Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 29 September 2015

Menerjemahkan buku itu gak gampang

by Joielechong sipayung  |  in Opinion at  Selasa, September 29, 2015

Menerjemahkan buku itu gak gampang. Kalau ada yang bilang menerjemahkan buku itu gampang, suruh datang jumpai saya biar tak gampar pakai textbook..3:).

Banyak aspek yang harus ditinjau untuk menerjemahkan buku;mulai dari latar belakang penulisan buku, tujuan buku ditulis, niche dari buku, gaya bahasa, bahkan metode penulisan dan pendekatan penulis terhadap pembaca juga perlu dikaji. Kalau mau asal terjemah pakai alat bantu seperti google translate bisa saya pastikan pembacanya bakalan makin gak ngerti apa tujuan dari tulisannya. Berikut beberapa hal yang saya pikir penting untuk diingat oleh penerjemah:

Konsistensi, merupakan salah satu aspek terpenting dalam menerjemahkan sebuah buku. Kalau bahasa inggris "include" kita terjemahkan menjadi "mencakup", maka di sepanjang penerjemahan buku kata "include" tersebut sebaiknya selalu diterjemahkan menjadi "mencakup" bukan diterjemahkan menjadi "terdiri" atau "melingkupi" atau kata lainnya yang sepadan. Jadi sebaiknya seorang penerjemah buku memiliki daftar terjemahan kata yang senantiasa dipakai dalam proses penterjemahannya.

Pendekatan. Setiap penulis memiliki cara tersendiri dalam menyajikan tulisannya. Ada yang melakukan pendekatan kasual, di mana penyajian dan bahasanya santai, atau bahkan pendekatan baku, di mana penulis secara kaku menjelaskan dan menyajikan tulisannya. Kalau kita memakai pendekatan yang berbeda dari penulis aslinya, maka tujuan dari buku kemungkinan besar tidak akan tercapai.

Niche. Masing-masing buku memiliki bahasan tertentu sesuai dengan bidangnya. Maka adalah tugas penerjemah untuk memiliki pemahaman yang memahami tentang bidang yang dikaji oleh buku yang sedang diterjemahkannya. Kalau sebuah buku masuk dalam bidang komputer, maka penerjemah harus memiliki pemahaman di bidang komputer. Seorang yang belum menguasai pengetahuan tentang komputer sebaiknya tidak mencoba menerjemahkan buku komputer karena bakalan banyak terjadi penyimpangan arti yang malah membuat pembaca menjadi bingung. Penerjemah harus menguasai bidang dari buku tersebut. Ini merupakan harga mati.

Percaya Diri. Penerjemah wajib memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi untuk bisa menerjemahkan sebuah buku. Karena tanpa ada kepercayaan diri maka penerjemah tidak akan memiliki kapabilitas untuk mempertanggungjawabkan hasil terjemahannya ke masyarakat umum. Saat penerjemah menerjemahkan bagian dari buku, ia harus percaya bahwa terjemahan yang dilakukannya baik dan sepadan dengan buku aslinya.

Demikianlah keempat aspek yang harus diperhatikan oleh penerjemah. Semoga saudara-saudari yang lagi berkutat dalam proses penerjemahan buku tetap setia melakukan pekerjaannya.

Ganbare!!!.

0 comments:

Silahkan tinggalkan komentar anda: