Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 13 September 2015

Organisasi Waktu dan Kerja

by Joielechong sipayung  |  in Personal Building at  Minggu, September 13, 2015

*Organize!
Untuk mencapai dan membuat jadi nyata sebuah mimpi yang kita inginkan dibutuhkan disiplin dan pengorganisasian waktu dan kerja yang jelas. Hal-hal tersebut merupakan bagian utama untuk sukses dan setiap orang-orang yang telah sukses pasti memegang teguh kedua hal tersebut.

Salah satu konglomerat dunia Warren Buffet seperti yang saya baca dalam biografinya yakni The Snowball: Warren Buffett and the Business of Life, juga menerapkan disiplin dan organisasi waktu yang ketat, bahkan setiap pengeluaran yang dilakukan oleh Warren Buffet diatur secara ketat. Dan banyak lagi konglomerat yang menerapkan disiplin dan organisasi waktu dan kerja seperti halnya Warren Buffet; Carlos Slim Helu, Amancio Ortega, Larry Ellison, dan lainnya.

Organisasi waktu dan kerja itu penting karena sama seperti halnya kita ingin sampai disebuah tempat, dimana kita perlu mengetahui alamatnya dan dengan transportasi apa kita sampai disana juga kita perlu peta yang jelas tentang tempat tersebut, kita memerlukan perancangan, penyusunan, pengalokasian, serta perhitungan waktu dan biaya untuk mencapai apa yang kita impikan.

Perlu sedikit saya beri penjelasan mengapa saya menggunakan kata organisasi daripada kata manajemen. Organisasi berarti menyusun dan merencanakan dengan perencanaan sistematik dan tujuan yang merupakan satu kesatuan. Jadi organisasi merupakan istilah yang mencakup manajemen dan totalitasnya.

Perlunya Organisasi Waktu dan Kerja

Tanpa organisasi waktu dan kerja maka tidak akan terwujud apa yang kita impikan. Tukang bangunan yang membangun sebuah rumah, tidak akan pernah menyelesaikan sebuah rumah jika iya tidak menguasai keseluruhan hal yang dibutuhkan dalam menbangun rumah. Ia butuh rancangan dari rumah tersebut. Ia butuh jumlah biaya yang diperlukan untuk membangun rumah itu. Ia perlu tahu bahan-bahan apa saja yang perlu dibeli dengan biaya yang telah disediakan. Ia bahkan perlu tahu apa yang diinginkan pemilik rumah nantinya, tentang bagaimana bentuk rumah idaman yang diinginkan pemilik, tentang letak dan tata ruang yang diinginkan pemilik rumah, bahkan corak warna bangunan juga perlu diketahui tukang tersebut. Selain itu, tukang bangunan harus memberikan jangka waktu penyelesaian yang tepat sesuai dengan apa yang diinginkan pemilik rumah. Tidak mungkin pemilik rumah akan setuju jika tukang memberikan jaminan waktu selesai 2 tahun sedangkan pemilik rumah menghendaki bangunan rumah selesai dalam 1 tahun. Jadi tukang bangunan harus mengorganisasi waktu dan kerjanya sesuai permintaan pemilik bangunan rumah masa depan tersebut.

Kita perlu peta yang jelas untuk mencapai mimpi. Setelah memiliki peta tersebut, kita harus memperhitungkan dan menentukan hal-hal apa saja yang dibutuhkan untuk mencapainya. Melakukan pengkajian dan pemaparan kebutuhan tersebut merupakan hal yang wajib kita lakukan. Kita juga perlu mencari tahu jenis pengetahuan apa, jenis kemampuan khusus atau keahlian tertentu apa yang dibutuhkan untuk mencapai mimpi kita itu. Jika mimpi untuk menjadi seorang desainer pakaian ternama, tidak mungkin kita meningkatkan keahlian di bidang musik tentunya bukan?. Kuasai keahlian yang sesuai dengan mimpi kita, fokus pada hal tersebut dan berikan 100% kemampuan kita untuk melakukannya.

Tapi terkadang untuk mendapatkan peta yang jelas, mengetahui kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk mencapai mimpi, dan memiliki keahlian yang sesuai dengan yang kita impikan, sangat sulit dilakukan. Bukan berarti hal-hal tersebut tidak bisa kita lakukan, tetapi kesulitannya adalah kita membutuhkan waktu dan pengalaman yang cukup banyak untuk mendapatkannya. Untungnya kita tidak perlu takut akan hal itu, karena kita saat ini tidaklah perlu untuk mengalaminya secara langsung. Untuk mengatasi hal ini, kita tinggal mengikuti cetak biru (blue print) yang ditinggalkan oleh orang-orang telah sukses. Jadi kalau kamu ingin menjadi seorang desainer ternama, cari desainer ternama yang sudah ada sebelumnya. Pelajari langkah-langkah yang telah ditempuhnya. Ikuti dan sesuaikan dengan apa yang kamu impikan untuk dicapai. Lakukan dengan disiplin.

Bagaimana Mengorganisasi Waktu dan Kerja

Tentu saja kita tidak langsung serta merta menjadi orang yang terorganisir tanpa melalui proses yang panjang. Semuanya butuh proses dan kedisiplinan. Berdasarkan pandangan saya, kita dapat menjadi terorganisir dengan cara seperti ini:

1. Ubah Kebiasaan yang tak berguna
Hal yang pertama dilakukan sebelum melakukan organisasi diri adalah mengubah kebiasaan lama. Mengubah kebiasaan lebih mudah daripada menghilangkan kebiasaan. Kita perlu waktu yang panjang untuk menghilangkan kebiasaan buruk yang telah dilakukan bertahun-tahun. Sama seperti orang yang telah belajar bersepeda yang akan ingat terus bagaimana bersepeda meski sudah bertahun-tahun tidak mengendarai sepeda lagi, demikian juga kita jika telah melakukan kebiasaan yang sama selama bertahun-tahun, akan sulit untuk menghilangkannya.

2. Buat Jadwal Kerja
Tanpa jadwal kerja sulit bagi kita untuk tetap disiplin dan mengetahui apa yang telah kita kerjakan sebelumnya. Jadi buatlah jadwal kerja dan bagilah waktumu.

3. Evaluasi Hasil Kerja dan Waktu
Terkadang banyak hal yang kita kerjakan ternyata tidak ada hubungannya dengan mimpi yang ingin kita capai. Jadi kita harus senantiasa mengevaluasi hal yang telah kita kerjakan dan mengganti kerja yang tidak ada hubungannya dengan mimpi yang ingin dicapai.

4. Perbaiki Jadwal Kerja
Perbaikan terus menerus dari jadwal kerja adalah hal yang perlu dan wajib dilakukan. Tentunya ada kerja yang tidak efisien lagi dilakukan dan ternyata telah dicakup di bagian kerja yang lain, atau ada bagian kerja yang tidak sesuai dengan mimpi yang harus dihapuskan atau diganti. Perbaikan yang dilakukan senantiasa akan mengefisienkan dan memberikan hasil yang jauh lebih efektif dari yang pernah kita lakukan sebelumnya.


Semoga bermanfaat.

P.S: Saya berencana membuat aplikasi organisasi waktu di Android yang akan membantu kita dalam mengorganisir waktu, stay tune ;).


Baca Juga:
1. Miliki Kepercayaan Pada Diri Anda.
2. Mengapa Saya Terus-Terusan Gagal.
3. Mendisiplinkan Diri.



* Sumber Gambar: Organize !

0 comments:

Silahkan tinggalkan komentar anda: