Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 27 November 2012

Pro dan Kontra dari Sifat Egois

by Joielechong sipayung  |  in Personal Building at  Selasa, November 27, 2012


Artikel ini merupakan bagian kedelapan dari 10 bagian mengatasi Kebiasaan Pembatas Karir

Saya akui sejujurnya saya ini sedikit egois. Mungkin, agak terlalu egois. Terkadang, Anda harus egois.

Saya harus mengatakan hal ini sejujurnya karena bagian kedelapan dari Kebiasaan Pembatas Karir, egois, merupakan salah satu kelemahan saya, sehingga saya mungkin bukan orang yang tepat untuk memberikan Anda nasihat. Meskipun demikian, saya akan membagikan pengetahuan saya tentang ini dan membiarkan diri Anda menentukan pilihan.

Baik, Jelek, dan Buruknya
Orang yang egois cenderung menempatkan kebutuhannya dahulu baru di atas kebutuhan orang lain. Kebiasaan ini tidak akan membuat Anda menjadi pemain terbaik di dalam tim profesional Anda. Tim yang kuat dibentuk dari orang-orang yang mau mengorbankan kemuliaannya demi kepentingan grup.

Tetapi ada tempat dan waktu yang tepat untuk keegoisan. Anda harus melihat ke arah masa depan untuk kepentingan Anda. Anda berhak menjadi sukses. Kebutuhan Anda sama pentingnya dengan kebutuhan orang lain. Anda harus berani untuk memperjuangkannya, orang lain tidak akan memperjuangkannya untuk Anda.

Menemukan Keseimbangan
Saya percaya bahwa keegoisan, dalam istilah pembatas karir, berarti bahwa Anda ditelan oleh dunia Anda sendiri sehingga Anda tidak mengerti atau tidak bekerja dengan efektif dalam sistem yang lebih besar.

Tetapi jangan samakan egois dengan menghargai diri sendiri. Tidaklah egois untuk mengetahui apa yang Anda inginkan dari karir Anda dan mengejarnya. Tidaklah egois untuk setia pada kebutuhan Anda. Dengarkan suara hati Anda dan lakukan apa yang terbaik untuk diri Anda meskipun orang lain mendorong Anda ke arah yang berlawanan. Rangkullah kekuatan profesional Anda. Jangan menyerah dari pengejaran mimpi Anda hanya karena orang lain telah sampai mendahului Anda. Jangan merasa cukup hanya berperan sebagai seorang penyemangat jika Anda setengah mati ingin menjadi seorang bintang. Anda tetap bisa berjuang untuk sukses yang pantas dan ingin Anda raih sekaligus menjadi anggota tim yang kokoh.

Sering sekali saya melihat profesional yang rela mengorbankan segala sesuatunya hanya karena takut disebut egois. Mereka tetap tinggal dengan setia kepada Bos yang tidak menghargai mereka, terhadap perusahaan yang bahkan tidak mengetahui keberadaan mereka. Mereka menolak untuk berdiri dan meminta kredit untuk hasil kerja mereka saat orang lain mengambilnya. Mereka ragu-ragu untuk meminta kenaikan gaji karena takut dianggap rakus. Mereka menolak untuk mempromosikan kekuatan mereka karena mereka tidak ingin dianggap arogan.

Mereka takut untuk menjadi terlalu bersinar karena khawatir akan menciptakan kegelapan bagi orang lain.

Saya ingin Anda berdiri dan mengambil apa yang merupakan hak Anda. Tetapi saya juga ingin Anda tetap bersikap baik di tempat Anda. Saya pikir sangatlah mungkin untuk melakukan keduanya sekaligus. Saya pikir pasti ada cara untuk mengasihi diri Anda dan melakukan apa yang terbaik untuk Anda sekaligus melakukan yang terbaik untuk sistem. Ini merupakan cara untuk menghargai bagi Anda dan bagi tim Anda.

Dunia ini penuh dengan kelimpahan. Jangan anggap seperti permainan yang hampa. Jika Anda menang bukan berarti orang lain kalah. Anda berhak sukses seperti orang lain jika Anda benar-benar ingin berusaha untuk itu.

artikel Selanjutnya: Kecenderungan Agresif Pasif


sumber: www.eatyourcareer.com/2011/08/pros-cons-of-being-selfish

0 comments:

Silahkan tinggalkan komentar anda: