Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 13 November 2012

Menunda-nunda, Baik, Jelek, dan Buruknya

by Joielechong sipayung  |  in Personal Building at  Selasa, November 13, 2012


Di dalam penelitian yang menerangkan mengenai 10 Kebiasaan Pembatas Karir, Menunda-nunda berada di posisi ke 3 dibelakang tidak reliabel dan "Itu Bukan Pekerjaanku".
Saya berasumsi bahwa jenis penundaan yang ditunjukkan disini adalah jenis yang mengarah ke deadline yang tidak terpenuhi dan indikator kinerja buruk lainnya. Tapi, tidak semua Penundaan sama. Dalam pandangan saya, penundaan tidak sama seperti tidak reliabel. Ini alasannya:
Menjadi tidak reliabel tidaklah hebat. Di sisi lain, terkadang penundaan sangat baik bahkan diperlukan. Penundaan merupakan salah satu bentuk pemrioritasan dan alat untuk manajemen waktu. Kita tidak bisa bisa melakukan setiap tugas dalam waktu bersamaan. Beberapa tugas lebih penting daripada yang lain. Beberapa lebih mendesak. Kita harus menunda tugas-tugas yang kurang penting atau mendesak untuk memberikan ruangan bagi tugas yang diprioritaskan. Jadi, saya tidak akan menganggap penundaan sebagai bagian dari tidak reliabel.
Penundaan akan menjadi masalah saat tidak digunakan secara produktif atau ketika menjadi alat untuk melarikan diri. Misalnya, ketika Anda tidak melakukan sesuatu hanya karena anda tidak ingin melakukannya, atau karena anda takut untuk melakukannya, atau karena Anda menemukan hal lain yang menarik untuk dilakukan (meskipun aktivitas yang anda tunda harus segera didahulukan).Jadi bagaimana Anda tahu jika anda menunda-nunda tugas sebagai sikap pembatas karir atau Anda memprioritaskan tugas? Nah, ini semua berhubungan dengan tujuan dan kinerja Anda.

Apa alasan Anda untuk menunda-nunda?
Apakah Anda menunda proyek karena tugas lainnya berhak didahulukan? Atau apakah Anda hanya bersembunyi dari apa yang perlu dilakukan? Seringkali penundaan bersumber dari rasa takut: Anda takut untuk bekerja pada tugas tertentu karena tugas tersebut luar biasa, atau Anda tidak tahu harus mulai dari mana, atau Anda seorang perfeksionis dan Anda takut pekerjaan Anda tidak akan terselesaikan. Ada banyak rasa takut yang dapat mencegah Anda untuk memulai bahkan saat Anda harus memulainya.

Apakah kualitas kerja Anda menurun?
Apakah Anda menunda tugas-tugas penting dan kemudian menemukan diri Anda bergegas untuk menyelesaikannya tepat waktu? Apakah Anda gagal memberikan jumlah perhatian yang cukup untuk pekerjaan Anda? Hasil merupakan hal yang menentukan sehingga anda tahu bahwa penundaan Anda telah terlalu jauh dan terjatuh ke dalam "wilayah tidak produktif" saat penundaan tersebut mengarah ke hasil kinerja yang buruk.

Apa yang dapat Anda lakukan terhadap hal-hal ini?
Jika Anda terganggu oleh penundaan untuk semua alasan yang salah dan itu berdampak negatif pekerjaan Anda, cobalah hal berikut:

1. Belajarlah untuk memprioritaskan secara benar
Setiap tugas harus dievaluasi berdasarkan kepentingan dan urgensi. Tugas yang tidak penting, tidak urgensi merupakan tugas yang dapat dengan mudah ditangguhkan dengan kerugian sedikit atau tidak ada (dan mudah-mudahan, di masa depan, tugas-tugas ini dapat dihapus). Jika Anda salah menunda tugas, saatnya untuk meninjau praktek prioritas Anda.

2. Lupakan Kesempurnaan
Ingatlah bahwa segala sesuatu berkembang. Anda dapat melakukan perbaikan saat Anda bergerak maju. Jangan terjebak karena beberapa standar yang tidak realistis yang anda tetapkan pada diri Anda sendiri.

3. Pertahankan dalam ukuran kecil
Jika Anda kewalahan dengan ukuran proyek dan menundanya karena Anda tidak tahu harus mulai dari mana, pecahkan tugas itu menjadi potongan kecil. Satu langkah dalam satu waktu adalah cara terbaik untuk mengatasi proyek. Anda akan mendapatkan cara yang perlu dilakukan dan Anda juga akan mengalami kemenangan kecil sepanjang jalan saat Anda menyelesaikan tiap langkah kecil.

4. Hentikan Membodohi Diri Sendiri
Orang sering mengatakan bahwa penundaan membantu mereka fokus. Mereka menunggu sampai menit terakhir karena tekanan yang bertambah memberi mereka dorongan energi dan kreativitas. Saya pikir ini hanyalah sebuah alasan.
Dalam semua kemungkinan, Anda bisa menghasilkan karya yang bahkan lebih baik saat diberikan waktu untuk berpikir tentang apa yang Anda lakukan. Anda akan menangkap kesalahan yang mungkin tak ketahuan dalam keadaan darurat, Anda akan memiliki kemampuan untuk mengeksplorasi solusi alternatif bukan hanya bergegas menuruni jalan pertama yang Anda temukan, dan Anda akan dapat benar-benar fokus pada pekerjaan, bukannya terganggu dengan stres dan kecemasan dari batas waktu yang sudah mendekat.

Luangkan waktu untuk mengevaluasi praktek penundaan Anda. Apakah Anda menggunakan penundaan secara efektif atau Anda menderita dengan kebiasaan pembatas karir?


Artikel Selanjutnya: Belajar Mencintai Perubahan di Tempat Kerja



sumber: http://www.eatyourcareer.com/2011/07/procrastination-good-bad-ugly/
Photo Credit: www.effective-time-management-strategies.com

0 comments:

Silahkan tinggalkan komentar anda: