Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 03 Maret 2016

Memilih yang terpenting di antara yang menyenangkan

by Joielechong sipayung  |  in Opini at  Kamis, Maret 03, 2016

Kalau kita dipaksa untuk jujur memilih apa yang terpenting yang kita lakukan dalam hidup kita, mungkin kita sama sekali bingung untuk menentukannya. Banyak hal yang terasa penting di dalam hidup kita. Kebanyakan hal yang menyenangkanlah yang kita anggap merupakan hal yang penting. Ini yang membuat kita sulit untuk tahu apa yang terpenting bagi hidup kita.

Kesenangan yang kita anggap hal yang penting sering malah merupakan hal yang menghambat kita untuk berkembang. Ada beberapa kesenangan penting yang sebaiknya kita batasi seperti:

  1. Berinternet yang berlebihan untuk bersosial media
  2. Menghabiskan waktu di luar untuk sekadar bersantai/rileks
  3. Main Game yang berlebihan
  4. Menonton Televisi
  5. Terlalu banyak berbicara dengan orang lain
Mari kita bahas mengapa kesenangan ini ternyata membatasi hidup kita.



Berinternet yang berlebihan untuk bersosial media

Zaman sekarang ini bisa dikatakan zamannya social media. Hampir setiap segi kehidupan memiliki kaitan ke social media. Bahkan hampir setiap orang yang memiliki perangkat telepon memiliki minimal 2 akun social media. Hampir setiap pengguna smartphone memiliki akun facebook, di mana rata-rata pengguna facebook menghabiskan waktu minimal 1 jam saat mengaksesnya. Bayangkan saja jika setiap orang memiliki 3 akun social media yang berbeda seperti facebook, twitter, instagram. Dengan perhitungan secara kasar, maka seseorang akan menghabiskan waktu minimal 3 jam dalam sehari hanya untuk bersosial media. Dan itu masih perhitungan minimalnya!. Saya saja, yang termasuk dalam pengguna facebook biasa, rata-rata menghabiskan waktu 1,5 jam untuk facebook-an. Bagaimana halnya dengan orang yang kecanduan facebook? Mungkin lebih dari 3 jam sehari bisa dihabiskan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Nicholas Christakis dan James Fowler dalam buku Connected, orang-orang yang terbiasa dengan media sosial memiliki kelemahan dalam hal fokus. Rata-rata mereka tidak akan bisa fokus selama 15 menit. Hal ini dikarenakan mereka sudah terbiasa menerima informasi yang terus menerus dalam waktu yang relatif singkat. Anda dapat dengan mudah membuktikan hal ini. Cobalah Anda perhatikan orang yang sedang bermedia sosial. Mereka hampir tidak pernah bisa bertahan lebih dari 15 menit tanpa melihat smartphone atau gadget mereka untuk mengecek media sosial mereka. 

Tanpa fokus yang baik dalam sebuah hal, hampir mustahil untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam hal tersebut. Atau bahkan kegagalan yang malah didapatkan.

Menghabiskan waktu di luar untuk sekadar bersantai/rileks

Untuk bagian ini saya harus sedikit menjelaskan siapa diri saya, karena setiap orang memiliki biasnya tersendiri. Saya orang yang introvert yang berdasarkan pengertian wikipedia adalah "Introversion is the state of or tendency toward being wholly or predominantly concerned with and interested in one's own mental life", yang mendapatkan kesenangan dari kehidupan pribadi sendiri.

Menurut saya, menghabiskan waktu di luar untuk sekadar rileks sering menunjukkan kemampuan kita yang kurang dalam mengontrol emosi diri. Hal ini seperti kita berusaha mencari penyelesaian hidup dengan berusaha mengelak dari persoalan hidup tersebut. Untuk orang-orang yang tidak memiliki keluarga atau teman yang berada dekat dengan tempat tinggalnya, menghabiskan waktu di luar mungkin cocok bagi mereka. Tetapi bagi yang memiliki keluarga dan teman yang berada dekat, hal tersebut sama dengan mengabaikan hal yang penting dan berarti yang ada di depan kita untuk hal yang menyenangkan dan sementara. Keluarga dan teman dekat itu jauh lebih berharga daripada teman untuk rileks. Mereka lebih tulus mengasihi kita walaupun lebih sering kita tidak menyadarinya.



Main Game yang berlebihan

Saya harus jujur dalam hal ini, saya juga adalah pecandu game yang baru saja bertobat. Di saat saya lagi kecanduan berat, dalam satu hari saya bisa menghabiskan hampir keseluruhan waktu saya dalam satu hari untuk bermain game. Di mana sisa waktunya saya gunakan untuk makan. Tentu saja setelah kelelahan main game saya harus tidur jauh lebih banyak dari biasanya. Bahkan satu hari penuh pun terasa seperti tidak tidur.

Ketika bermain game, kebanyakan pemain game seperti berada di dunia lain. Mereka asyik dengan game dan kehidupan gamenya. Orang-orang di 'luar' seperti tidak ada sama sekali. Mereka terputus dari kehidupan normal sehari-hari. 

Game itu menyenangkan kalau dilakukan secara bersahaja. Tetapi ketika game menggantikan kehidupan kita yang sesungguhnya, maka ia menjadi penghambat perkembangan kepribadian kita. Ia akan menghisap semua waktu kita dan kehidupan kita yang sebenarnya pun akan menjadi berantakan.

Menonton Televisi

Ada baiknya sekali-kali menonton televisi agar kita mendapatkan informasi tentang seputar kehidupan. Namun ada batas kewajaran yang harus kita buat bagi diri kita sendiri. Kecenderungan untuk menonton televisi terlalu sering merupakan hal yang sia-sia, karena yang kita dapatkan bukan lagi informasi yang berharga malah informasi yang tidak berharga seperti iklan-iklan yang muncul di televisi tersebut. Setiap hari dari televisi kita dibombardir dengan ribuan iklan, yang sama sekali tidak bermanfaat bagi hidup.

Orang-orang yang sukses malah tidak suka nonton televisi. Bahkan ada sebuah ejekan yang cukup mengena: 
Mengapa kamu tidak pernah melihat iklan komersil Lamborghini di televisi? Karena orang-orang yang bisa membelinya tidak duduk manis di depan televisi.

Kurangi menghabiskan waktumu dengan menonton televisi.

Terlalu banyak berbicara dengan orang lain

Semakin banyak kita berbicara maka akan semakin banyak kemungkinan kata-kata yang sembrono yang keluar dari mulut kita. Berbicara dengan orang lain memang penting karena dengan berbicara kita membentuk jalinan persahabatan. Tetapi berbicara berlebihan seperti waktu ngerumpi malah akan memberikan efek negatif bagi diri kita dan orang lain. Banyak hal-hal yang seharusnya tidak dibicarakan dengan orang lain, karena merupakan masalah pribadi, malah dibeberkan secara terang-terangan. Dan sering malah kita jadi turut membicarakan masalah orang lain yang kita tidak tahu apa sebenarnya masalahnya.

Bicaralah seperlunya dan tahan lidah kita.

Kesimpulan

Kita harus pintar memilah-milah mana yang baik bagi hidup dan mana yang tidak baik bagi hidup kita. Tidak semua hal yang menyenangkan itu penting. Pilihlah hal yang memberikan dampak positif dalam jangka panjang. Batasi hal yang memberikan kesenangan jangka pendek.


sumber gambar: Why haven't you ever seen a Lamborghini commercial before?

0 comments:

Silahkan tinggalkan komentar anda: