Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 31 Januari 2016

Prinsip ekonomi lama tidak berlaku lagi

by Joielechong sipayung  |  in Pengembangan Diri at  Minggu, Januari 31, 2016

Harus kita akui, bahwa kita lebih memilih untuk mempercayai konsep ekonomi yang sudah kuno dan tidak berlaku lagi dalam hidup, "Dengan biaya yang sekecil-kecilnya, mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya", daripada belajar mempercayai bahwa dengan kerja keras, pengorbanan yang besar, dan ketekunan baru bisa dihasilkan sesuatu yang besar.

Kecenderungannya, kita suka mengharapkan hasil yang fantastis dengan cara yang biasa, santai, dan murah. Namun harapan kita itu sia-sia. Tidak ada hal yang besar yang bisa kita hasilkan jika kita hanya melakukan hal yang kecil.


Hal ini sama seperti upaya kita ingin membentuk otot agar tubuh lebih atletis. Otot akan bekerja normal dengan beban yang normal yang dapat ditanggungnya. Jika beban yang ditanggung amat kecil maka kerja otot pun sangat kecil. Untuk mengembangkan otot supaya lebih besar, maka kita harus memberi beban yang lebih besar dari yang biasa ditanggung otot. Jika kita hanya memberi beban yang biasa-biasa saja, maka otot sama sekali tidak berkembang. Otot harus bekerja diluar batas nyamannya untuk berkembang. Setelah beberapa bulan dengan latihan yang berat, maka otot telah berkembang sesuai dengan beban yang dapat ditanggungnya. Beban yang berat sebelumnya tersebut akan menjadi batas normal bagi otot, sehingga otot perlu beban yang lebih berat lagi untuk berkembang. Otot perlu kerja keras untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

Demikian juga yang terjadi dalam hidup. Kita tidak mungkin mengharapkan hal yang luar biasa dengan kebiasaan yang biasa, pola hidup yang biasa, kerja yang biasa, dan tanggung jawab yang biasa. Tidak mungkin mengharapkan sesuatu menjadi luar biasa tanpa ada perubahan yang besar.


"Manusia adalah satu-satunya mahkluk hidup yang mengharapkan hasil yang berbeda dengan cara yang sama". Albert Einstein

Tepat seperti kata Einstein tersebut. Kita mengharapkan sesuatu yang berbeda padahal cara yang kita lakukan tetap sama. Kita memilih menutup mata dan bersikap picik tetapi tidak berusaha untuk mengubah diri kita sendiri.


Mari kita berhenti bersikap biasa-biasa saja, mari bertindak luar biasa untuk menghasilkan hal yang luar biasa.

0 comments:

Silahkan tinggalkan komentar anda: