Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 14 Januari 2016

Banyak masalah? Berhentilah memikirkannya

by Joielechong sipayung  |  in Opini at  Kamis, Januari 14, 2016


Terlalu banyak berpikir itu melelahkan, apalagi kalau lagi banyak masalah. Tubuh menjadi sangat lelah dan emosi pun menjadi tidak terkontrol. Lalu muncullah penyakit psikosomatik, yakni penyakit yang disebabkan oleh pikiran.

Contoh paling dari penyakit psikosomatik ini sering terjadi pada orang yang lagi berpacaran. Tepatnya, pada orang yang diputuskan pacarnya. Kemungkinan anda juga pernah merasakannya kan? setelah diputuskan biasanya (menurut pengalaman dan pengetahuan saya) "korban" mendapat sakit yang mendadak seperti demam, tidak nafsu makan, kurang bersemangat, berat badan turun, dan gagal fokus. Saya sering merasakannya karena saya sering menjadi "korban" dari pemutusan hubungan ke-pacaran, alias di-PHK.

Cara mengatasinya? sangat mudah. Cukup berhenti memikirkannya. Walaupun kemudahannya hanya berdasarkan teori saja, hahaha. Saya sudah terlalu berpengalaman dengan hal PHK ini, dan sepertinya karena telah terbiasa di-PHK maka saya pun sudah merasa hal ini lumrah dan bisa menerima dengan legowo. Sesuailah dengan pepatah "Ala bisa karena biasa"... :D

Banyaknya masalah pun sering membuat pikiran semakin mumet. Seperti tidak ada jalan keluar yang bisa menyelamatkan. Masalah kelihatan lebih besar dari hidup kita, padahal masalahnya sering cuma sekitaran uang. Silahkan pilih apa yang lebih penting, hidupmu atau masalahmu? Tentu saja hidup bukan? Trus kenapa masih terlalu memikirkan masalahmu?. Jangan pernah biarkan masalah menjadi lebih besar dari diri kita.

Adakah orang yang karena besarnya pikiran akan masalahnya bisa menambah sehari saja umurnya? Malah menurut ilmu kedokteran, terlalu banyak memikirkan masalah justru mengganggu kesehatan dan memperpendek kehidupan.

Siapakah di antara kita yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?. Hidup terlalu singkat untuk dihabiskan oleh kekuatiran kita.

Life still goes on whether you realize it or not.



1. Miliki Kepercayaan Pada Diri Anda
2. Kesadaran Bahwa Saya Memiliki Potensi Berhasil
3. mengapa saya terus-terusan gagal
4. Cintailah Dirimu Sendiri
5. Mengakui kelemahan diri
6. Saya orang gagal, saya tidak bisa melakukan apa-apa
7. Bayi tidak pernah merasa gagal




sumber gambar: Anxiety in Teens

0 comments:

Silahkan tinggalkan komentar anda: