Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 28 November 2012

Kencenderungan Agresif Pasif, Anda Tidak Bisa Membohongi Orang Lain

by Joielechong sipayung  |  in Personal Building at  Rabu, November 28, 2012


Artikel ini merupakan bagian kesembilan dari 10 bagian topik mengatasi Kebiasaan Pembatas Karir.

Di suatu waktu, saat saya secara sadar berbuat tidak produktif, saya sampai pada sebuah website yang bernama passiveaggressivenotes.com. Seperti yang Anda pikirkan, hal-hal yang ditampilkan di website ini sungguh-sungguh lucu dan menyedihkan. Saya pernah menemukan salah satu catatan yang ada di website ini sebelumnya... seperti yang pernah ditaruh oleh seorang teman kerja 'anonim' di ruang istirahat tempat kerja saya yang lama:
Orang dewasa melakukan tugasnya sendiri. Tidak ada seorang pun disini adalah Ibumu. Silahkan cuci piringmu sendiri. Terima kasih!"
Saya bahkan melihat sebuah smiley kecil di bagian bawahnya.
Aihh.

Saya sangat tidak suka hal-hal seperti itu. Sangatlah kekanak-kanakan untuk meninggalkan sebuah catatan ejekan saat Anda marah terhadap suatu hal. Jika Anda tidak ingin mencuci piring orang lain di kantor Anda, jangan lakukan. Tidak ada orang yang memaksamu. Jika ini memang masalah yang serius, lakukan rapat dan tentukan jadwal kebersihan untuk itu. Jika Anda tidak memiliki cara lain untuk berkomunikasi tentang hal itu selain meninggalkan pesan, jangan buat pesan yang mengejek.

Meninggalkan catatan yang secara tidak langsung mengatakan teman sejawat Anda bertingkah seperti anak-anak hanya akan membuat orang lain merasa dituduh. Ini seperti menunjukkan jari Anda ke wajah mereka. Dan lebih jeleknya, catatan ini sering kali ditinggalkan tanpa ada nama alias anonim. Menambahkan kata "Terima kasih!" dan sebuah smiley di akhir kalimat hanya akan menambah hinaan pada pada luka akibat tuduhan. Anda tidak akan membuat orang berpikir bahwa catatan tersebut hanya sebuah kritik bersahabat untuk mereka.

Hal seperti ini merupakan definisi dari agresif pasif. Ada kemarahan terpendam tetapi disalurkan melalui cara yang tidak langsung dan tidak efektif. Memang benar tidak ada seorangpun yang senang pada orang yang agresif secara terbuka. Saya mengerti hal ini. Sangatlah mudah memahami mengapa kebanyakan orang berusaha untuk menghindari konfrontasi dan memilih untuk penghinaan terselubung. Tetapi ada alternatif yang lebih baik dari hal itu.

Jika Anda kesal terhadap sesuatu, selesaikan msalah tersebut dengan langsung bertatap muka secara profesional. Jangan mencoba untuk menyembunyikan perasaan Anda di balik sarkasme atau keramahan yang semu. Jangan sembunyi di balik komputer atau catatan tanpa nama. Jika Anda tidak bisa menyampaikan sesuatu dengan langsung dan tegas, maka kemungkinan hal tersebut memang tidak perlu disampaikan.

Sangatlah wajar untuk setiap orang merasakan konflik di tempat kerja pada suatu waktu. Kita semua manusia. Saat menghabiskan waktu bersama besar kemungkinan kita akan menemukan hal-hal yang tidak mengenakan dari orang lain. Kita juga memiliki perbedaan pendapat yang besar dan tabrakan kepribadian. Hal ini pastilah terjadi.

Saat hal-hal ini terjadi, Anda memiliki dua pilihan:

1. Biarkan itu pergi. Jika hal tersebut bukan hal yang patut untuk dibahas, singkirkan hal tersebut. Buang dan abaikan rasa tersinggung Anda.

2. Selesaikan hal itu. Jika hal itu sangat sangat menggangu Anda dan tidak bisa Anda abaikan,  Anda harus menyelesaikannya.

Sering sekali orang menciptakan pilihan ketiga, opsi tengah - Ia tidak ingin mengabaikannya tetapi tidak ingin juga menyelesaikannya sehingga menjadikan keadaan memburuk. Disaat inilah agresif pasif menunjukkan wajah buruknya.

Memang benar terkadang agresif pasi membuat kita lebih merasa puas terhadap situasi. Kita semua memiliki sisi buruk dari kenikmatan berpikir, "Yah! Aku sudah menunjukkan padanya siap yang Bos disini dengan catatan sindiranku. Ia akan belajar untuk tidak berurusan denganku..."

Tetapi hal ini kontra produktif. Orang lain akan selalu merasakan perasaan Anda sesungguhnya tetapi tanpa komunikasi yang baik dan jujur tentang hal yang terjadi, Ia tidak akan mengerti bagaimana memperbaiki masalah dan bahkan ia mungkin tidak akan mau melakukannya.

Masalah akan menjadi bola salju dan ada banyak rasa permusuhan tersembunyi yang muncul melalui potongan-potongan email dan komentar-komentar kasar dan sindiran mata dan gosip dan catatan anonim. Hal ini akan menciptakan lingkungan beracun yang menyebar seperti kobaran api.

Saya tidak mengatakan setiap gangguan kecil perlu diselesaikan. Pilih peperangan Anda. Namun tidak akan ada jalan belakang jika Anda tidak ingin dan tidak sanggup menkonfrontasi masalah dengan langsung. Anda harus membiarkannya lepas. Bukanlah solusi untuk tetap mempertahankan emosi yang tinggi, melemahkannya dan membiarkannya meresap ke dalam proses interaksi Anda secara tidak langsung.

Menghadapi teman kerja yang agresif pasif
Jika Anda menghadapi orang yang agresif pasif sekarang, saya sarankan untuk membuka komunikasi dengannya. Cobalah mengatakan sesuatu seperti, "Saya merasakan bahwa ada sesuatu yang mengelisahkanmu. Bisa kita bicarakan hal tersebut?' Pertanyaan ini kemungkinan akan membuka sedikit pertahanannya untuk memudahkan Anda mendapatkan kebenaran masalah darinya.

orang yang agresif pasif hampir selalu benci terhadap konfrontasi sehingga mereka memilih untuk bersembunyi dibelakang sifat agresif pasif. Namun Anda bisa menemukan masalah secara terbuka dan menyelesaikannya sekali untuk selamanya. Mungkin Anda dapat menunjukkan pada merek bahwa konfrontasi tidak selalu merupakan pengalaman yang mengerikan. Konfrontasi juga dapat dilakukan secara produktif dan positif.

Anda mungkin perlu untuk mencobanya beberap kali, tetapi pada akhirnya mereka akan belajar bahwa mereka tidak menyembunyian sesuatu. Dan jika mereka ingin hal-hal berubah, mereka perlu untuk mau mengatakan apa yang ada pikiran mereka.




photo credit: passiveaggressivenotes.com
sumber: www.eatyourcareer.com/2011/09/passive-agressive-tendencies-youre-not-fooling-anyone/

1 komentar:

Silahkan tinggalkan komentar anda: