Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 19 Januari 2016

Uang tidak bisa membeli segalanya

by Joielechong sipayung  |  in Pengembangan Diri at  Selasa, Januari 19, 2016


Saya teringat sebuah frasa dalam bahasa inggris yang kebanyakan mungkin orang tahu:

"Money Can't Buy You Anything"
yang kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia menjadi:
"Uang Tidak Bisa Membeli Segalanya"

 Namun kita sering lupa akan perkataan tersebut. Menganggap uang segalanya, berpikir bahwa uang dapat memberikan apa yang kita mau. Kenyataannya tidak semuanya dapat dibeli dengan uang. Uang hanyalah alat pembayaran yang kita buat. Apakah uang menentukan hidup kita? Tentu saja tidak. Mari kita coba merenung, selama ini apa yang sebenarnya kita cari? Apakah kita mencari uang? Apakah kita cuma mencari kebebasan finansial? Lalu setelah itu apa?. Sebenarnya yang kita perlukan bukan uang, tetapi pemenuhan keinginan hati yang dapat dipenuhi oleh uang. Perlu digarisbawahi, tidak semuanya dapat dipenuhi oleh uang.

Saya menemukan sebuah cerita yang mungkin akan memberikan wawasan kita tentang apa yang tidak bisa dibeli oleh uang. Seperti ini ceritanya:

Niko adalah seorang anak laki-laki berumur 10 tahun. Ia anak satu-satunya dari orang tuanya. Ayahnya adalah seorang pebisnis pekerja keras sehingga hampir tidak pernah menghabiskan waktunya dengan anak laki-lakinya. Ayah Niko pulang ke rumah saat Niko telah tertidur, dan meninggalkan rumah sebelum Niko bangun, atau masih tidur sampai Niko pergi ke sekolah. Ayah Niko jarang sekali mempunyai waktu untuk bersama dengan keluarganya. Dia tidak bisa menemani Niko maupun keluarga. Sama seperti anak laki-laki lainnya, Niko ingin bermain di luar rumah bersama Ayahnya dan bersenang-senang dengannya. 
Suatu hari, Niko sangat terkejut dan gembira melihat ayahnya di rumah pada sore hari.
"Ayah, suatu kejutan besar melihat ayah ada di rumah" kata Niko.
"Iya nak, meeting ayah dibatalkan dan penerbangan ayah selanjutnya tertunda 2 jam. Jadinya ayah di rumah", jawab ayahnya. 
Percakapan Niko dan Ayahnya:
Niko: "Yah, boleh aku nanya?"
Ayah: "Ya nak, silahkan."
Niko: "Kapan ayah kembali lagi?"
Ayah: "Besok sore."
Niko: "Yah, berapa penghasilan ayah setahun?"
Ayah: "Sayang, jumlahnya sangat besar, kamu pasti tidak akan memahaminya."
Niko: "Ok yah, Ayah senang dengan jumlah pendapatan itu?"
Ayah: "Iya sayang. Ayah sangat senang, bahkan ayah berencana meluncurkan kantor cabang baru dan bisnis baru dalam beberapa bulan. Luar biasa kan?"
Niko: "Iya yah. Niko senang mendengarnya."
Ayah: "Jadi nak, kamu masih punya pertanyaan lainnya?"
Niko: "Ada yah, aku punya satu pertanyaan lagi."
Ayah: "Ya, tanya lah!"
Niko: Yah, Ayah gak mau memberi tahu berapa banyak penghasilan ayah setahun atau sebulan. Tapi maukah ayah beri tahu berapa penghasilan ayah sehari atau setengah hari?
Ayah: "Kenapa Niko nanyanya gitu? Ayah kan sudah mencukupkan semua kebutuhan Niko."
Niko: "Bukan itu maksud Niko yah, Ayah selalu memberikan yang terbaik untuk Niko, tapi Niko senang kalau Ayah beri tahu berapa pendapatan Ayah satu jamnya."
Ayah: "Nak, itu gak adil. Niko harusnya gak boleh mempertanyakan penghasilan ayahnya sendiri." 
Niko lalu meminta dukungan Ibunya agar mendukung pertanyaan ke Ayahnya tadi. 
Niko dan Ibunya meminta jawaban tentang berapa pendapatan Ayahnya perjam, atau pendapatan hariannya. 
Ayah Niko menjawab pertanyaan tersebut, pendapatannya sekitar Rp. 500.000 per jam. 
Niko berlari ke kamarnya, dan datang dengan membawa celengan yang berisi tabungannya. 
"Yah, Niko punya uang Rp. 1.500.000 di celengan ini. Bisakah Ayah menyediakan waktu 3 jam untuk Niko? Niko mau pergi ke pantai dan makan malam bersama Ayah besok malam. Maukah Ayah memasukkannya ke jadwal Ayah?" Kata Niko. 
Ayah Niko terdiam seribu bahasa!




Inti dari cerita di atas adalah:
Mengejar uang membuat anak-anak kehilangan kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya. Uang tidak bisa membeli segalanya.




referensi:
Money Can’t Buy Everything
Father Son Conversation

0 comments:

Silahkan tinggalkan komentar anda: