Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 09 November 2012

Itu Bukan Pekerjaanku

by Joielechong sipayung  |  in Personal Building at  Jumat, November 09, 2012

Artikel ini merupakan bagian kedua dari artikel mengatasi 10 kebiasaan Pembatas Karir

Dalam penelitian yang dipaparkan di Kebiasaan pembatas Karir, "Itu bukan Pekerjaanku" berada pada
peringkat kedua.

Sikap ini sering kali terjadi di tempat kerja, dan jika anda pernah bekerja dengan orang bersikap seperti ini, anda tahu bagaimana frustasinya bekerja dengan orang tersebut. Sikap ini bukan sikap seorang berpola pikir tim. Orang seperti ini adalah orang yang hanya mengisi daftar kehadiran - melakukan tindakan minimum yang diperlukan untuk mendapatkan gaji dan tidak mau keluar dari gelembung kecil mereka.

Baiklah, mungkin saya terlalu menyederhanakan hal. Tapi begitulah kelihatannya.

Kebenarannya: Kita semua telah menetapkan batasan di tempat kerja kita. Anda memiliki pekerjaan. Tugas dan tanggung jawab Anda telah sangat jelas ditentukan. Anda tidak boleh selalu menerima semua tugas yang
dilemparkan orang lain ke Anda. Ada beberapa hal yang benar-benar bukan pekerjaan Anda; Tanggung jawab Andalah untuk menentukan batasan yang tepat saat diperlukan.

Saya pikir Kebiasaan Pembatas Karir ini mengacu pada keseluruhan pola pikir orang-orang yang secara tidak masuk akal menolak untuk menerima kerja tambahan meskipun ketika itu benar-benar diperlukan untuk keberhasilan tim. Ada saat-saat ketika kita semua harus melakukan sedikit lebih banyak untuk mendukung orang lain, meskipun hal tersebut bukan bagian dari deskripsi pekerjaan kita. Itulah makna berada di dalam tim. Pada akhirnya, di beberapa titik di masa depan, rekan kerja Anda akan melakukan hal yang sama untuk Anda. Jadi, bagaimana Anda bisa dengan tepat menentukan batasan-batasan tanpa menjadi korban dari mentalitas "Itu bukan Pekerjaanku" ? Berikut beberapa tips melakukannya:

Singsingkan lengan baju dan bantu orang lain saat Anda bisa.
Jika Anda memiliki waktu dan kemampuan untuk memberikan sedikit tambahan bantuan untuk anggota tim, lakukanlah. Ingat bahwa tidak ada salahnya mengakui bahwa yang Anda lakukan adalah untuk membantunya, tetapi jangan mengharapkan balasannya.

Tetapkan batasan untuk alasan yang tepat.
Sangat baik untuk mengatakan "tidak" di tempat kerja. Namun, ada alasan yang baik (saya sedang padat pekerjaan, saya tidak terlatih pada pekerjaan tersebut, dll) dan ada yang buruk (itu bukan pekerjaanku). Pastikan bahwa Anda menetapkan batas untuk tujuan yang benar, bukan hanya karena Anda tidak merasa menjadi bagian dari tim. Berikan penjelasan yang tulus dan jujur tentang mengapa Anda tidak dapat membantu sekarang, tetapi juga hindari membuat alasan yang terlalu panjang.

Saat menetapkan Batasan, tetaplah bersikap membantu.
"Itu bukan pekerjaanku" mungkin adalah kalimat yang paling tidak membantu yang dapat diucapkan di tempat kerja. Ini seperti balita berteriak, "Tidak! Saya tidak harus melakukannya dan Anda tidak bisa memaksaku!", Sikap seperti ini tidak memberikan kebaikan apapun pada orang lain. Jika Anda harus mengatakan tidak, tunjukkan keinginan tulus untuk menyelesaikan masalah. Tawarkan alternatif dan bantu untuk menemukan solusi. Berikan beberapa saran tentang bagaimana pekerjaan bisa dilakukan tanpa Anda.

Buat itu jadi pekerjaan Anda.
Jika Anda mendapatkan bahwa Anda terus-menerus diminta untuk mengambil tugas yang benar-benar tidak ada dalam deskripsi pekerjaan anda, segera diskusikan dengan bagian Manajemen Anda. Mungkin itu harus menjadi pekerjaan Anda. Mungkin Anda harus memiliki beberapa kewenangan dan tanggung jawab untuk itu. Mungkin Anda berhak mendapatkan kompensasi tambahan sedikit juga. Merupakan sebuah kesempatan yang baik untuk mendiskusikan peran Anda, mengevaluasi kembali kontribusi anda, dan menunjukkan kesedian Anda untuk bergerak maju melampaui pekerjaan Anda untuk kepentingan tim.

Artikel selanjutnya: Menunda-nunda, Baik, Jelek, dan Buruknya


Photo Credit : www.guyrutherford.com/Not My Job.html
sumber: http://www.eatyourcareer.com/2011/06/its-not-my-job-attitude-thats-killing-your-career/

0 comments:

Silahkan tinggalkan komentar anda: