Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 28 September 2014

Tidur di hotel bersama dengan Operational Manager dan Chief Accounting

by Joielechong sipayung  |  in Opini at  Minggu, September 28, 2014

Habis bangun pagi maunya langsung makan cuma makan pagi saya cukup berbeda hari ini, yakni beberapa baris kode pemrograman Java, beberapa tab artikel di Google Chrome, dan sebuah lagu rohani berformat mp3 yang dinyanyikan oleh Sari Simorangkir yang berjudul "Dengan Sayapmu". Menu yang cukup kurang lengkap bagi kesehatan fisik :D. Kejadian hari ini patut untuk dikenang. Kejadian dimana saya tidur di Hotel milik kantor, satu ruangan dengan Operational Manager (OM) Hotel, Chief Accounting. Tetapi sayangnya ruangannya bukan kamar hotel tetapi kamar General Manager (GM) Hotel, hebat bukan?. Ada keuntungan yang saya dapatkan dari berbagi ruangan tersebut. Saya mendapatkan cerita pengalaman dari Operational Manager (OM) tentang hidupnya. Jatuhnya dia dari bisnis jual beli yang dikerjakan bersamaan dengan keponakannya, hingga pengalamannya pulang pergi Singapura - Indonesia sebanyak 8 kali dalam sehari, sampai dia bekerja di Hotel tempat kami bekerja. Ada pembelajaran berharga yang saya temukan. Pembelajaran bahwa hidup tidak sesulit yang dibayangkan kalau kita berani berjuang dan berusaha seperti yang dilakukan oleh OM. Selalu ada jalan untuk memperbaiki taraf hidup jika kita berani melihat ke sekeliling bukan hanya ke depan. Pembelajaran pertama yang saya dapat darinya, berbicaralah dan mendengarlah seolah kita berada di pihak yang sama dengan karyawan yang sedang mengeluarkan kekesalannya terhadap kantor dan pekerjaannya. Bukan berarti kita mencoba membohongi karyawan tersebut, tetapi tujuannya adalah mendapatkan kepercayaannya. Mungkin hal ini terlihat seperti memanipulasi orang lain. Namun yang perlu diingat bahwa, orang yang kesal tidak pernah ingin kekesalannya dilawan. Ia ingin kata-katanya didengar dan diterima. Dengan bersikap memihak saat itu, kita membangun kepercayaannya, membuat jarak antara kita dan karyawan menjadi tidak ada. Orang selalu ingin dimengerti, orang ingin selalu didengar, maka kita harus menjadi pendengar yang baik baginya. Setelah ia selesai mengungkapan kekesalannya, berbicara lembut dengannya karena ampir semua orang suka mendengar seseorang yang berbicara dengan lembut. Jika kita telah mendapatkan hatinya, kemudian menyampaikan keterangan dengan lembut, maka dapat dipastikan orang tersebut akan mengerti. Pembelajaran kedua, cerdiklah dan pahami serta pelajari keadaan saat melakukan sesuatu. Pencuri selalu lebih pintar dari yang dicuri, saya pikir ini anekdot yang hampir selalu benar di dalam kehidupan ini. Orang yang cerdik (bukan berarti saya bilang pencuri itu cerdik, pencuri lebih tepatnya dikatakan licik) selalu mempelajari lingkungannya sebelum bertindak. Pencuri yang pernah tertangkap, jika belum bertobat biasanya akan memperbaharui gaya mencurinya agar tidak tertangkap lagi. Ia berusah mempelajari lingkungannya sebelum bertindak. Jadi, jika disaat mengejar pencapaian yang tertinggi anda gagal, anda harus tetap berjuang dengan terlebih dahulu mempelajari apa kesalahan dan kekurangan yang harus dibenahi dan kemudian perbaiki cara anda mengejar pencapaian tersebut. Jika pencuri saja bisa berkembang, mengapa kita tidak?. Pembelajaran ketiga, makanlah kalau lapar. Saatnya saya kembali memulai aktivitas lain, tetapi saat ini aktivitas terpenting adalah mencari makanan dan minimun terlebih dahulu. Lapar banget nich.. :D.

0 comments:

Silahkan tinggalkan komentar anda: