Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 21 Januari 2016

Tidak ada kesuksesan yang instan

by Joielechong sipayung  |  in Pengembangan Diri at  Kamis, Januari 21, 2016


Sama seperti keahlian yang perlu diasah terus, demikian juga sukses perlu latihan terus. Salah satu latihannya adalah berulang kali gagal. Mencoba dan gagal adalah hal lumrah untuk sukses. Namun kita umumnya tidak suka merasakan gagal, walaupun itu penting. Kita lebih suka sukses yang instan.

Kalau kita mau jujur dengan kenyataan dan belajar dari lingkungan, sukses selalu harus diraih dengan melakukan banyak kegagalan. Perhatikan orang-orang yang ahli dalam bermain alat musik seperti gitar, piano, saxophone, dan sebagainya. Apakah mereka bisa langsung ahli dalam menguasai alat musik tersebut? tentu tidak kan?. Atau lihat orang yang ahli dalam mengukir patung, apakah dia bisa mengukir jadi sebuah patung dalam satu hari tanpa perlu belajar terus menerus? Tentu tidak kan?. Jadi gagal itu perlu, gagal itu sebuah kewajiban untuk menjadi sukses.

Tidak ada kesuksesan yang instan. Yang ada cuma mie instan, kopi instan, dan makanan serta minuman instan lainnya. Hal yang instan membuat kita malas. Makanan dan minuman yang instan memang memudahkan dan mengefisienkan waktu kita, tapi efeknya untuk tubuh sangat besar. Hal-hal tersebut merusak tubuh kita.

Kesuksesan perlu proses, dan di dalam prosesnya tersebut kita semakin dipersiapkan untuk menerima hasilnya.




sumber gambar: Instant Pasta

0 comments:

Silahkan tinggalkan komentar anda: