Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 30 Januari 2016

Pria Tua, Anak Laki-laki, dan Keledai

by Joielechong sipayung  |  in Pengembangan Diri at  Sabtu, Januari 30, 2016


Kita pada dasarnya selalu ingin dicintai orang lain. Kita tidak ingin orang lain di luar sana berpikiran buruk tentang diri kita. Namun kita sama sekali tidak perlu menyenangkan semua orang agar selalu dicintai. Kita malah akan mengecewakan orang lain jika berusaha menyenangkan setiap orang. Kehidupan ini akan menjadi pengalaman yang menyusahkan dan rumit jika kita menjadi seperti yang orang lain inginkan.


Ada sepenggal cerita dari buku "Book Yourself Solid" oleh Michael Port, yang dapat memberikan kita wawasan bahwa kita tidak pernah dapat menyenangkan setiap orang. Bahkan sekadar mencobanya adalah suatu usaha yang sia-sia.
    Seorang pria tua, seorang anak laki-laki, dan seekor keledai pergi ke kota. Anak laki-laki tersebut naik keledai dan pria tua itu berjalan di sampingnya. Ketika mereka berjalan bersama-sama, mereka berpapasan dengan beberapa orang yang mengatakan bahwa rasanya memalukan karena pria tua itu berjalan kaki sedangkan anak laki-laki itu naik keledai. Pria tua dan anak laki-laki itu berpendapat mungkin kritik itu benar, jadi mereka bertukar posisi. 
    Kemudian, mereka berpapasan dengan beberapa orang yang mengatakan, "Betapa memalukan! Ia membiarkan anak kecil itu berjalan kaki." Mereka kemudian memutuskan bahwa mereka berdua akan berjalan kaki. 
    Tidak lama kemudian, mereka berpapasan dengan beberapa orang lain yang beranggapan bahwa mereka bodoh dengan berjalan kaki, padahal mereka mempunyai keledai yang layak untuk ditunggangi. Oleh karena itu, mereka berdua naik keledai tersebut. 
    Sekarang mereka berpapasan dengan beberapa orang yang mengolok-olok mereka dengan mengatakan betapa mengerikan menaruh beban seberat itu di atas keledai yang malang tersebut. Anak muda dan pria itu mengatakan bahwa barangkali orang itu benar, sehingga mereka memutuskan untuk menggotong keledai tadi. Ketika mereka menyeberangi jembatan, mereka kehilangan pegangan pada binatang tersebut, dan keledai itu pun jatu ke dalam sungai dan tenggelam.


Moral dari cerita tersebut? Jika Anda mencoba untuk menyenangkan setiap orang, mungkin Anda juga akan mengucapkan selamat jalan kepada keledai Anda.

0 comments:

Silahkan tinggalkan komentar anda: