudian lepas tombol ON yang ditahan sebelumnya. Di komputer akan muncul perangkat baru (Found New Hardware), abaikan hal ini dengan mengklik tombol cancel jika ada tampilan yang muncul.
5. Download aplikasi untuk mereset printer MP237 di service-tool-v3400.rar.
6. Buka dan jalankan aplikasi Service tool v3400.exe yang terdapat di file service-tool-v3400.
7. Klik tombol reset sesuai dengan tampilan di Gambar 2 di bawah ini. Pertama tekan tombol EEPROM dan tunggu hasil cetakan. Kemudian tekan tombol Set di bagian "Clear Ink Counter", dan setelah itu tombol Set di Ink "Absorber Counter".

Gambar 2. Tombol Reset yang harus ditekan
8. Matikan kemudian nyalakan kembali printernya.
9. Voila. Printer kembali normal.. :D









referensi: versifull.blogspot.com

Sabtu, 16 Agustus 2014

Orang Indonesia (Bukan) Penemu 4G



Teknologi 4G*
Saya bangga saat mendengar dari acara sebuah stasiun telivisi Indonesia bahwa orang Indonesialah yang menemukan teknologi 4G (yang teknisnya merupakan teknologi jaringan LTE). Namun nurani saya sebagai seorang programmer mengatakan bahwa sepertinya ada sesuatu hal yang aneh dari informasi ini. Nurani saya berkata "Tidak mungkin seseorang bisa menemukan teknologi yang besar ini, tidak mungkin hanya satu orang". Rasa ingin tahu saya terus-terusan menghantui. Saya sangat tertekan, tidak berdaya, dan... Ok, saya pikir cukup hiperbolanya... :D :D.

Dari beberapa artikel yang saya baca, ternyata pak Dr. Eng. Khoirul Anwar, yang dianggap sebagai penemu 4G, bukan orang yang menemukan 4G tetapi salah seorang yang menemukan teknologi untuk 4G. 4G tidak hanya terdiri dari satu atau dua buah teknologi, tetapi terdiri dari ribuan teknologi yang telah dipatenkan baik secara perseorangan maupun kelompok. Ribuan teknologi tersebut membentuk satu kesatuan standar untuk 4G.

Orang-orang yang berperan penting dalam perkembangan penemuan teknologi 4G sebenarnya adalah sebuah tim dari penemu di perusahaan Ericsson di negara Swedia bukan satu orang Indonesia.

Menyedihkan, ternyata media telivisi Indonesia bukannya mendidik tetapi berusaha membodohi masyarakat dengan informasi yang salah. :(.

Salam berpikir.


* Gambar diambil dari http://en.ria.ru/infographics/20091124/156966571.html

Rabu, 23 Juli 2014

Hari Anak Nasional 2014



Hari ini tanggal 23 Juli 2014 adalah Hari Anak Nasional. Hari yang dirayakan untuk menghormati hak-hak anak di seluruh dunia. Namun sayangnya, di Indonesia tercinta ini orang-orang kebanyakan tidak menyadari akan adanya Hari Anak Nasional ini. Mungkin karena orang-orang disibukkan oleh perayaan kemenangan rakyat Indonesia dalam pemilihan umum. Mungkin karena terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden Indonesia yang baru,  Ir. H. Joko Widodo dan Drs. H.M. Jusuf Kalla. Atau mungkin pada dasarnya kebanyakan rakyat Indonesia tidak tahu akan adanya hari ini. Saya juga sebenarnya baru tahu hari ini bahwa ada Hari Anak Nasional.

Sampai sejauh manakah kita memahami pentingnya anak-anak?. Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. Mereka memerlukan asuhan dari kita para orang dewasa. Nutrisi badani dan rohani diperlukan untuk tubuh kembang mereka. Anak-anak butuh bimbingan generasi tua di dalam proses pendewasaan.

Di lingkungan tumbuh kembang anak, ternyata banyak hal yang sadar atau tidak sadar telah kita biarkan mempengaruhi kehidupan mereka. Salah satunya adalah media telivisi, yang merupakan konsumsi hiburan utama untuk kebanyakan orang,dimana sering tidak memberikan kontribusi yang baik pada pemikiran anak-anak. Sinetron, telenovela, dan semacamnya yang ditayangkan di telivisi sering mempertunjukkan anak-anak yang bersikap seperti orang dewasa, sikap yang sama sekali salah untuk dilakukan anak-anak. Harusnya penayangan acara seperti itu harus diblok agar tidak menggangu pikiran anak-anak. Atau jika tidak bisa, maka kita sebagai generasi yang lebih dewasa harus senantiasa menemani mereka saat menonton. Kita harus menjelaskan bahwa apa yang mereka tonton sebenarnya sama sekali bukan hal yang benar untuk dilakukan.

Semoga saja setelah kita memiliki Presiden dan Wakil Presiden yang baru pemikiran kita terbuka akan sangat pentingnya anak akan kelangsungan bangsa Indonesia. Semoga pemerintahan yang baru akan memberikan kontribusi yang besar bagi pengembangan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Indonesia Hebat!

#HariAnakNasional