Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 18 Februari 2016

Memulai belajar pemrograman

by Joielechong sipayung  |  in pemrograman at  Kamis, Februari 18, 2016


Saya sering menemukan bahwa kebanyakan orang yang belajar pemrograman tidak tahu apa tujuannya belajar pemrograman. Kebanyakan malah cuma tahu belajar pemrograman yah cuma untuk buat program. Nah ini yang membuat kebanyakan pemula tidak pernah naik ke tingkat yang lebih mahir atau menjadi programmer handal.

Kalau mengingat kembali waktu saya masih memulai belajar pemrograman, saya sama sekali tidak tahu apa gunanya. Saya cuma tahu pemrograman itu bahasa komputer dan mata kuliah yang harus saya ambil jika ingin lulus kuliah. Motivasi seperti ini sama sekali tidak membantu perkembangan pengetahuan programming saya.

Sama seperti musafir yang tidak punya tujuan, seorang programmer pemula tidak akan menjadi programmer yang handal jika tidak punya tujuan yang jelas. Kita harus punya tujuan yang jelas untuk belajar. Jadi apa sebenarnya tujuan kita untuk belajar pemrograman?

Tujuan belajar pemrograman tidak perlu sesuatu yang wah. Bahkan tujuan sederhana seperti membuat aplikasi pemutar lagu buatan sendiri pun sudah cukup tepat dijadikan alasan untuk mendalami bahasa pemrograman. Karena dengan adanya tujuan tersebut, kita tahu apa yang ingin kita capai. Kita tahu apa yang harus kita kerjakan dan pelajari untuk membuat aplikasi tersebut.

Struktur Data dan Algoritma

Rata-rata orang yang memulai belajar struktur data dan algoritma (sepanjang artikel ini saya akan menggunakan singkatan SDA untuk ini) akan mengalami banyak kesulitan jika tidak tahu apa tujuan belajar SDA. Ditambah lagi kalau mereka sama sekali belum pernah belajar dasar pemrograman. Menurut saya SDA itu merupakan bahan pelajaran tingkat menengah yang sama sekali belum cocok untuk dipelajari orang-orang yang baru memulai pemrograman. Di dalam SDA, pelajar dianggap telah mengetahui dan mengenal hampir semua dasar pemrograman karena disitu tercakup semua segi dasar pemrograman.

Masalah yang juga cukup sering muncul saat seseorang belajar SDA adalah ia tidak cukup paham untuk apa struktur data dan untuk apa algoritma tersebut digunakan. Jadi seperti masalah yang saya terangkan di bagian awal artikel ini, kita tidak tahu atau kurang tahu apa tujuan pembelajaran tersebut.

Struktur data umumnya ditujukan untuk mengefesienkan kinerja dari kode pemrograman yang telah kita buat. Ini merupakan proses tingkat lanjut yang kita lakukan jika kita ingin membuat kode pemrograman yang lebih baik. Jadi untuk yang baru belajar pemrograman, struktur data bukan hal yang mendesak untuk dipelajari.

Algoritma adalah bagaimana langkah-langkah yang dilakukan yang terkandung di dalam kode pemrograman. Contoh algoritma sederhana dapat kita temukan saat kita memasak nasi goreng (kalau belum pernah masak nasi goreng sendiri, tolong dipelajari juga...:P). Kita perlu menentukan langkah-langkah yang kita perlukan dalam memasaknya, seperti berikut:
  1. Sediakan nasi
  2. Sediakan minyak
  3. Sediakan wajan untuk memasaknya
  4. Sediakan bumbu-bumbunya
  5. Nyalakan kompor dan letakkan wajan dengan minyak di atasnya
  6. masukkan nasi ke wajan
  7. Masukkan bumbu-bumbunya
  8. Goreng sampai nasi menjadi kekuning-kuningan
  9. Hidangkan.
  10. Selesai
Cukup sederhana bukan?. Nah seperti itu juga di dalam pemrograman. Kita perlu menentukan algoritma yang tepat agar program kita berjalan dengan baik.


Kesimpulannya adalah:
Tentukan tujuanmu yang spesifik dalam belajar pemrograman


Selamat memprogram ria...;)


sumber gambar: Computer programming

0 comments:

Silahkan tinggalkan komentar anda: