Category

free counters
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Personal Building. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Personal Building. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Oktober 2015

Jangan sakit hati pada orang yang marah

by Unknown  |  in Personal Building at  Senin, Oktober 12, 2015

Kalau orang marah kepadamu apa yang kamu lakukan? Kemungkinan besar kamu juga akan marah padanya; ikut-ikutan marah dan memarahinya atau menyimpan amarah di dalam hatimu. Kedua pilihannya sebenarnya adalah sama cuma cara penyampaiannya saja yang berbeda.

Seperti slogan "Buanglah Sampah Pada Tempatnya", marah pun harus disalurkan pada tempatnya. Ada kalanya kita patut marah seperti disaat kita melihat orang yang melakukan penyiksaan pada orang lain, atau saat kita melihat ketimpangan sosial di masyarakat, atau disaat kita merasakan ketidakadilan yang terjadi pada orang-orang di sekitar. Ada juga saatnya kita tidak patut marah seperti saat kita dihardik karena melakukan kesalahan. Marah merupakan salah satu bagian hidup manusia yang penting.

Perlukah Marah?
Namun apakah kita sebaiknya marah? Mari kita selidiki saat-saat amarah meliputi pikiran kita. Saat kita marah, kita cenderung tidak bisa berpikir jernih dan sering melakukan hal yang tidak perlu. Amarah menguasai dan selalu ingin meluapkan seluruh kekesalan yang ada di dalam hati saat itu juga. Ketika amarah menjadi pemimpin pikiran, maka hal baik yang biasa kita lakukan pun hilang digantikan dengan hal yang jahat.

Orang yang sedang marah sering disamakan dengan orang yang sudah gila. Orang gila sembarang melakukan apapun tanpa memikirkan apa konsekuensinya, demikian juga orang yang marah ia akan cenderung melakukan apapun untuk memuaskan amarahnya tersebut.

"Sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah." Yakobus 1:20
Seperti kutipan ayat alkitab di atas, amarah tidak akan mengerjakan hal yang baik bagi hidup kita. Amarah hanya berfungsi untuk memuaskan emosi manusia, lebih dari itu tidak ada. Jangan memilih untuk marah tetapi pilihlah untuk berhenti marah.


Sakit Hati Pada Orang Yang Marah
Kecenderungan yang terjadi pada saat kita berhadapan dengan orang yang marah adalah kita terbawa emosi dan ikutan-ikutan marah. Tentu saja hal ini tidak bermanfaat sama sekali, karena bukannya menyelesaikan masalah penyebab marah orang tersebut malah kita menambah masalah lain. Sebaiknya kita tidak terpancing untuk marah, kemudian kita berusaha mencari tahu apa penyebab orang itu marah.

Bisa dikatakan saya adalah orang yang terlalu sensitif terhadap sikap orang lain, terutama amarah orang lain. Terkadang amarah saya jauh lebih besar dari amarah orang yang memarahi saya. Memang sepertinya ada rasa terpenuhi saat saya diliputi rasa marah. Namun ternyata bukan karena amarah itu memberikan hal yang berarti, malah sebenarnya kepuasan yang saya terima adalah rasa puas karena bisa marah. Amarah saya dipuaskan oleh rasa marah bukan hati saya yang dipuaskan. Setelah saya marah apa yang saya dapat? Malah semakin banyak masalah dan kemudian penyesalan karena sudah menyakiti orang lain dengan amarah, yang tentu saja sudah terlambat datangnya.

Kebanyakan orang tidak ingin marah dan tidak suka marah. Tetapi masalah pribadi, kantor, keluarga, atau keuangan, sering memicu orang untuk marah. Karena itu, ketika seseorang marah pada kita sebaiknya kita berusaha mengerti dan memakluminya sebab mungkin saja ia marah karena masalah di kantornya terlalu berat, atau bisa saja ia sedang mengalami hari yang buruk dalam hidupnya, atau saat itu ia sedang memiliki masalah dengan suami atau istri atau anak-anaknya. Jangan ikut marah dan berusahalah untuk mengerti mereka.

Amarah bisa diatasi jika kita mau untuk mencoba. Amarah bukan tuan atas diri kita tetapi kitalah yang berkuasa atasnya.



sumber gambar: https://andrewberg.wordpress.com/2015/06/03/three-ways-to-battle-anger/

Jumat, 09 Oktober 2015

Mengakui kelemahan diri sendiri

by Unknown  |  in Personal Building at  Jumat, Oktober 09, 2015
 Kenali musuhmu, kenali dirimu, maka kamu dapat berperang dalam ratusan pertempuran tanpa kemalangan. Sun Tzu

Mengenali diri itu merupakan hal mendasar yang kita perlukan untuk berkembang. Mengenali diri itu penting bagi perkembangan hidup ke arah yang lebih baik. Kita dapat mengetahui apa-apa aja hal yang baik dari pribadi kita, apa-apa saja yang tidak baik yang kita miliki. Kita bisa mengetahui sifat apa yang harus dipertahankan serta sifat apa yang seharusnya digantikan dengan yang lebih baik.

Kita harus jujur terhadap diri sendiri agar mampu melihat siapa diri kita ini. Bahkan jujur akan kelemahan dan kekurangan yang ada pada diri. Jujur bahwa sebagai manusia kita memiliki banyak kekurangan dan juga kelebihan dari orang lain.

Setiap manusia memiliki kelemahan di dalam hidupnya. Memiliki kelemahan bukan berarti kita gagal sebagai seorang manusia. Malah kelemahan sebenarnya merupakan hal penting yang membuat kita menjadi sosok yang dapat bersosialisasi dengan orang lain. Karena kelemahan membuat kita mengerti orang lain dan membuat kita memiliki keinginan untuk berhubungan dengan orang lain dan saling menguatkan. Kelemahan kita akan diseimbangai oleh kekuatan orang lain.

Dengan mengetahui kelemahan diri dan mengakuinya maka kita akan menjadi pribadi yang terbuka akan perubahan. Karena hanya dengan cara inilah kita akan mencintai hidup kita apa adanya. Pengakuan akan kelemahan diri berarti menerima hidup kita seutuhnya. Menerima bahwa kita adalah makhluk yang tidak sempurna. Kemudian dari sinilah kita akan memulai perubahan pribadi ke arah yang lebih baik.

Lemah bukan berarti kalah.

Baca juga:
1. Miliki Kepercayaan Pada Diri Anda
2. Kesadaran Bahwa Saya Memiliki Potensi Berhasil
3. mengapa saya terus-terusan gagal
4. Cintailah Dirimu Sendiri


referensi kutipan: https://en.wikiquote.org/wiki/Sun_Tzu
sumber gambar: http://www.clipartpanda.com

Kamis, 08 Oktober 2015

Perkataan Motivator Tidak Akan Mengubah Anda

by Unknown  |  in Personal Building at  Kamis, Oktober 08, 2015

Mungkin pembaca akan merasa aneh jika membaca judul artikel ini. Mengapa saya yang getol menulis artikel yang memotivasi diri saya dan orang lain malah mengatakan Motivator tidak akan mengubah diri kita?. Jadi apa sebenarnya yang dapat mengubah diri kita?

Saya bukan orang yang membenci motivasi dan motivator, malahan saya sangat gemar dengan motivasi dan punya visi ke depan menjadi seorang motivator yang jujur dan berbicara berdasarkan pengalaman pribadi saya yang nyata, bukan sekadar pengalaman orang lain yang saya dapat dari buku. Motivasi itu penting dan baik. Tetapi motivasi yang kita terima dari motivator tidak akan bertahan lama. Motivasi tersebut hanya mengubah kita sesaat. Dan ketika masalah terus-menerus datang, kita akan kembali pada pola hidup kita yang lama dan menganggap motivasi yang kita terima itu hanya merupakan impian semata dan hanya segelintir orang yang mampu menerima manfaatnya.


Mengapa Motivasi Tidak Bertahan Lama
Motivasi punya kemampuan untuk membuka wawasan tentang peluang dan potensi yang ada pada diri kita.Tetapi karena motivasi berasal dari faktor eksternal, yakni motivator, maka hal tersebut tidak akan bertahan lama. Motivator itu sama halnya dengan seorang pelatih yang baik di dalam sebuah tim sepakbola. Tiap anggota tim akan memiliki semangat dan kepercayaan yang tinggi dikarenakan motivasi dari pelatih. Semakin pelatih bersemangat maka semakin bersemangat pula. Tetapi di saat musim pertandingan berakhir dan pelatih harus kembali ke kampung halamannya, maka semangat dan kepercayaan tim pun ikut pergi bersama pelatih. Motivasi yang diberikan pelatih tidak melekat pada pemain karena para pemain mengandalkan pelatih dalam hal tersebut. Semangat dan percaya diri yang tinggi lalu hilang dan digantikan dengan semangat dan percaya diri lama yang dimiliki para pemain.

Kita tidak bisa mengandalkan faktor eksternal untuk memberikan kita semangat dan kepercayaan diri. Faktor eksternal tidak bertahan lama. Dengan bergantung pada faktor eksternal berarti kita melepaskan tanggung jawab yang harus kita miliki untuk diri kita sendiri.

Memotivasi Diri Sendiri
Untuk mengubah diri, kita harus menjadi "motivator" diri kita sendiri. Untuk itu, kita perlu untuk senantiasa memberikan kata-kata yang membangun diri. Membangun kepercayaan diri kita dari dalam. Kita perlu "berbicara" pada diri sendiri dan memberikan kata-kata yang membentuk pola pikir yang benar. Berhenti mengatakan bahwa kita tidak mampu. Berhenti mengatakan bahwa kita akan jadi lebih baik nantinya. Tetapi mulailah mengatakan pada diri sendiri bahwa kita orang yang bersemangat dan penuh percaya diri. Dan selalu berbicara kepada diri sendiri bahwa kita ini berharga dan layak untuk hidup lebih baik.

Motivator dan motivasinya itu perlu. Motivasi dari faktor eksternal itu penting untuk memberikan kita semangat di awal. Tetapi faktor yang menentukan adalah faktor internal, yakni diri kita sendiri. Kitalah yang menentukan apakah motivasi itu penting dan layak bagi kehidupan dan perkembangan pribadi yang kita jalani. Kitalah yang mengambil keputusan untuk hidup yang kita jalani. Motivator dan motivasi hanyalah penggerak awal.




sumber gambar: http://writetojoncook.org/2015/05/04/cant-create-motivation/

Selasa, 06 Oktober 2015

Saya orang gagal, saya tidak bisa melakukan apa-apa

by Unknown  |  in Personal Building at  Selasa, Oktober 06, 2015
Kecelakaan Kereta Api di Montparnasse, Prancis (1895).

"Saya orang gagal"
"Saya tidak bisa melakukan apa-apa"

Kebanyakan dari kita sudah tidak asing lagi dengan kedua kalimat di atas. Dan sepertinya kalimat tersebut sudah menjadi gambaran hidup kita dimana kegagalan terus menerus datang dan merenggut kebahagiaan yang seharusnya kita dapatkan. Hidup tidak adil karena telah menetapkan jalan hidup yang terlalu berat dan menekan bagi diri kita. Tuhan tidak adil!

Saya tahu betapa beratnya menjadi orang gagal, saya tahu perasaan orang yang sepanjang waktunya selalu dihinggapi perasaan tidak berharga. Saya pernah berada di posisi tersebut dan bahkan saat ini saya sedang berjuang untuk mengurangi pengaruh buruk dari perasaan tidak berharga ini. Saya cukup beruntung tidak memilih cara singkat seperti bunuh diri yang telah dipilih oleh orang yang tidak beruntung. Saya juga cukup beruntung karena tidak senantiasa gagal dimana ada orang yang sepertinya memiliki bakat untuk gagal. Kegagalan itu sangat menyakitkan dan sering sekali merenggut hidup dan waktu kita yang berharga. Kegagalan itu menyedihkan.

Setiap orang setidaknya pernah gagal dalam hidupnya. Namun setiap orang memiliki tanggapan yang berbeda dalam menghadapi kegagalannya. Ada yang merasa kegagalan itu mutlak merusak kehidupan, tetapi ada juga yang merasa kegagalan itu merupakan bagian dari hidup. Dan ada juga orang yang merasa bahwa kegagalan adalah hidup itu sendiri.

Gagal Adalah Cara Pandang
Gagal itu bukan berarti akhir dari hidup ini, tetapi gagal akan menjadi awal dari kematian jika kita memilih untuk mengakhiri hidup karena kegagalan tersebut. Gagal itu memang tidak indah malah cenderung membuat kita merasa berharga, membuat kita kehilangan kepercayaan dan bahkan kehilangan harapan. Kegagalan sering membuat kita berhenti untuk berusaha melakukan sesuatu yang sebenarnya bisa kita lakukan.

Apakah sebenarnya gagal itu? Gagal itu bukan sebuah pribadi, bukanlah sebuah benda atau materi yang bisa kita pegang. Gagal sebenarnya merupakan persepsi kita terhadap sesuatu hal yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Kegagalan adalah hasil pemikiran kita sendiri. Kita menilai, merasa, menimbang, dan menentukan sesuatu itu gagal dengan perasaan. Apakah kita bisa tahu gagal itu apa tanpa merasakannya? tentu tidak bukan?.

Kita memilih untuk merasa gagal.

Jadi, Mengapa Saya Merasa Gagal?
Kita tidak dilahirkan untuk gagal. Kita semua dilahirkan untuk sebuah tujuan dan gagal bukanlah tujuannya. Tetapi sayangnya, tujuan hidup kita menjadi semakin kabur dan semakin kabur seiring bertambah dewasanya umur. Acap kali keluarga menjadi faktor terbesar yang membuat kita merasa kegagalan itu nyata. Saat kita masih kecil, sering sekali yang kita dengan adalah kata-kata penolakan; tidak boleh nakal, tidak boleh berisik, tidak boleh ini dan tidak boleh itu, kamu tidak bisa keluar rumah, kamu tidak bisa melakukannya, kamu tidak bisa seperti kakak atau adikmu, kamu tidak bisa jadi orang besar, dan sebagainya. Kata-kata penolakan ini, yang hampir setiap hari diberikan pada kita sewaktu kecil, semakin tertanam seiring perkembangan tubuh dan kejiwaan kita. Dan secara tidak sadar, otak dan alam bawah sadar kita menerima hal tersebut sebagai kenyataan karena terus menerus diberikan.

Penanaman pemikiran seperti inilah yang membuat kita merasa gagal. Perasaan gagal ini semakin hari akan semakin besar, dan dengan semakina besarnya perasaan ini maka perasaan tidak berharga pun akan semakin besar. Makanya banyak orang yang merasa gagal akan merasa hidupnya tidak berguna.

Solusinya?
Kegagalan itu adalah produk pikiran. Banyak hal yang mungkin kita rasa sebagai kegagalan, tetapi kegagalan tersebut tidak permanen. Berhentilah berpikir gagal. Berhentilah percaya bahwa dirimu itu bukan apa-apa. Mulailah berpikir bahwa kegagalan itu hanya sebagai keberhasilan yang tertentu, bahwa kegagalan itu hanya merupakan solusi yang tidak tepat sasaran, bahwa kegagalan hanyalah sebuah kesalahan semata. Berpikirlah bahwa untuk setiap masalah selalu ada solusi. Kegagalan hanyalah sementara. Kegagalan bukan berarti hidupmu tidak berharga. Tetapi gagal merupakan sarana untuk kita berkembang lebih jauh.


Kamis, 17 September 2015

Fear, Frustration, And Worry

by Unknown  |  in Personal Building at  Kamis, September 17, 2015
I can't deny my fear for failure. I worried for not having much more money and don't know how to acquire it. Failure is imminent for me.

Fear, frustration, and worry make my body grew restless. I feel like having a cold and flu every time I have those feelings and they immobilize me.

How I can escape from these reality? Now the main things that in my mind are about how to get much money in a short time. Because my time limit is nigh. Because there are so much expenses that on hold and need to be paid. Because my room rent due date  need to be paid. Because my sister room rent due date need to be paid. Because our family debt need to be paid. Because I need food to eat next month. Because I need money to marry my girlfriend.

I complaining for every problems and focusing myself to the problems. I hate myself for not having a good life like many peoples out there. I despise myself and blame others, especially my family, for not nurturing me with plenty of goods and money. Problems are my main focus now.
"You can complain because roses have thorns, or you can rejoice because thorns have roses." Ziggy
Frustration is the thing that almost of us can't overcome. We frustrate for many things;lack of food, lack of money, our relationships, job, unfriendly Boss in work place, and many other things in every day of our life. The main question is, do we really need to frustrate?.

I know that we don't really need to be frustrated or complaining for our life. Life is go on whether we frustrate or not. We can't add a single hour to our life by worrying (Matthew 6:27). We need not to worry about anything and start believing that we can go through the problems.

The reality is harsh. It really not easy to not complaining and become frustrated, nor it easy to believe we can go through every obstacles without any effort and sweat. It sure hard. No, hardest thing to do for most of us. But should us surrender our life to frustration? No!. Life is too precious to spent on complaining and frustrated. Our life is much more important than problems. Our happiness is much more important than worrying. Don't spend your life rotting in the deepest pit of your problems. Believe that you better than that. I choose no for complaining, frustration, and worry. I choose to believe that my Creator had make a plan for something special for me and for others, because he create me magnificently (Psalm 139:14).

Let's say: 
"I can do all this through God who gives me strength" (Philippians 4:13).


* Picture from: http://www.thegospelcoalition.org/article/why-are-you-worried 

Minggu, 13 September 2015

Organisasi Waktu dan Kerja

by Unknown  |  in Personal Building at  Minggu, September 13, 2015
*Organize!
Untuk mencapai dan membuat jadi nyata sebuah mimpi yang kita inginkan dibutuhkan disiplin dan pengorganisasian waktu dan kerja yang jelas. Hal-hal tersebut merupakan bagian utama untuk sukses dan setiap orang-orang yang telah sukses pasti memegang teguh kedua hal tersebut.

Salah satu konglomerat dunia Warren Buffet seperti yang saya baca dalam biografinya yakni The Snowball: Warren Buffett and the Business of Life, juga menerapkan disiplin dan organisasi waktu yang ketat, bahkan setiap pengeluaran yang dilakukan oleh Warren Buffet diatur secara ketat. Dan banyak lagi konglomerat yang menerapkan disiplin dan organisasi waktu dan kerja seperti halnya Warren Buffet; Carlos Slim Helu, Amancio Ortega, Larry Ellison, dan lainnya.

Organisasi waktu dan kerja itu penting karena sama seperti halnya kita ingin sampai disebuah tempat, dimana kita perlu mengetahui alamatnya dan dengan transportasi apa kita sampai disana juga kita perlu peta yang jelas tentang tempat tersebut, kita memerlukan perancangan, penyusunan, pengalokasian, serta perhitungan waktu dan biaya untuk mencapai apa yang kita impikan.

Perlu sedikit saya beri penjelasan mengapa saya menggunakan kata organisasi daripada kata manajemen. Organisasi berarti menyusun dan merencanakan dengan perencanaan sistematik dan tujuan yang merupakan satu kesatuan. Jadi organisasi merupakan istilah yang mencakup manajemen dan totalitasnya.

Perlunya Organisasi Waktu dan Kerja

Tanpa organisasi waktu dan kerja maka tidak akan terwujud apa yang kita impikan. Tukang bangunan yang membangun sebuah rumah, tidak akan pernah menyelesaikan sebuah rumah jika iya tidak menguasai keseluruhan hal yang dibutuhkan dalam menbangun rumah. Ia butuh rancangan dari rumah tersebut. Ia butuh jumlah biaya yang diperlukan untuk membangun rumah itu. Ia perlu tahu bahan-bahan apa saja yang perlu dibeli dengan biaya yang telah disediakan. Ia bahkan perlu tahu apa yang diinginkan pemilik rumah nantinya, tentang bagaimana bentuk rumah idaman yang diinginkan pemilik, tentang letak dan tata ruang yang diinginkan pemilik rumah, bahkan corak warna bangunan juga perlu diketahui tukang tersebut. Selain itu, tukang bangunan harus memberikan jangka waktu penyelesaian yang tepat sesuai dengan apa yang diinginkan pemilik rumah. Tidak mungkin pemilik rumah akan setuju jika tukang memberikan jaminan waktu selesai 2 tahun sedangkan pemilik rumah menghendaki bangunan rumah selesai dalam 1 tahun. Jadi tukang bangunan harus mengorganisasi waktu dan kerjanya sesuai permintaan pemilik bangunan rumah masa depan tersebut.

Kita perlu peta yang jelas untuk mencapai mimpi. Setelah memiliki peta tersebut, kita harus memperhitungkan dan menentukan hal-hal apa saja yang dibutuhkan untuk mencapainya. Melakukan pengkajian dan pemaparan kebutuhan tersebut merupakan hal yang wajib kita lakukan. Kita juga perlu mencari tahu jenis pengetahuan apa, jenis kemampuan khusus atau keahlian tertentu apa yang dibutuhkan untuk mencapai mimpi kita itu. Jika mimpi untuk menjadi seorang desainer pakaian ternama, tidak mungkin kita meningkatkan keahlian di bidang musik tentunya bukan?. Kuasai keahlian yang sesuai dengan mimpi kita, fokus pada hal tersebut dan berikan 100% kemampuan kita untuk melakukannya.

Tapi terkadang untuk mendapatkan peta yang jelas, mengetahui kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk mencapai mimpi, dan memiliki keahlian yang sesuai dengan yang kita impikan, sangat sulit dilakukan. Bukan berarti hal-hal tersebut tidak bisa kita lakukan, tetapi kesulitannya adalah kita membutuhkan waktu dan pengalaman yang cukup banyak untuk mendapatkannya. Untungnya kita tidak perlu takut akan hal itu, karena kita saat ini tidaklah perlu untuk mengalaminya secara langsung. Untuk mengatasi hal ini, kita tinggal mengikuti cetak biru (blue print) yang ditinggalkan oleh orang-orang telah sukses. Jadi kalau kamu ingin menjadi seorang desainer ternama, cari desainer ternama yang sudah ada sebelumnya. Pelajari langkah-langkah yang telah ditempuhnya. Ikuti dan sesuaikan dengan apa yang kamu impikan untuk dicapai. Lakukan dengan disiplin.

Bagaimana Mengorganisasi Waktu dan Kerja

Tentu saja kita tidak langsung serta merta menjadi orang yang terorganisir tanpa melalui proses yang panjang. Semuanya butuh proses dan kedisiplinan. Berdasarkan pandangan saya, kita dapat menjadi terorganisir dengan cara seperti ini:

1. Ubah Kebiasaan yang tak berguna
Hal yang pertama dilakukan sebelum melakukan organisasi diri adalah mengubah kebiasaan lama. Mengubah kebiasaan lebih mudah daripada menghilangkan kebiasaan. Kita perlu waktu yang panjang untuk menghilangkan kebiasaan buruk yang telah dilakukan bertahun-tahun. Sama seperti orang yang telah belajar bersepeda yang akan ingat terus bagaimana bersepeda meski sudah bertahun-tahun tidak mengendarai sepeda lagi, demikian juga kita jika telah melakukan kebiasaan yang sama selama bertahun-tahun, akan sulit untuk menghilangkannya.

2. Buat Jadwal Kerja
Tanpa jadwal kerja sulit bagi kita untuk tetap disiplin dan mengetahui apa yang telah kita kerjakan sebelumnya. Jadi buatlah jadwal kerja dan bagilah waktumu.

3. Evaluasi Hasil Kerja dan Waktu
Terkadang banyak hal yang kita kerjakan ternyata tidak ada hubungannya dengan mimpi yang ingin kita capai. Jadi kita harus senantiasa mengevaluasi hal yang telah kita kerjakan dan mengganti kerja yang tidak ada hubungannya dengan mimpi yang ingin dicapai.

4. Perbaiki Jadwal Kerja
Perbaikan terus menerus dari jadwal kerja adalah hal yang perlu dan wajib dilakukan. Tentunya ada kerja yang tidak efisien lagi dilakukan dan ternyata telah dicakup di bagian kerja yang lain, atau ada bagian kerja yang tidak sesuai dengan mimpi yang harus dihapuskan atau diganti. Perbaikan yang dilakukan senantiasa akan mengefisienkan dan memberikan hasil yang jauh lebih efektif dari yang pernah kita lakukan sebelumnya.


Semoga bermanfaat.

P.S: Saya berencana membuat aplikasi organisasi waktu di Android yang akan membantu kita dalam mengorganisir waktu, stay tune ;).


Baca Juga:
1. Miliki Kepercayaan Pada Diri Anda.
2. Mengapa Saya Terus-Terusan Gagal.
3. Mendisiplinkan Diri.



* Sumber Gambar: Organize !

Jumat, 11 September 2015

Konsisten dalam hidup

by Unknown  |  in Personal Building at  Jumat, September 11, 2015
*Inkonsistensi
Konsistensi, ini merupakan kata yang paling susah saya terapkan dalam hidup. Saya pikir karena hal ini, yakni inkonsistensi, apa yang saya tuju sulit untuk kesampaian. Saya cenderung merupakan orang yang sering tidak tetap bertahan pada satu hal dan berubah-ubah sesuai dengan hal menarik yang ada di sekitar saya. Untunglah ketidakkonsistenan saya ini tidak berlaku untuk kejujuran dan kesetiaan yang merupakan nilai utama yang ada pada pribadi saya :).

Kalau saya pikir-pikir sekarang, seandainya saya tetap bertahan pada satu hal seperti tetap bertahan menjadi penulis artikel dan melanjutkan jadi penulis buku, atau menjadi pakar dalam pengembangan diri, atau fokus menjadi programmer handal, mungkin saya sudah berhasil sekarang. Sudah mencapai apa yang menjadi mimpi saya saat ini. Sayangnya, saya tidak konsisten.

Inkonsistensi mempengaruhi kecepatan kerja saya. Ditambah dengan kelemahan saya sebagai orang yang berjiwa melankolis sempurna, saya butuh waktu lama untuk menyempurnakan satu hal yang saya ingin capai, maka inkonsistensi ini menjadi berlipat-lipat dengan tingkat faktorial yang besar. Inkonsistensi membunuh mimpi saya.

Tetapi tidaklah berguna menyesali apa yang sudah saya lewati. Waktu telah berlalu, umur semakin bertambah tua. Yang perlu saya lakukan adalah menghilangkan konsistensi dan fokus pada satu cara yang tepat bagi diri saya. Menyesal bukan pilihan bagi saya saat ini. Bergerak dan bertindak adalah pilihan yang terbaik.

Dan sepertinya saya harus melakukan penilaian ulang terhadap kinerja diri. Lalu kemudian menghancurkan pola-pola yang tidak perlu yang mungkin ke depannya akan memunculkan inkonsistensi yang lama. Saya perlu memaksa diri dengan pola yang teratur.




* sumber gambar : http://www.timparsons.me/blog/5-ways-to-know-if-your-team-is-inconsistent/

Rabu, 09 September 2015

Achieving our dreams

by Unknown  |  in Personal Building at  Rabu, September 09, 2015
Dream It - quotesgram.com

There is no other ways to become an expert on something except discipline and hard work. Don't merely hope for a miracle because you can't be anything just hoping. Instead be a miracle for yourself. Don't get me wrong. I do believe in miracles. I do believe in God. But my believe, my faith, don't teach me to be a beggar for mercy of God. Of course I live by God's mercy alone, but he also teach me to do my work on earth, to go chasing and fulfilling my dreams. That's also apply to my expertise.

My dream is to be a great programmer and technopreneur. How can I achieve it?. No, miracle is not an option for that. As I said before, I must disciplinize myself and do the hard work. I can't achieve my dream by sitting idle in the corner of my room or playing game all day long. I can't achieve it by doing something like general people will do. I must go through the stony, wavy, and stormy way where most of all people don't dare to. I can't stay as ordinary people doing ordinary thing in hoping to have an extraordinary thing. I need to do more than common sense on hoping reaching the moon.

"Insanity: doing the same thing over and over again and expecting different results". Albert Einstein

What should I do to achieve it than?. First, I must do 10,000 hours of deliberate practice on programming to reshape my ability and potential each day. Second, change my bad behavior and manage my time. Third, make an achievable limit to attain my dream. Fourth, having a positive thinking each time. Fifth, get a clear vision for what I must achieve. The main thing to achieve it is believing in God and trusting myself to him.

Well, this all I thought for now.

Senin, 07 September 2015

Love or Be Loved.

by Unknown  |  in Personal Building at  Senin, September 07, 2015

"People fall in love in mysterious ways", that's a part of Thinking Out Loud lyric from Ed Sheeran song that almost precisely depict how people get the feeling of love. I do agree with it but not quite agree.

Many of us know that it is really good to be loved, but that doesn't means people really knew how to love. How can we really perceive that love is really a good thing? How can we feel what love is ? when do we really love ? do we love? Is it just a perception from our senses? Do we really know what love is? Or maybe we just guessing that "it" was love?

We human fellow tend to mix our feeling for "be loved" with "love". We often loving other by insisting for return; Loving our life partner by demanding for care from him/her; Loving our spouse by asking for his/her sacrifices. Loving by asking for a return is not really a love, it called "Be loved". Let me put it straight, love is not about ourselves but about other, love is not a "me" side, love is not selfish.

In my christian perspective (Christ perspective), love is giving your life to others, loving your life partner by giving all of yourself to him/her, loving your family by giving your life to them, and loving your neighbor as you love yourself. Loving by sacrificing yourself. Maybe you think these are really hard to do, i agree with it, but not impossible to do.

Pardon for my bias perspective.

For me, love is not merely how we feel and act to people but love is how we living our life thoroughly by giving our full capability for others. The life of giving not asking. So now, stop asking for love. Learn to love. Don't wait for love, don't wait for be loved. Act your love now. Because I believe that we are already be loved by our Creator -- For God so loved the world that he gave his one and only Son, that whoever believes in him shall not perish but have eternal life.
His love is more than enough for us... ;).


Jumat, 08 Mei 2015

Disiplin, lagi.

by Unknown  |  in Personal Building at  Jumat, Mei 08, 2015
Berubah dari orang yang berantakan menjadi disiplin itu susah, gak ngampang. Kalau ada yang bilang itu gampang, berarti dia belum pernah jadi orang berantakan sebelumnya. Menjadi disiplin itu butuh kerja keras. Secara teori sangat mudah, tentukan dan atur setiap waktumu dan kemudian ikuti dengan sepenuh hati, tetapi aplikasinya butuh kemauan yang keras. Tetapi ada hal yang sangat menguntungkan ketika kita disiplin. Akan muncul sebuah kesadaran baru bahwa banyak waktu kita yang sebenarnya tersia-siakan sebelumnya. Dan kemudian secara totalitas kehidupan kita akan berubah. Dengan disiplin kita mengubah pola dasar hidup yang lama dengan pola yang baru. Pola ini secara sistematis akan mempengaruhi tindakan kita yang lainnya, mulai dari bertumbuhnya pemikiran untuk merencanakan penggunaan waktu, perubahan pola makan, bahkan sampai pada pola pikir kita. Disiplin adalah kunci perubahan hidup. Jika ingin sukses, maka kita harus memulai untuk hidup disiplin mulai dari sekarang. Semangat...:D ;)

Minggu, 26 April 2015

Cara mudah mengatasi masalah

by Unknown  |  in Personal Building at  Minggu, April 26, 2015
Masalah memang selalu ada dan setiap hari kita hampir selalu bersentuhan dengan masalah, baik itu kecil maupun besar. Setiap masalah memiliki jalan keluarnya sendiri. Pastinya selalu ada jalan keluar untuk sebuah masalah. Dan terkadang solusinya hanya dengan berdiam diri atau berhenti memikirkan masalah itu.

Ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah. Kesederhanaannya sering menjadi hal yang terabaikan oleh kita karena secara natural kita memikirkan sebuah solusi untuk masalah tidak pernah sederhana. Hal-hal sederhana itu adalah sebagai berikut:

1. Menganggap Masalah Itu Sebagai Umpan Balik.
Masalah adalah umpan balik dari keadaan yang kita butuhkan untuk berkembang. Memiliki masalah berarti kita memiliki potensi untuk berkembang. Umpan balik akan membuka pikiran bahwa ada hal yang perlu diperbaiki dalam hidup ini.

2. Berhenti Memikirkannya.
Masalah tidak pernah menjadi masalah kalau kita tidak menganggapnya sebagai masalah. Pemikiran kita yang menentukan hal tersebut. Orang-orang yang sukses tidak menganggap masalah sebagai hal yang menggangu tetapi menganggap masalah sebagai lecutan untuk lebih hidup dan lebih bersemangat lagi. Masalah tergantung oleh bagaimana kita memikirkannya.

3. Hidup Anda Berharga Karena Anda Masih Diberi Kesempatan Mengecap Masalah.
Tentu saja! Jelas sekali hidup anda sangat berharga karena ternyata anda diberi kesempatan untuk merasakan masalah. Anda layak untuk mengembangkan potensi anda lebih lanjut karena anda telah diberi kesempatan untuk memperbaiki diri dengan menghadapi masalah. Sama halnya seperti seorang anak didik dalam sebuah sekolah yang senantiasa diberi soal untuk mengembangkan kemampuannya, anda diberi masalah untuk mengembangkan potensi anda dalam hidup ini. Tanpa ada masalah kita tidak mungkin berkembang. Lihat saja seorang yang dianggap bijaksana, mengapa dia dianggap bijaksana? karena dia mampu memecahkan masalah yang dia hadapi. Bagaimana dia memecahkan masalah kalau dia sendiri tidak pernah mengecap masalah? Bahkan orang menjadi bijak karena pernah menghadapi banyak masalah.


Berhentilah tenggelam dalam masalahmu. Percaya bahwa selalu ada solusi dari setiap masalah. Percaya bahwa Penciptamu pasti memberikan yang terbaik bagi anak-anakNya, bahkan saat kamu diberikan ujian, masalah, dan pencobaan.

Sabtu, 25 April 2015

Mengapa Bunuh Diri ?

by Unknown  |  in Personal Building at  Sabtu, April 25, 2015
Saya mulai mengerti sekarang mengapa kebanyakan orang yang nekat ingin mengakhiri hidupnya karena tekanan hidup. Setelah mengalami beratnya tekanan hidup, aku mengalami sendiri bagaimana keinginan untuk bunuh diri itu muncul.

Bunuh diri memang bukan merupakan jalan yang benar, kalau tidak bisa dikatakan jalan yang benar-benar salah, untuk keluar dan lepas dari masalah hidup. Tetapi bunuh diri merupakan cara instan yang paling populer untuk lepas dari keadaan yang mendesak. Berdasarkan statistik angka bunuh diri di www.suicide.org, lebih dari 1 juta orang meninggal akibat bunuh diri dan tiap 40 detik ada 1 orang yang meninggal akibat bunuh diri di suatu tempat di dunia ini. Jadi bunuh diri memang sangat-sangat populer.

Dari penilaian orang normal, bunuh diri merupakan solusi yang aneh untuk mengatasi masalah. Tidak masuk akal untuk melakukan bunuh diri. Tetapi jika orang normal tersebut pernah menjadi orang yang tidak normal (mungkin sedikit kasar jika mengatakan abnormal); pernah merasakan bagaimana sulitnya saat putus asa, depresi, cemas, kehilangan arah hidup, atau kehilangan pegangan hidup, atau bahkan kesulitan ekonomi, mungkin orang normal tersebut akan mengerti mengapa bunuh diri menjadi satu-satunya jalan yang paling mudah.

Keinginan dasar manusia adalah keinginan bertahan hidup. Namun saat penunjang keinginan ini hilang, maka hilanglah alasan manusia untuk bertahap hidup. Manusia ingin bertahan hidup bukan hanya untuk memenuhi keinginan untuk bertahan hidup itu sendiri. Ia ingin bertahan hidup untuk menunjukkan betapa berharganya dirinya baik untuk dirinya sendiri dan untuk orang lain di sekitarnya, terutama keluarga dan pasangan hidupnya. Saat ia kehilangan harga diri, saat ia merasa tidak memiliki lagi harga diri, tak memiliki lagi makna dirinya bagi dirinya dan orang lain, maka ia akan menganggap dirinya tidak berguna. Dan kita tahu sama-sama sesuatu yang tidak berguna pasti dibuang. Maka dia akan membuang hidupnya yang dia pikir tidak berguna.

Orang-orang cenderung untuk bunuh diri saat ia kehilangan pegangan hidupnya; kehilangan kepedulian dari keluarga, disisihkan masyarakat, dan kehilangan kasih sayang dari orang lain. Tanpa ada pegangan hidup, tubuh menjadi tidak berarti lagi. Apakah gunanya hidup jika tidak ada manfaatnya?. Bukankah lebih baik diakhiri saja?. Inilah yang biasanya dipikirkan tiap orang yang ingin mencabut nyawanya sendiri.

Tiap masalah yang dipikirkan oleh pribadi yang ingin bunuh diri merupakan sebuah fakta. Keadaan ekonomi, harga diri, status sosial di masyarakat kesemuanya merupakan fakta hidup. Masalah hidup itu nyata adanya. Setiap orang memiliki masalah-masalah pribadi. Tiap orang pasti mengalami masalah.

Masalah yang dihadapi orang yang ingin bunuh diri biasanya telah lama menggerogoti pikirannya. Masalah itu menjadi semakin besar setiap saat bukan saja karena masalahnya besar tetapi juga dikarenakan fokus pada kegagalan terus-menerus yang dialami orang tersebut. Untuk itu, perlu mengubah perspektif terhadap masalah yang dihadapi. Ubah fokus dari masalah ke manfaat dari masalah tersebut. Fokus pada masalah hanya akan memperbesar masalah bukan memperbaiki atau pun menyelesaikannya.

Bagaimana mengatasi keinginan untuk bunuh diri? Ingat bahwa sebenarnya hidup kita ini berharga. Meskipun orang lain menganggap kita sampah masyarakat tetapi kita adalah berharga. Kita benar-benar berharga. Walaupun keluarga kita menganggap kita sudah mati, walaupun orang terdekat, teman, dan pasangan hidup menganggap kita tidak berharga, kita tetaplah berharga. Kamu jauh lebih berharga dari yang kamu kira, jauh lebih berharga dari yang orang lain nilai. Dan satu yang pasti, kamu berharga di mata Penciptamu. Jika orang lain menganggap engkau sampah, Tuhan menilai kamu berharga di matanya.

Berhenti berpikir untuk mengakhiri hidupmu. Hiduplah untuk Penciptamu.





Jumat, 24 April 2015

Mendisiplinkan diri

by Unknown  |  in Personal Building at  Jumat, April 24, 2015
* Discipline
Disiplin itu gak gampang. Benar-benar susah. Apalagi kalau kehidupan kita senantiasa penuh dengan ketidak teraturan. Walaupun ternyata ketidakteraturan yang ada pada diri kita ternyata suatu keteraturan juga, keteraturan yang sebenarnya tidak kita sadari.

Untuk mendisiplinkan diri butuh kerja keras dan usaha yang sungguh-sungguh. Tidak cukup dengan sekadar semangat yang bergejolak dan membara. Disiplin butuh lebih dari sekadar semangat. Bayangkan jika disiplin yang ingin kita capai cuma didasari semangat. Kalau semangatnya hilang bagaimana?, kalau ternyata masalah menghancurkan semangat kita bagaimana? apa yang kita bisa lakukan kalau hanya bermodalkan semangat? apa yang dapat kita lakukan saat semangat itu hilang? Berarti disiplinnya juga ikut hilang beserta semangat kita yang sudah padam.

Mencapai sebuah kedisiplinan diri memang membutuhkan modal semangat. Tetapi disamping semangat kita membutuhkan modal lain sebagai penopang kedisiplinan itu. Kita butuh sebuah tujuan untuk disiplin. Tetapi menjadi sedikit absurd di saat kita ingin mencapai tujuan melalui disiplin ternyata kita memerlukan tujuan untuk disiplin. Hal ini seperti kasus Telur dan Ayam, kita bingung untuk menentukan yang mana sebagai pendahuluannya.

Meminjam istilah yang ada di buku Anthony Robbins, Awaken the Giant Within, kedisiplinan dapat dicapai dengan memahami Pain and Pleasure, Rasa Sakit dan Rasa Nikmat, dari tujuan dan manfaat kedisiplinan yang hendak dilakukan. Apa rasa sakit yang intens, yang dalam, yang akan kita rasakan jika tidak sampai kepada disiplin. Apa rasa nikmat yang intens, yang harus kita dapat, dari pemenuhan pada kedisiplinan ini. Rasa sakit dan nikmat akan menjadi penopang dari kedisiplinan yang ingin kita raih.

Untuk itu, temukan rasa sakit yang paling dalam yang akan terjadi pada diri kita jika kita tidak sampai pada pendisiplinan diri. Temukan hal yang sangat menyedihkan yang akan kita raih jika kita tidak mampu mendisiplinkan diri kita; Apakah kita akan jatuh miskin? apakah kita akan hidup melarat dan dijauhi orang lain? apakah hidup kita menjadi tidak berguna karenanya?. Temukan hal yang sangat nikmat untuk hidup kita jika kita mampu sampai kepada pendisiplinan diri; Pencapaian sukses tertinggi?, pemenuhan keinginan dan cita-cita sejak kecil? pemenuhan rasa bahagia bagi keluarga? atau kepuasaan batiniah yang tidak terkira?.

Bagaimanapun, kita harus disiplin. Karena tanpa disiplin tidak akan ada hasil maksimal yang dapat kita capai dalam hidup.

Mari kita sama-sama belajar mendisiplinkan diri...;)


Baca Juga:
1. Miliki Kepercayaan Pada Diri Anda.
2. Mengapa Saya Terus-Terusan Gagal.
3. Organisasi Waktu dan Kerja.




* sumber gambar: Discipline

Selasa, 01 Juli 2014

Apa yang anda inginkan tertulis di batu nisan anda?

by Unknown  |  in Personal Building at  Selasa, Juli 01, 2014
Gravestone*

Pertanyaan ini bukanlah dimaksudkan untuk mengingatkan dekatnya waktu anda di dunia ini, tetapi merupakan pertanyaan tentang tujuan anda di dunia ini. Apa yang telah anda lakukan untuk dunia sehingga dunia patut mengenal anda.

Apakah Anda ingin tidak ada tulisan apapun selain nama Anda?. Yang berarti Anda sama dengan kebanyakan orang lain, tidak memiliki pengaruh sama sekali pada orang lain sehingga tidak patut untuk dikenang dengan kata-kata yang lain selain nama. Hanya menumpang hidup di dunia ini. Hanya sekadar hidup untuk diri sendiri. Mungkin Anda akan berkata: "Aku telah hidup dengan baik, aku hidup tidak menyusahkan orang lain, aku tidak mencelakakan siapa pun, aku tidak mencampuri urusan orang lain. Aku telah memelihara keluargaku dan telah memenuhi kebutuhan mereka. Bukankah itu sudah cukup?". Sayangnya saudaraku, hampir semua orang melakukan hal seperti itu. Apa bedanya anda dengan orang lain?. Orang-orang tersebut memiliki nisan yang hanya bertuliskan nama saja. Anda juga akan demikian. Anda tidak patut untuk dikenang, karena Anda hanya hidup untuk diri anda sendiri. Silahkan tinggalkan dunia ini dengan tenang.

Atau anda ingin nisan dengan tulisan yang menunjukkan siapa anda?. Seperti kata-kata ini : "Ia adalah pahlawan bagi negaranya" atau "Disini terbaring orang yang telah membebaskan kota ini dari kemiskinan" atau "Orang yang paling berjasa dalam pengembangan pendidikan" atau yang lainnya. Tentu saja anda harus melakukan sesuatu yang lebih dari pada kebanyakan orang lain lakukan. Anda tidak bisa egois. Anda tidak bisa hidup untuk sendiri atau hidup untuk keluarga Anda. Anda harus keluar dari lingkaran tersebut. Anda harus melompat dari kenyamanan Anda dan berusaha memahami kemalangan orang lain. Anda harus hidup demi orang lain. Hanya dengan ini sajalah anda bisa menjadi orang yang lebih dari kebanyakan orang.

Tetapi, apakah anda hanya ingin dikenang setelah mati? Tentu saja tidak, bukan?. Tentunya Anda ingin selalu dikenang bahkan disaat Anda masih bernafas. Maka, bertindaklah sekarang. Lakukan perubahan dihidupmu. Kerjakan sesuatu yang bisa memberikan nilai untuk kehidupan orang lain. Selami dan rasakan penderitaan orang lain. Berusahalah menjadi orang lain dan hidup seperti orang lain agar anda dapat lebih jauh memahami mereka. Jadilah garam yang memberikan rasa di kehidupan orang lain. Jadilah terang yang bisa menuntun orang lain. Renungkan dan bertindaklah segera. Saya yakin Anda bisa. Anda harus yakin anda bisa. Tuhan tahu Anda bisa. Jadi, apakah yang anda takutkan? Apakah yang jadi penghalang anda?. Bersegeralah.

Friday, 22:00 WIB, 27 february 2014


* Image taken from http://www.turbosquid.com/3d-models/3d-model-of-scary-gravestone/699291

Sabtu, 07 Juni 2014

Bagaimana menunjukkan kasih sayang

by Unknown  |  in Personal Building at  Sabtu, Juni 07, 2014
Image from Cathy Ulrich
Terlintas di pikiran saya tentang apa dan bagaimana sebenarnya cara untuk menunjukkan rasa kasih sayang saat melakukan perenungan rohani pagi ini. Sepertinya pikiran ini muncul karena pengaruh dari buku The Gift of Fear, yang mendeskripsikan tentang rasa cinta yang berlebihan yang merusak, dan kondisi hati saya sendiri yang lagi galau tidak menentu karena ketidakjelasan status hubungan dengan seorang wanita (sok melankolis...hahahah). Atau barangkali karena proyek software yang belum kelar-kelar. Atau? Hmm... Bingung menentukan penyebab utamanya, hahahaha :D. Lanjut.

Bentuk Kasih Sayang
Banyak cara yang dikatakan orang untuk menunjukkan kasih sayang; Memberikan hadiah, memberikan kartu ucapan, mengucapkan kasih sayang, memberikan perhatian, memberikan pujian, menghargai, memberikan kejutan, bersikap jujur, dan banyak hal lainnya. Tetapi apakah semua hal ini cukup? Apakah semua hal ini benar-benar bisa menunjukkan rasa kasih sayang kita?

Setiap manusia butuh kasih sayang. Setiap orang memerlukan kasih sayang dari orang lain sebagai bahan bakar kehidupannya.  Kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang sangat penting dan mendasar bagi kehidupan manusia.

Setiap orang memiliki mekanisme untuk memberikan kasih sayang yang mulai dimilikinya saat ia tumbuh dan berkembang di dalam keluarga. Tetapi sayangnya, kebanyakan orang memilih untuk sekadar menerima kasih sayang dan sering lupa untuk memberi kasih sayang pada orang lain.

Menunjukkan kasih sayang dengan memberikan barang memang bisa memberikan kesan pemberi barang memiliki rasa kasih sayang kepada orang yang diberi. Tetapi kasih sayang seperti ini tidak akan berkesan lama, karena seperti barang yang mudah rusak maka kasih sayang yang diwakilkan oleh barang ini akan pudar seperti umur barang.

Memberikan pujian tidak selamanya berarti kasih sayang, terkadang pujian hanyalah sekadar pujian sehingga pujian tidak selalu diterima sebagai penunjuk rasa kasih sayang. Rasa kasih sayang bisa ditunjukkan dengan pujian tetapi pujian tidaklah cukup untuk mewakilkan rasa kasih sayang. Bayangkan saat Anda dipuji oleh seseorang, entah itu anggota keluarga Anda, teman sekerja, atau sahabat, apakah Anda merasa pujian tersebut merupakan bentuk kasih sayang mereka? Pasti kebanyakan Anda menjawab tidak.

Cara Menunjukkan Kasih Sayang Yang Sebenarnya
Jadi bagaimanakah cara menunjukkan kasih sayang yang sebenarnya? Bagaimana cara menunjukkan kasih sayang yang tidak pudar?. Untuk menunjukkan kasih sayang yang sebenarnya dan tidak pudar dapat dilakukan dengan memberikan sesuatu dari kita yang tidak ternilai dan tidak tergantikan. Ada dua hal yang tidak ternilai dan tidak tergantikan dalam hidup kita. Yang pertama adalah nyawa atau hidup dan kedua adalah waktu.

Yang pertama adalah nyawa atau hidup. Tentu Anda berpikir bahwa pandangan saya ini terlalu radikal atau aneh dan bahkan tidak masuk akal. Jarang sekali memang ada orang yang mau memberikan hidupnya untuk orang lain, tetapi saat seseorang memberikan hidupnya untuk orang lain maka tindakan ini akan menyentuh relung hati yang paling dalam dari orang-orang yang berada di dalam lingkaran kasih sayang ini. Tidak ada satu orang pun yang dapat melupakan kasih sayang seperti ini. Tidak ada satu orang pun yang bisa melupakan kasih sayang yang diberikan oleh Bunda Teresa kepada orang-orang di kalkuta. Dengan mengorbankan hidup Anda untuk orang lain, Anda menunjukkan kasih sayang yang sebenarnya.

Yang kedua adalah waktu. Waktu anda merupakan sesuatu yang sangat berharga dan tidak dapat tergantikan. Anda tidak dapat mengulang waktu yang sudah lewat. Anda tidak bisa mengembalikan masa-masa hidup Anda yang sudah terlewati. Memberikan waktu Anda untuk orang lain yang Anda kasihi, berarti memberikan keseluruhan diri Anda; pikiran, tubuh, hati, dan jiwa untuk orang lain. Memberikan kasih sayang kepada anak berarti memberikan waktu Anda untuk anak dengan bersamanya, selalu ada disamping anak untuk merawat dan membesarkannya, bukan dengan sekadar memberikan kebutuhan fisik seperti pakaian, makanan, dan pendidikan saja. Memberikan kasih sayang kepada pasangan berarti memberikan waktu Anda untuk bersama dengan pasangan, ada saat pasangan Anda berbahagia, ada saat pasangan bersedih, ada saat pasangan memerlukan penopang, bukan sekadar menelepon, mengirimkan pesan SMS, mengirimkan hadiah, atau bahkan memberikan kata pujian. Memberikan kasih sayang kepada keluarga berarti memberikan waktu Anda untuk bersama dengan keluarga, bukan sekadar memenuhi kewajiban sebagai anggota keluarga. Memberikan kasih sayang kepada sahabat berarti memberikan waktu Anda untuk bersama dengan sahabat, berada di saat senang mau pun susah, bukan sekadar tempat curahan hati.

Memberikan waktu berarti memberikan keseluruhan Anda pada orang lain.


Selamat berkasih sayang... ;)

Sabtu, 22 Maret 2014

Ubahlah sifat buruk

by Unknown  |  in Wise Agenda at  Sabtu, Maret 22, 2014
Sangat tidak mudah untuk mengubah sifat lama kita. Saya menyadari betapa sulitnya hal ini untuk dilakukan. Saat ini pun saya masih berjuang untuk mengubah beberapa kebiasaan buruk yang masih menggerogoti hidup ini.

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengubah sifat lama. Pertama, cari tahu tentang pola dan kebiasaan hidup kita sehari-hari. Hal ini penting agar kita bisa menyesuaikan dengan perubahan yang kita ingin lakukan. Kedua, sadari dan terima kenyataan bahwa kita memiliki sifat yang buruk. Dengan menerima kenyataan ini, kita dapat memulai untuk bertindak dan berbenah diri. Ketiga, mulailah untuk melakukan perubahan dalam hal yang kecil. Tanamkan pemikiran bahwa sifat buruk dapat kita ubah. Mulailah dengan langkah kecil.

Butuh waktu untuk berubah, dan itu tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Tetapkan hati untuk setia dalam tujuan perubahanmu. Pasti ada saat dimana kita merasa tidak mungkin mengubah sifat buruk tersebut. Tetapi percayalah, dengan tujuan dan pikiran yang terfokus untuk berubah pasti kita mampu melakukannya.

Tidak ada yang mustahil kalau kita percaya kan?.... :)

God Bless Us

Jumat, 14 Maret 2014

Machine Translation Here I Go

by Unknown  |  in Personal Building at  Jumat, Maret 14, 2014
Currently I'm trying to learn about machine Translation. After one and two days I've know..... This Gonna Be Hard to Settled..!!!!.

Still trying to grasp the meaning of the text in "An Introduction to Machine Translation, By W. John Hutchins and Harold L. Somer". I guest it easy to read but hard to digest. Hurt my stomach when trying to digest it (kidding...:D).

This really differ than anything that I've learn before. Difficult thing to conquer. Another beast to tame.

Surely hard, but I love a great challenge. Love it...:D.

There is no easy way to a perfection. There is only the hardest way.

Kamis, 13 Maret 2014

Bukan semata-mata motivasi karena uang

by Unknown  |  in Wise Agenda at  Kamis, Maret 13, 2014
Tidak seperti kebanyakan orang dewasa pikirkan, hal yang memotivasi manusia bertindak bukanlah semata-mata uang. Meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa uang menjadi kebutuhan yang penting untuk bertahan hidup.

Orang dewasa bekerja mendapatkan uang demi kebutuhan hidup. Atau tepatnya, bekerja demi bertahan hidup. Tetapi uang bukanlah tujuan utama dari pekerjaannya. Ada hal lain yang menggerakan orang untuk bekerja yakni untuk mencapai apa yang diinginkan hatinya atau yang dicita-citakannya. Dan itu bukan uang.

Uang menjadi alat penolong  untuk bergerak, bertindak, dan melakukan apa yang diinginkan. Sama seperti halnya pulpen, sebagai alat bantu, berguna untuk memampukan manusia mencurahkan isi pikirannya ke atas kertas. Demikian juga halnya uang hanyalah sekadar alat bantu.

Pemikiran umum bahwa uang adalah segalanya sering membutakan dan menyimpangkan hal yang sebenarnya diinginkan manusia. Tema umum yang sering dikumandangkan orang banyak; "waktu adalah uang" dan "uang yang mengatur negara", menyamarkan tujuan utama yang seharusnya dikejar oleh manusia. Hal ini mengkondisikan pemikiran kita bahwa yang terpenting di dalam hidup adalah uang.

Tujuan yang samar ini tidak bisa memenuhi hasrat hidup manusia. Bahkan ketika kesuksesan diraih, ketika memiliki banyak uang, banyak harta, serta banyak simpanan (bukan suami simpanan atau istri simpanan) perasaan senang tidak kunjung muncul. Perasaan bahagia dan terpenuhi tidak bisa dirasakan sama sekali meskipun telah sampai kepada kebebasan finansial.

Ada anekdot yang saya ingat berkenaan dengan perasaan tidak bahagia dan tidak terpenuhi saat mencapai kebebasan finansial, di saat memiliki kelimpahan uang:
Uang bisa membeli mobil, tapi tidak bisa membeli kenyamanan menggunakan mobil,
Uang bisa memikat pasangan yang sempurna, tetapi tidak bisa membeli cintanya,
Uang bisa membeli rumah yang besar dan megah, tetapi tidak bisa membeli keharmonisan, kenyamanan, dan kebahagiaan berumah tangga.

Motivasi akan uang tidak akan membawa kita kepada kebahagiaan. Motivasi akan uang malah akan menjauhkan kita dari kebahagiaan yang sebenarnya kita butuhkan.

Sayangnya, banyak perusahaan yang mempekerjakan manusia dewasa memiliki pola pikir bahwa karyawan bekerja karena uang. Sehingga sering sekali perusahaan mengiming-imingi kenaikan gaji bagi karyawan yang memiliki performa yang bagus di dalam perusahaan. Jika manusia pekerja yang bekerja di perusahan tersebut ternyata memiliki pola pikir motivasi uang yang sama dengan perusahaan, maka pekerja semakin terperosok ke dalam pemikiran yang kabur ini. Pekerja yang lain juga secara tidak langsung akan menanamkan pola pikir yang sama karena terpengaruh oleh teman sekerja dan budaya kerja perusahaan tempatnya bekerja. Berdasarkan penelitian saksama para ahli (Deci dan Ryan sebagai pionirnya), pola imbalan yang dianut perusahaan ini memiliki efek menurunkan kinerja pekerja di dalam perusahaan bukan menaikkan kinerjanya. Efek jangka panjang dari pola imbalan yang dianut akan menurunkan keseluruhan kinerja pekerja, dan yang lebih mengkhawatirkan, pekerja akan bekerja berdasarkan imbalan bukannya dengan keinginan yang tulus untuk bekerja. Tentu saja hal ini akan merugikan perusahaan.

Motivasi Yang Sebenarnya

Berdasarkan kajian penelitian tentang Teori Determinasi Diri oleh Deci dan Ryan, ada tiga aspek yang  menggerakan motivasi sebenarnya (motivasi intrinsik) pada manusia untuk melakukan sesuatu:
  • Kompetensi; mencari pengaturan akan hasil akhir dan pengalaman dalam menguasai sesuatu.
  • Keterkaitan; keinginan universal untuk berinteraksi, terhubung, dan mengalami hal tentang kepedulian terhadap orang lain
  • Otonomi; keinginan universal untuk menjadi agen penentu kehidupannya sendiri dan bertindak secara harmonis terhadap pribadi sendiri
Kompetensi
Setiap orang menginginkan dirinya mampu untuk menguasai sesuatu. Dengan menguasai sesuatu, motivasi intrinsiknya akan meningkat.

Keterkaitan
Saat manusia memiliki interaksi dan hubungan yang baik dengan sesama, motivasinya akan meningkat. Pada anak-anak yang merasa bahwa guru mereka tidak peduli atau cuek akan menurunkan motivasi intrinsiknya karena kebutuhan akan keterkaitan tidak terpenuhi.

Otonomi
Faktor eksternal yang memaksa orang untuk bekerja sesuai deadline, dimana dikontrol dan dibatasi oleh pekerjaan, ternyata akan mengurangi motivasi intrinsik. Atau faktor eksternal seperti upah karena bekerja sesuai aturan juga ternyata akan menurunkan otonomi yang kemudian akan menurunkan motivasi dan pada akhirnya akan menurunkan kinerjanya dalam bekerja.

Motivasi yang sebenarnya adalah berasal dari dalam, dimana ketiga faktor yakni kompetensi, keterkaitan, dan otonomi telah terpenuhi. Oleh karena itu, motivasi akan uang sebenarnya tidak pernah ada. Uang malah mengaburkan motivasi yang sebenarnya.

Bagaimana memunculkan motivasi yang sebenarnya
Pemenuhan akan ketiga aspek penggerak motivasi akan memunculkan motivasi yang sebenarnya. Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa cara:
  1. Berikan atau ajarkan kemampuan yang bisa membentuk seseorang. Dimana kemampuan ini ditujukan semata-mata untuk pengembangan orang tersebut.
  2. Bangun interaksi dan kepedulian sosial terhadap orang tersebut. Jika dalam perusahaan, bangun lingkungan kerja yang bersahabat yang memiliki hubungan yang erat dalam setiap aspek kerja perusahaan.
  3. Berikan kebebasan seseorang dalam memilih sesuatu meskipun pilihannya hanya dua. Dengan memberikan pilihan, akan menciptakan kesan bahwa orang tersebut memiliki otonomi terhadap pilihannya.
  4. Jangan memberi hadiah berupa uang jika ingin menghargai hasil kerja orang lain. Berikan penghargaan seperti sanjungan atau pujian atas kerja orang lain. Kalaupun memang harus memberikan uang, jangan pernah memberikannya secara teratur. Berikan secara mendadak dan tidak terduga, sehingga motivasi intrinsiknya tidak menurun.


Salam pemikir.

Senin, 10 Maret 2014

Buat Perencanaan untuk hidupku

by Unknown  |  in Personal Building at  Senin, Maret 10, 2014
Sering kali perencanaan yang saya lakukan tak pernah berhasil. Kemungkinan berhasilnya selalu di bawah 20%. Ternyata baru saya sadari, perencanaan saya selalu saya simpan di dalam pikiran. Perencanaan yang benar dan sukses nyatanya harus dituangkan ke dalam tulisan.

Orang-orang besar dan sukses selalu menuangkan perencanaan hidupnya ke dalam tulisan. Jadi sebagai orang besar dan sukses selanjutnya, maka saya harus membuat perencanaan hidup yang detail.

Oke, saya harus membuat perencanaan hidup malam ini. Harus dan pasti...:D



Selasa, 29 Oktober 2013

Jadilah Dirimu Sendiri Bukan Mengikuti Trend Yang Berlaku

by Unknown  |  in Wise Agenda at  Selasa, Oktober 29, 2013
Saat ini ada budaya yang sedang mewabah di negeri tercinta Indonesia. Wabah yang sering menghinggapi kalangan anak muda yang istilah asingnya dikenal sebagai Trend Follower, orang-orang yang getol mengikuti trend yang berlaku. Sayangnya, perilaku ini sama sekali tidak membangun.

Apa untungnya mengikuti trend? agar dipandang orang kah? agak dianggap gaul kah?. 
Whats's the point?

Beberapa orang keranjingan berbicara dengan bahasa Indonesia yang dicampur-campur dengan bahasa Inggris (seperti yang saya lakukan pada paragraf sebelumnya :D ), tetapi ketika disodori sebuah buku berbahasa Inggris mereka malah melongo dan bilang bahwa mereka tidak bisa membaca tulisan dengan bahasa Inggris. Alangkah menyedihkan. Beberapa ada yang keranjingan dengan gadget yang terbaru, tapi tidak mampu memanfaatkan fitur yang ada malah hanya untuk sekadar gaya-gayaan atau cuma untuk sekadar memainkan game dan mendengarkan musik.

Buat apa mengikuti trend kalau tidak bisa menjadi diri sendiri? Buat apa sekadar menjadi seorang pengikut trend?. Lebih baik kalau bisa menjadi seorang Trend Setter, lebih baik kalau bisa menjadi seorang pemimpin bukan seorang pengikut dari belakang, betul kan?.

Jadilah diri sendiri, ini adalah hal yang penting yang mempunyai pengaruh besar bagi kehidupan Anda. Dengan menjadi diri sendiri, Anda bisa menemukan potensi diri tersembunyi yang selama ini tidak Anda sadari. Tidak penting bagaimana Anda dinilai orang, yang penting adalah bagaimana diri Anda, pribadi Anda, bisa mempengaruhi orang lain. 

Jadilah garam yang memberi rasa pada dunia ;)